Part 58 [Flashback Arli]

21.3K 1.1K 1.2K
                                    

Segala typo dan kata tdk benar...

Tolong kasih tau🙏🙏🙏🙏

Ini dikit kok cuma 1755kata

Happy Reading....

-----------------------------------------------------------

Pemain: Arli Juan Moreno
Shelly Cassandra

No Copas No Bully No Baper

🌹🌹🌹

Setelah kalimat terakhir itu mata Arli terpejam. Dia lelah. Dia lemah. Arli tertidur begitu saja.

Lalu entah dari mana muncul sekelebat bayangan yang begitu saja mendekati Arli. Dia adalah Shelly, terlihat sangat nyata. Tapi wajah wanita itu tampak jauh dari bahagia.

Tiba-tiba saja dengan gerakan cepat Shelly langsung memeluk Arli erat, mengalungkan kedua tangannya di leher Arli. Pemuda itu sampai harus membungkuk badan karena tingginya yang jauh dari Shelly.

"Ali...," suara lirih Shelly terdengar sangat menyedihkan.

"Lily-ku...," satu butir air mata Arli menetes melewati matanya. "Lily-ku, please don't go. I love you."

"Ali...," masih di dalam dekapan Arli. Shelly semakin memeluk pria itu erat.

"Aku tau ini mimpi. Tidak apa-apa. Kalau aku tidak bisa bersamamu di dunia maka biarkan aku disini bersamamu, di alam mimpi. Aku tidak ingin bangun lagi. Tidak."

Suara itu terdengar penuh kejujuran begitu menusuk hingga ke sanubari hatinya sendiri.

Mata Arli terpejam dan memory pikirannya melayang ke masa itu saat dia merencanakan ingin membunuh Martin.

Yud..," suara Arli tertahan lima detik. Dia melihat wajah Shelly yang ketakutan dan gemetar. Lalu dengan santainya Arli berkata, "Bunuh Martin sekarang juga."

"TIDAAAKK!!"

Pekik Shelly histeris bersamaan itu juga dia memukul membabi-buta dada Arli.

"Jangan! Jangan! Hiks...," jerit Shelly lagi menarik dan mengguncang jas mahal Arli. "Jangan Ali!!

"Hiks!!" tangis Shelly pecah. Dia tidak peduli lagi jika saat ini dia terlihat lemah dan tidak berdaya dihadapan Arli. Dia tidak peduli jika Arli mengatai dirinya lemah dan cengeng. Terserah! Baginya itu tidak penting lagi.

"Jangan.. hiks...Ali...hiks... Aku mohon..hiks jangan..hiks..," tangis isak Shelly tidak sama sekali membuat hati Arli iba.

"Jangan...hiks...lakukan...hiks..."

Arli sudah meletakkan ponsel-nya di atas meja kerjanya. Dengan melihat handphone Arli di atas meja itu artinya sebentar lagi Shelly akan kehilangan sosok yang sangat penting dan berjasa di hidupnya.

Tubuh Shelly gemetar, napasnya sesak. Seakan dia tidak mampu bernapas lagi. Tiba-tiba mata Shelly berkunang-kunang lalu semuanya tampak menggelap. Tapi sebelum kesadarannya hilang Shelly sempat mendengar seseorang meninggikan suara menyebut namanya.

"LILY!"

Arli yang panik pada saat itu juga langsung menyandarkan kepala Shelly yang pingsan di dadanya.

Project Big Boss / PBB [END]✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang