19

34.3K 1.1K 9
                                    

"Gue cuma bisa ngikutin ego gue, dan ngeliat dia dari kejauhan." Rangga semakin menguatkan cekalan tangannya di kerah baju Raffi.

Raffi sama sekali tidak berontak, ia sadari tadi hanya menatap mata coklat tua itu dalam.

"Biarin gue masuk, gue cuma mau minta maaf."

"Raff, satu yang gue tau. Dari tatapannya Bunga itu suka sama lu."

Walaupun terkejut Raffi masih memasang ekspresi datarnya, tapi sebenarnya ia hanya menganggap itu candaan Rangga semata. Mana mungkin Bunga suka sama playboy mesum cap kapal api kayak dia. Lagipula Bunga yang mengatakan sediri bahwa ia suka pada Rangga. Jadi itu tidak MUNGKIN.

Raffi menggeleng. "Lu suka sama dia kan? Perjuangain dia." Rangga mengendurkan cekalannya. "Dan gue akan menjauh. Karena gue cuma bisa ngerusak dia."

Rangga melepaskan cekalannya. Dan membiarkan Raffi memasuki kamar rawat Bunga.

Disana Bunga nampak berbaring dengan Infus yang tertancap di tangan kirinya, wajahnya terlihat sangat pucat dan ia masih dalam keadaan tak sadarkan diri.

"Bung." Panggil Raffi sambil mengelus pipi Bunga, dan menyelipkan anak rambut yang menutupi matanya ke belakang telinga.

"Bung, gue minta maaf ya. Gara-gara gue lu selalu celaka. Lu liat di depan sana ada Rangga. Hari ini Rangga yang jadi pahlawan lu. Tapi lu harus inget, besok-besok gue pasti akan jadi pahlwan lu."

"Mulai besok juga, lu gak akan ketemu ama si brengsek Raffi lagi."

"Maafin gue ya Bung." Raffi mengelus pucuk kepala Bunga.

Perlahan kelopak mata yang menyembunyikan iris ketenangan itu membuka matanya. Raffi lalu menarik kembali tangannya dari pucuk kepala Bunga.

"Maafin gue Raff. Gue udah ngachangin lo, makanya lo kesel kan?" Lirih Bunga, sambil tersenyum.

Raffi menaruh jari telunjuknya di depan bibir Bunga. "Sttttt, seharusnya gue yang minta maaf. Oh iya gue ada sesuatu." Raffi mengeluarkan sesuatu dari balik jaket supreme yang dikenakannya.

"Yah, udah agak ancur." Dan ia memberikan sepucuk mawar merah, yang beberapa kelopaknya nampak layu, membuat Bunga kembali tersenyum.

"Ini bagus banget. Abstrak. Makasih ya."

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi menyaksikan aktivitas mereka. Sambil tersenyum miris orang itu__Rangga__ meninggalkan rumah sakit.

...

"Hallo, Sen ajak Anggito ama Rendy ke restoran jepang di di jalan *** gue tunggu." Kata Raffi di sambungan telponnya.

"Lu tuh hobby banget merintah-merintah."

"Udah kaga usah ngebacot. Gue mau otw sekarang." Ia lagi-lagi menutup secara sepihak panggilan itu.

Setelah itu Raffi nampak membongkar satu lemari yang berisi kardus kecil dan beberapa buku, untuk mencari kunci motornya.

"Di mana lagi, gue naruh. Punya kaki ya tu kunci." Sambil menggaruk kepalanya yang sedang bingung ia terus meraba-raba isi lamari yang melebihi tinggi tubuhnya itu.

'Bruk!' Sampai sebuah buku jatuh di atas kepalanya.

Sialan, ini apaan coba?

Kesal Raffi dalam hati, ia lalu mengambil buku yang terjatuh di kepalanya dan berakhir dilantai itu.

'It's No Secret'

Raffi tersenyum singkat saat mengingat tentang buku yang pernah ia pinjam pada Bunga itu. Dan segera mencari kunci motornya dan pergi ke kafe *** membawa bukunya.

Sememtara di rumah sakit, Bunga sedang bosan sambil memandangi kaca jendela kamarnya yang berada di lantai enam. Sampai kedatangan seorang dokter cantik bernama Rina memgejutkannya.

"Selamat siang, Bunga. Saya Rina istri dokter Ferdinand." Hanya dibalas anggukan oleh Bunga.

"Begini, saya yang mengambil sempel darah kamu tadi pagi. Dan dari hasil yang bisa disimpulkan." Dokter Rina menjeda kata-katanya. "Kamu terkena Leukemia memasuki stadium ketiga." Bunga hanya diam mendengar penjelasan Dokter muda dihadapannya. Hingga setetes air lolos begitu saja dari kelopak indahnya.

"Tenanglah, masih ada kemoterapi untuk menyembukan penyakitmu. Dan aku menduga kamu sudah lebih 1 tahun belakangan ini mengalami mimisan, sakit kepala dan nyeri pada tulang atau sendi."

"Tapi jika kamu tidak mau kemoterapi, saya bisa menyaranakan kamu melakukan transplantasi sel induk, sum-sum tulang belakang. Dan untuk sekarang beristirahatlah."

____

B e r s a m b u n g...

Impressive Love [TAHAP REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang