25

2K 109 9
                                    


Anisa menyipitkan matanya begitu mendapati Rizky yang sudah berpakaian rapih. 

"Mau kemana?" tanya Anisa. 

Rizky yang baru saja keluar dari kamar, langsung menghampiri Anisa yang tengah duduk di sofa depan tv. 

"Aku pergi dulu bentar, ada urusan. Kamu di rumah sendiri gapapa kan?" tanya Rizky

Anisa menganggukan kepalanya pelan, "Ketemu Michelle?" tanya Anisa spontan. 

Rizky yang terkejut dengan pertanyaan Anisa pun mendadak diam dan salang tingkah, "eeee..em.. ituuu aku mau.." 

Anisa menghela nafas pelan lali tersenyum kecil mendapati reaksi Rizky yang gelagapan, "Gapapa kok kalo emang mau ketemu Michelle. Salam aja ya dari aku" ucap Anisa

Rizky kembali menatap Anisa dalam, mencari tau kebenaran dari ucapan Anisa. Apa mungkin ia baik-baik saja? Atau justru Anisa sedang berusaha untuk terlihat baik-baik saja?

"Loh? Kamu kenapa ngeliatin aku kaya gitu?" tanya Anisa bingung

Rizky mengenggam sebelah tangan Anisa, "Beneran gapapa?" tanya Rizky hati-hati.

Anisa tertawa kecil menanggapi pertanyaan Rizky, pertanyaan Bodoh yang seharusnya memang tidak ditanyakan. Bagaimana bisa Anisa menjadi 'baik-baik saja' jika orang yang kini secara Sah menjadi Suaminya, justru bertemu dengan 'pacarnya'. Meskipun inilah pernikahan yang terjadi secara paksaan, tapi rasanya tetap saja bukan? Tak akan ada yang rela jika berbagi seseorang yang sebenarnya sudah menjadi milikmu. 

"Kamu tenang aja. Aku tetep inget background pernikahan ini kok. Kamu dan Michelle, Aku dan keluarga aku" jawab Anisa lugas. 

Seolah merasakan sesuatu yang mengganjal, Rizky hanya terdiam mendengar ucapan Anisa yang menyentil hatinya. Entah apa yang Rizky rasakan, tapi rasanya dalam pernikahan ini Anisalah yang harus menanggung perasaan. 

"Heh! Malah bengong lagi hahaha, udah sana berangkat, nanti kemaleman loh?" seru Anisa sambil menoyor kepala Rizky pelan. 

Rizky mencebikkan bibirnya kesal karena kelakuan Anisa, "dasar ya istri durhaka, gak sopan! Udah tau ini kakak kelas, masih aja berani toyor kepala!" Rizky langsung bangkit dari duduknya. 

"Yaudah aku berangkat sekarang ya?" Anisa pun menganggukn kepalanya sambil tersenyum simpul.

"Aku anter ke pintu deh" Anisa dan Rizky jalan beriringan menuju pintu. 

Sampai diluar pintu pun, Rizky masih setia menatap dalam wajah Anisa. Seolah dilema antara pergi dengan cara menyakiti gadis dihadapannya ini, atau pergi demi pujaan hatinya. 

"Ih, bengong terus ya! Udah sana pergi, kasian tuh pacar kamu nungguin" ledek Anisa 

Rizky masih saja diam tak menggubris ledekan Anisa yang diselingi tawanya yang hambar. Meskipun Anisa menunjukan tawa dan senyumnya itu, tapi Rizky tau kalau sebenarnya Anisa tengah menutupi perasaannya. 

"Yaudah aku masuk ya? Hati-hati ya, jangan lupa salam aku buat Michelle ya" Belum sempat Anisa membalikkan badannya, Rizky sudah terlebih dulu menyekal tangan Anisa. 

"Kenapa lagi?" 

Rizky dengan cepat mencium kening Anisa dan kembali menatap gadis cantik di hadapannya ini, "Aku janji gak bakal lama, maaf nis" Tanpa mendengar sepatah kata yang keluar dari gadis di hadapannya itu, dengan langkah cepat Rizky menghilang dalam lift.

Anisa masih terpaku di tempatnya dengan sejuta tanda tanya yang ada di kepalanya. Sampai detik berikutnya, gadis cantik ini tersadar dari lamunannya sambil tersenyum getir pada dirinya sendiri. 

unexpected loveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang