80. Pemerasan Tok-sim-sin-mo

1.5K 42 0
                                    

Coh Jian-jo tertawa tawar, katanya, "Kalau kau mau meluluskan satu permintaanku, akan kubuatkan semacam alat rahasia yang teramat jahat dan berbisa pada kau, para orang-orang gagah di seluruh kolong langit ini tiada seorang pun yang mampu menyelamatkan diri dari serangan buah tanganku ini!"

Terpancar sinar terang dari biji mata Tok-sim-kin-mo, katanya, "Senjata rahasia apa, coba kau sebutkan dulu!"

"Setelah alat rahasia itu dapat kuciptakan, seluruh kaum persilatan di Bulim pasti takkan memberi pengampunan kepadaku, tatkala itu seumpama kau melepas aku pergi, akupun takkan dapat keluar seorang diri. Tapi hanya satu pengharapanku kepada kau, lepaskan cucuku perempuan. Sungguh aku akan sangat berterima kasih kepadamu!"

Tok-sim-sin-mo terkekeh-kekeh, sejenak ia berpikir lalu katanya. "Kau katakan dulu barang apakah ciptaan barumu itu?"

"Tidak!" sahut Coh Jian-jo menggeleng kepala. Kali ini aku tidak akan sebutkan lebih dulu!"

Tok-sim-sin-mo tertawa kering, katanya, "Kau harus tahu. Sekarang kaulah yang memohon kepadaku bukan aku yang meminta-minta kepada kau, sedang cucu perempuanmu masih di tanganku, ingatkah kau!"

"Aku tidak akan dapat kau ancam pula sekarang, kau sendiri akan paham, selamanya adalah kau yang meminta-minta kepadaku, soalnya karena kau tangkap cucuku untuk dijadikan sandera belaka. Seumpama benar Hun Thian-hi sudah meninggal, toh aku bukan tidak tahu orang pandai dan lihay di dunia ini bukan melulu dia seorang...... Terutama Ka-yap Cuncia belum lagi muncul, Bu Bing Loni kau jauh bukan tandingannya. Meski jiwamu seorang dapat kau pertaruhkan atas jiwa kita kakek dan cucu tapi cobalah kau berpikir sekali lagi atau akan kutunggu sampai kau berpikir duabelas kali."

Berkilat-kilat sorot kekejaman di mata Tok-sim-sin-mo, dengan geram ia membanting kaki, dengusnya, "Urusan tidak segampang seperti yang kau katakan, aku boleh mati di tangan Ka-yap Cuncia, atau terbunuh oleh Bu Bing Loni, tapi mungkin cucumu bisa segera mampus dihadapanmu."

Coh Jian-jo rada terpengaruh akan ancaman ini, katanya sember, "Kau pun tahu Ka-yap Cuncia selamanya tidak membunuh orang, bila dia meringkus kau, mungkin kau bisa disekap lagi selama limapuluh tahun!"

Biji mata Tok-sim-sin-mo semakin mendelik gusar, desisnya, "Kau sangka aku bakal tunduk akan ancamanmu?"

"Aku tidak tahu apakah kau bakal menyerah," ujar Coh Jian-jo, "Tapi bila kau melebarkan pandanganmu mungkin kau akan berbuat menurut usulku!"

"Coba kau terangkan dulu, senjata rahasia macam apa?"

Sesaat Coh Jian-jo beragu, akhirnya ia membuka mulut, "Namanya Kiu-siau-biat-hun-tan! Terbikin dari bahan pembakar yang paling ganas, tiada seorang pun yang kuat bertahan dari semburan api yang dahsyat."

"Baik," sesaat berpikir Tok-sim-sin-mo lantas menyetujui, "Sekarang juga kusiapkan peralatannya, besok dapat kau mulai bekerja" — lalu ia menyeringai dingin dengan penuh kemenangan, bergegas ia membalik terus tinggal pergi.

Setelah Tok-sim-sin-mo pergi Coh Jian-jo menghela napas, dilihat dari sikap orang terang dia tidak punya ketulusan hati sesuai dengan janjinya, entah apa pula alasan yang diajukan besok pagi, urusan sudah telanjur sedemikian jauh, inilah tindakan terakhir bagi jalan yang harus ditempuh dirinya, jikalau tidak berhasil terpaksa ia harus berbuat menurut rencana, begitulah sambil berpikir-pikir ia berjalan mondar-mandir di dalam kamar.

Betapapun Tok-sim-sin-mo tidak perlu disangsikan akan keculasan hatinya, kelihatannya memang dia rada mengalah, namun bukan mustahil dia memang punya rencana dan caranya sendiri. Dia tahu bahwa yang dikuatirkan Coh Jian-jo melulu keselamatan cucunya perempuan, bila cucunya dilepas jadi dia tidak punya kekuatiran pula, maka selanjutnya tidak perlu membuat segala peralatan untuk dirinya. Yang terpenting sekarang ia harus cepat bertindak, kelihatannya sikap Coh Jian-jo mulai ketus dan teguh pendirian. Kalau salah langkah pasti segalanya akan menjadi runyam, bukan mustahil pula orang akan rela gugur bersama!"

Badik Buntung - Chin TungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang