Chapter 12

6.7K 762 91
                                    

Berlalu 15 menit,

Saras sudah selesai mengemas semua barangnya. Pun barangnya memang tidak seberapa ia bawa kemarin. Kini ia sudah siap melangkah dengan koper di tangannya, memutuskan untuk menunggu Mamanya di tepi jalan depan sana. Terlalu menyebalkan ponpes ini baginya. Serta, sampai kini Vanya dan Tania belum tau jika ia akan pulang hari ini, mereka masih di kelas sekarang.

Tap tap tap

Langkah Saras ditemani seretan kopernya.

Srep

Ia berpapasan dengan Aidan, Fauzan, dan Syaqib.

Ketiganya menatap bingung ke koper Saras, bukan ke Saras.

"Neng Saras, ngapain bawa-bawa koper?" tanya Syaqib menahan tawa.

"Haha, ada-ada aja kelakuannya," bisik Fauzan ke Syaqib, mengira Saras sedang bergurau.

"Mau syuting itu ya Neng, film-film korea gitu. Mau dong jadi Lee Min Ho, haha," lanjut Syaqib mengolok.

Tidak bertingkah konyol seperti biasa, Saras menatap sayu ke ketiga orang itu. Lalu memasang senyum paksa "Aku berhenti."

"Hah!!!" mata ketiganya membulat.

"M-maksudnya Neng?" Syaqib terlihat tak biasa.

"Ya mulai hari ini aku pindah, gak akan lagi datang kesini."

"T-tapi kan kamu belum sampai seminggu disini, masa udah mau pindah aja," Aidan menimpali.

"Kan aku udah bilang dari awal kalau aku gak betah disini."

"Jangan pindah atuh Neng, kami sedih loh ini ditinggal," ucap Syaqib.

"Bilang aja kalian senang."

"Astaghfirullah, Neng. Mana ada begitu, justru Neng Saras itu selalu bawa aura ceria setiap harinya."

Saras tersenyum sekedarnya "Mama aku udah nunggu di depan kayaknya, aku pergi ya."

"Tapi Neng...."

"Oh iya, bilang sama teman kalian itu kalau aku minta maaf udah bikin jelek namanya."

"Bilang juga sama dia buat jangan khawatir lagi, karena mulai hari ini aku gak bakalan ganggu dia lagi."

"Dan satu lagi, sampaiin terimakasih aku ke dia atas bantuannya selama aku disini."

Ketiganya menatap penuh tanda tanya "M-maksudnya?"

"Udah, bilang aja pokoknya."

"Aku juga mau ngucapin makasih buat kalian, karena kalian udah banyak bantu aku selama beberapa hari ini. Terutama Aidan, makasih yah Aidan. Maaf udah bikin kamu jatuh ke lantai kemarin."

Mata Aidan tampak berkaca-kaca "Kenapa harus pindah?"

Senyum Saras mengembang, tampak lebih dewasa kali ini "Ini bukan tempat aku. Dan gara-gara aku juga, nama baik seseorang jadi tercoreng."

"Ada apa sih sebenarnya, Rass?" Syaqib ikutan berkaca-kaca.

"Hehe, gak ada. Aku pamit yah. Jaga diri baik-baik." Saras langsung melangkah pergi, enggan menjawab pertanyaan tiga orang itu.

Saranghaeyo, Gus Tampan [TELAH TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang