55. cemburu

1.1K 94 2
                                    

______

"Jadi gimana key?" Keysha yang akan memasukan makanannya ke dalam mulut tertunda saat mendapat pertanyaan Caca lagi, lagi dan lagi.

Sejak tadi pagi Caca, Anya dan juga Dila selalu membujuknya agar ikut pergi liburan ke Bandung bersama teman temannya namun Keysha tetap pada pendiriannya.

Hingga saat mereka dikantinpun ketiga temannya itu tidak menyerah, bahkan dari tadi Keysha yang ingin menyuap nasi gorengnya terus saja tertunda.

Seperti biasa kantin yang ramai membuat kepala Keysha berdenging, apalagi kakinya yang masih sedikit sakit menjadikan semua badannya juga ikut sakit.

"Ikut aja kenapa sih key, anggep aja kualiti Time ya?" Kali ini Anya yang memohon.

Keysha menggeleng"gue nggak mau, capek"

"Nantikan ada Gilang juga" timpal Dila, Keysha menatap ketiga temannya itu bergantian dengan wajah lempengnya.

Caca Dila dan Anya uang menunggu jawaban keyshapun terdiam dengan tatapan wanti wanti, kalau saja Keysha akan menolak lagi.

Dan ternyata benar saja, Keysha tetap menggeleng"neneknya Gilang lagi sakit jadi dia nggak mungkin pergi"

Caca dan Anya menghela nafas kecewa sedangkan Dila mengangguk mengerti "oh, yaudah kita juga nggak bisa maksa lagi kalau gitu" ucap Dila, yang diangguki oleh Caca dan Anya.

"Emang neneknya Gilang sakit apa key?" Tanya Caca penasaran.

Keysha menggeleng lemah lalu menyuap nasi gorengnya lagi"nggak tahu, gue nggak pernah nanya"

"Kenapa nggak nanya?" Anya ikut bertanya penasaran.

"Emang harus nanya?"Keysha balik bertanya membuat ketiga temannya itu mendengus sebal.

"Lo tuh ya key, Gilang itu pacar Lo kan? Masa nenek pacar sendiri nggak tahu sakitnya apa?" Caca menggelengkan kepalanya tidak habis pada pikir.

"Gue setuju sama si Caca, sebagai pacar Gilang harusnya Lo nanya dong neneknya sakit apa" tambah Anya.

"Resiko pacaran sama orang malas" sahut Dila membuat Keysha langsung mendelik ke arahnya.

Di belakang, Gilang yang sedari tadi mencuri dengar pembicaraan merekapun berdehem "kalian ghibahin orang yang ada di belakang kalian? bar bar" serunya sembari mengacungkan jempolnya, Ibnu, Toro serta teman teman mereka yang lain terbahak.

Caca dan juga Anya menunduk malu sedangkan Dila menyeruput es jeruknya biasa saja. Keysha yang sedari tadi merengut kini tersenyum miring "Rasain!" Ledeknya yang membuat Caca dan Anya merengut kesal.

"Tapi yang kita omongin benerkan?" Tanya Caca tanpa mau kalah namun kali ini dengan suara yang berbisik.

Keysha memilih mengabaikan dan kembali memakan nasi gorengnya.

"Oh iya, Aldi bilang kalau nanti ibu ayu nggak masuk jadi habis ini kita free" Caca kembali berceletuk.

Anya menatap Caca berbinar sedangkan Dila dan Keysha beralih menatap Caca dengan tatapan memastikan.

"Kok Aldi tau?" Tanya Anya

"Kan dia OSIS, ketua kelas juga, jadi wajar dong dia tahu, setiap hari kerjaannya bolak balik keruang guru sama kayak abangnya Keysha" jawab Caca yang diangguki oleh Anya.

"Oh iya ngomongin soal kak kepin, dia beneran dapet beasiswa key?" Anya beralih menatap Keysha dengan wajah penasaran. Keysha hanya mengangguk sebagai balasan.

"Kelvin bukan kepin anyong!" Imbuh Caca

"Terserah gue dong, gue mau manggilnya kak kepin kenapa? Masalah?" Jawab Anya dengan wajah menantang.

MAGER [COMPLETED✓]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang