rannywulandari
Hari pernikahan adalah memori terindah yang dialami oleh setiap pengantin wanita. Tapi tidak bagi Laura Howard. Dalam satu kedipan mata, memori indah itu berubah menjadi mimpi buruk saat calon suaminya tak kunjung datang. Seperti serbuk dandelion yang terbang terbawa angin, Mario Wayne menghilang di hari pernikahan itu dan tak pernah muncul lagi. Hingga akhirnya 2 tahun setelah hari itu, berita tentang Mario muncul pada beberapa Majalah Lokal. Ia sukses menarik perhatian beberapa wartawan akibat berita kedekatannya dengan salah satu model asal Indonesia yang menetap di Amerika, Isabella.
Tiga tahun berlalu sejak hari itu, Laura akhirnya sadar bahwa ia harus melanjutkan hidupnya. Ia juga harus berbesar hati karena ternyata takdir mengantarnya pada sebuah profesi yang awalnya ia benci -seorang perancang gaun pengantin-. Niatnya untuk menjauhi hal-hal berbau pernikahan kini harus ia urungkan karena sepertinya ia harus menghabiskan seumur hidupnya untuk berurusan dengan rencana pernikahan orang lain. Seiring dengan datangnya kesialan itu, sebuah anugerah lain muncul saat takdir mempertemukannya dengan Richard Kim(28). Seorang pria blesteran bermata cokelat yang begitu mencintainya.
Tapi nyatanya mimpi buruk itu kembali datang saat Lara terlibat dalam sebuah Project Foto Pre-wedding yang akan berlangsung di Chillon Castle. Itu artinya Laura harus kembali lagi ke Swiss, satu-satunya tempat yang selalu ia hindari karena trauma kegagalan pernikahannya 5 tahun lalu. Tak cukup sampai disana, project itu justru melibatkan Mario sebagai fotografer utama.
Alam sepertinya bersekongkol untuk mempertemukan Laura dan Mario untuk kedua kalinya. Menyodorkan cuplikan mimpi buruk yang sudah sempat Laura pendam dalam ujung ingatannya yang terdalam. Tapi bagaimana jadinya jika pertemuan itu justru menghadiahkan sebuah akhir cerita yang dulu belum sempat terselesaikan? Akankah Laura kembali pada dandelionnya yang sudah sempat terbawa angin? Ataukah keadaan justru berjalan sebaliknya?