"Baik Pak." Raina mengambil Map itu.

Namun lagi-lagi Raina terdiam karena Angkasa tidak kunjung pergi dari ruangannya.

"Kamu bilang sample produk kemarin belum ada yang mengambil?" tanya Angkasa tiba-tiba.

"Iyah Pak, ada Meeting dadakan dan Kris juga sedang ijin sakit."

Angkasa buru-buru mengangguk. "Biar saya dan Nataline yang akan mengambilnya".

Semua orang tediam, terutama Nataline yang tiba-tiba saja menjadi tidak enak hati. Dia benar-benar terkejut dengan perkataan Laki-laki itu seperti benar-benar sedang menjahili Nataline prihal kejujurannya semalam.

¤▪︎▪︎▪︎¤

Flasback on

Karena terburu-buru keluar dari meja Nataline tidak sengaja menyenggol tas milik Angkasa yang ada disampingnya.

Sedangkan laki-laki itu sedang tidak ada di kelas saat sedang jam istirahat. Nataline mendesah kemudian mengambil tas itu asal dan tanpa dia duga tas milik Angkasa terbuka sehingga semua isinya keluar tanpa Nataline sengaja.

Isi tas itu tidak banyak, hanya saja barang-barang terlarang ada di sana seperti rokok dan sebagainya.

Nataline khawatir buru-buru memasukan kembali barang-barang itu ke dalam tas milik Angkasa. Hanya saja dengan bodohnya Nataline melihat sebuah pil berwarna kuning seperti obat.

Dan sialnya ketua kelas melihat wanita itu sedang memegang benda yang tentu saja semua orang bisa menebaknya sebagai obat terlarang.

"Nataline lo makan Narkoba?"

Seketika itu pula Nataline tersentak dan tangannya refleks menjatuhkan benda itu ke lantai.

Semua nya terjadi begitu saja dan berakhir di kantor kepala sekolah dimana ada dua murid disana. Nataline dan Angkasa yang sedang menghadap kepala sekolah.

Nataline sama sekali tidak bisa menatap laki-laki yang ada disampingnya itu karena merasa sangat takut.

"Jadi tolong jelaskan kepada saya, siapa yang membawa obat ini?"

Nataline benar-benar menunduk-kan kepalanya, sekarang banyak pemikiran gila di otaknya. Dia takut kepada Angkasa dan dia juga takut akan kemungkinan dirinya yang akan menjadi tersangka.

"Saya pak." Angkasa mengangkat tangannya seolah tidak takut sama sekali.

Refleks gadis itu melihat kearah Angkasa yang memasang wajah teramat datar.

"Lalu apa hubungannya dengan Nataline?"

"Sa ... saya ...." gadis itu mendadak tidak bisa berbicara seakan ternggorokannya di tahan oleh sesuatu.

"Tidak ada hubungannya Pak, Nataline hanya tidak sengaja membuka tas saya."

Kepala sekolah hanya menghela napas kasar, laki-laki itu tetap harus bersyukur bahwa Nataline salah satu wajah sekolah itu bukan pelakunya. Namun tetap saja kedua anak itu harus mendapat tes agar masalahnya terlihat jelas.

"Kalian duduk dulu di sana, sebentar lagi akan ada petugas kepolisian yang akan datang."

Nataline menjatuhkan air matanya, dia memang tidak bersalah tapi dia benar-benar merasa takut, kalau dia tidak terbukti pun Angkasa pasti akan membalas dendam karena kesalahannya rahasia laki-laki terungkap oleh Nataline.

Flasback off

¤▪︎▪︎▪︎¤

Di dalam mobil itu Nataline hanya bisa termenung dan tidak berani melihat Angkasa yang sekarang pokus menyetir.

Keheningan terjadi sekitar lima belas menit setelah mobil itu berjalan. "Kamu menghindari saya Nataline." Angkasa membuka suara dan melihat kearah gadis itu yang terlihat gelagapan.

"Saya ... Saya enggak pak!"

"Iyah kamu Nataline, pasti gara-gara kemarin kan?"

Nataline menunduk dan memainkan kukunya. Semenjak kesialan yang berturut-turut dia hadapi, kepercayaan gadis itu menjadi sangat rendah.

"Sekali lagi saya minta maaf, dulu karena saya Bapak di keluarin dari sekolah." Nataline menangkupkan kedua tangannya.

"Ck, sudah saya bilang itu bukan salah kamu."

Nataline hanya menatap laki-laki itu ragu. "Tapi tetap saja saya merasa bersalah."

"Lagi pula gara-gara itu saya berubah menjadi seperti sekarang!" kata Angkasa mencelos meningat masa-masa buruk setelah keluar dari SMP.

Nataline hanya mengerjapkan matanya, dia tidak tau apa yang terjadi kepada laki-laki itu setelah keluar dari sekolah. Tapi memang benar Angkasa berubah menjadi seorang laki-laki yang sangat terlihat baik.

"Jadi jangan ungkit masalah dulu."

Nataline kembali duduk seperti semula dan hati nya sekarang menjadi sedikit lega. Meski begitu dulu dan sekarang Angkasa masih saja sama, sama-sama membuat Nataline takut dengan kekuasaannya.

Sepertinya laki-laki itu memang selalu di takdirkan menjadi dominan dan membuat orang merasa terintimidasi.

"Sekarang saya mau tau, kemana Nataline yang dulu?"

Mata itu saling menatap, Nataline sekarang menyadari, ketakutan terbesarnya adalah ketika Angkasa menanyakan hal yang tidak ingin dia ceritakan kepada siapapun.

____

Note : Belum sempat ngedit jadi mohon di maklumi :)

Note : Belum sempat ngedit jadi mohon di maklumi :)

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

tbc
¤▪︎▪︎▪︎¤

tbc¤▪︎▪︎▪︎¤

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
ME AFTER YOU (TERBIT)On viuen les histories. Descobreix ara