Hii ^_^👐
Thank you sm to see this story ♡
Angin malam kembali berhembus menerbangkan rambutku.
Aku tau malam semakin larut. Langit berwarna hitam pekat dengan suhu yang semakin rendah seolah memberitauku.
Tapi aku tidak bisa berhenti berjalan. Lebih tepatnya tidak dibiarkan berhenti. Orang ini terus saja menarikku dengan raut masam.
Sedari tadi aku terus saja menggerutu karena dia menggenggam tanganku dengan kencang. Seolah-olah aku akan berlari jika tidak dipegangnya.
Lagi-lagi aku mendengus. Ini sudah sangat jauh dari tempat aku bertemu dengannya tadi. Sebenarnya kita akan kemana.
Biar kuberitau,sebenarnya ini kurang mengenakkan tapi sepertinya aku harus memberitaumu terlebih dahulu. Atau mungkin sebentar.
"Ya! Bisakah kau pelan-pelan saja? Tanganku sakit,"keluhku. Aku sudah sangat kesal. Dia yang memulai permasalahan. Ini sama sekali bukan salahku, aku tidak bersalah. Menurutku.
Ini bukan cerita sedih. Tapi aku sudah merasa sedih saat lelaki ini mendadak menghempas tanganku dengan kasar. Aku sama sekali tidak suka diperlakukan dengan kasar. Kecuali dia ingat itu,terlebih kami sudah mengenal cukup lama.
"Jelaskan padaku apa yang terjadi tadi!"
sergahnya.
Aku mengusap pergelangan tanganku terlebih dahulu. Tidak berniat berbicara sesuatu. Aku tidak mau menjawabnya. Aku tidak mau—
"Jawab aku"
Aku mendongak kemudian memutar mata muak."Jawab apa? Menjawab kalau aku sangat kesal padamu dan ingin sekali menamparmu? Begitukah? "
Dia menatapku. Dia seolah berkata 'aku tidak bermain-main' dengan bibir yang mengatup rapat. Lalu apa dia pikir aku sedang bermain-main? Aku serius.
"Kalau tidak ada yang ingin kau sampaikan aku akan pulang. Membuang-buang waktu saja pergi ke sini,"ujarku sarkas. Sekali-kali tidak apa-apa jika berkata sarkas kan.
Aku segera ingin berlalu tanpa niat mengatakan apapun lagi tapi sepertinya Min Yoongi ini tidak menginginkan itu.
Buktinya dia kembali meraih pergelangan tanganku dan mencengkramnya sekali lagi.
Aku segera menghempasnya,tidak ingin tanganku semakin sakit. "Apa lagi sekarang?"
Dia mengeratkan rahang,mencoba menahan emosi. Bunyi pertemuan giginya bahkan sampai terdengar. Juga pandangan matanya berubah tajam. Aku sedikit takut tetapi berusaha tidak terlihat seperti itu.
"Jelaskan padaku kenapa kau bisa pulang bersama lelaki tadi. Jelaskan sekarang juga,"ucapnya penuh penekanan. Itu sudah cukup membuatku tidak berkedip.
"Aku,"aku menjeda,menatap sekilas ke bawah lalu mendengus."Apa urusanmu? Memangnya kau peduli?"
Aku rasa kedua matanya ingin keluar dari tempatnya. Dan tangannya mungkin sudah memerah karena sedari tadi dia mengepal. Bahkan urat-uratnya terlihat jelas.
Aku tidak berniat memancing amarahnya.
"Jangan bertele-tele,Seola! Cepat katakan."
Bola mataku sedikit membesar tidak terima. "Bertele-tele katamu? Seharusnya kau mengingat tingkah bodohmu tadi! Bukannya memarahiku karena pulang bersama temanku"
"Jadi dia temanmu?"
"Lebih baik kau mengingat tingkah bodohmu tadi,"ulangku.
"Tingkah bodoh apa sebenarnya yang kau maksud? Aku lebih peduli dengan masalah tadi! Masalah tentang kau yang bercumbu dengan temanmu ditaman itu!"teriaknya.
YOU ARE READING
DREAM [On Going]
Fanfiction[Slow Update] Cafe menjadi tempat awal aku bertemu pria aneh bernama Kim Taehyung. Diawali dengan dia yang diam-diam menatapku sampai berani menarikku keluar dari sana. Pria impulsif itu sangat menakutkan dan aneh. Dia sedikit gila sepertinya. Dan a...
![DREAM [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/242667723-64-k425388.jpg)