Mark kembali meraih lengan Jungwoo, menautkan jemarinya pada sela-sela jemari Jungwoo yang lentik. “Bukankah kau ingin aku menikahimu ketika malam natal tiba, lalu kenapa sekarang kau minta secepatnya. Apakah ada seseorang yang telah berani mengambil alih posisiku dihatimu sehingga kau takut berpaling ya?”
Pertanyaan Mark membuat Jungwoo semakin cemberut.
“Aku yang takut jika kau berpaling dariku, aku tau dari Kak Taeyong jika ada karyawan baru yang manis dan juga cantik yang bekerja dikantormu, dan semuanya menyukai karyawan baru itu.”
Mark tertawa, kemudian menjawil hidung mancung Jungwoo
dengan gemas. Dan membuat Jungwoo meringis pelan, “Mana mungkin aku berpaling karena ada karyawan baru, toh. Hatiku hanya untuk Kim Jungwoo seorang,”
Sudut bibirnya naik, pernyataan Mark seperti magic yang bisa merubah mood-nya menjadi lebih baik.
“Mark, apakah kau baru saja mengutarakan isi hatimu?”
“Tidak, aku hanya bergurau saja.”
“Mark!”
“Kenapa Sayang, hmm?”
“Aku membencimu,”
“Aku sangat mencintaimu!”
“Mark, hentikan candaanmu itu, aku benar-benar tak suka.”
Mark melabuhkan ciuman ringan dikedua punggung tangan Jungwoo, “Baiklah, maafkan aku, Sayang. Aku berjanji. Dua bulan lagi kita akan menikah, dan apapun yang kamu mau, semuanya akan aku kabulkan. Asalkan rondenya berkali-kali lipat,”
Plak!
Mark meringis pelan, Jungwoo menggunakan telapak tangannya untuk menepuk lengan Mark sedikit lebih kencang. “Astaga Mark, jangan berkata mesum atau nanti akan ada setan yang muncul!”
Seseorang menginterupsi mereka, “Ups, maaf mengganggu acara romantis kalian tetapi filmya sudah dimulai, dan Doyoung tak mau melewatkannya tanpa kalian,”
“Jadi dia setannya?” tunjuk Mark dengan dagunya.
Jungwoo hanya bisa menggeleng pelan. “Jangan begitu, dia calon kakak iparmu loh.” bisik Jungwoo.
“Bisakah beri kami waktu kawan? Aku bahkan belum memulai intinya,”
Jungwoo menyikut pelan perut Mark, “Mark, jangan usil.”
“Ugh, sakit Sayang,” Mark kembali menjahilinya.
Taeyong mengambil beberapa snack ringan dari dalam kitchen set Jungwoo. “Lebih baik kalian segera ke ruang tamu, atau macan akan menghampiri kalian dan memarahi kalian karena sibuk berpacaran didapur,”
Dan ia kembali ke ruang tamu untuk menemani Doyoung yang sedang menunggu Jungwoo dan Mark.
“Aku tak mau Kakakku marah, ayo kita kesana.”
“Tunggu sebentar, aku akan mengambil soda untuk kita.”
“Baiklah kalau begitu aku duluan,”
Dan akhirnya Jungwoo memutuskan menyusul Taeyong dengan segelas susu yang telah ia tuang.
Sementara Mark masih didapur, dia membuka kulkas dan mencari sesuatu. Tetapi tiba-tiba saja ada sebuah telepon masuk dan memaksanya pergi ke halaman belakang rumah Jungwoo.
Mark melihat sekelilingnya, dan tampaknya tak akan ada yang mendengarnya.
“Apakah malam ini kau akan datang?” tanya seorang gadis bersuara lembut dari sambungan telepon tersebut.
YOU ARE READING
Drippin' | Markwoo + Jaewoo
Romance[ S L O W U P D A T E ] Ide cerita murni hasil imanjinasi Blue ⛔ Homophobia dan Plagiator Pergi Dari Lapak Ini ⛔ ⚠ Trigger Warning ⚠ Murder, Toxic Relationship, Violence, NSFW, and Abuse. [ S I N O P S I S ] Jungwoo mengira jika Jaehyun berbeda den...
✨ One ✨
Start from the beginning
