6. Mimpi

19K 800 17
                                    

Pandangan yang memulai rasa cinta . Perasaan yang membuat semakin indah. Hati yang membuat buta. Akal dan pikiran yang menutupinya.

****


"Jangan, jangan pergi meninggalkanku. Aku mencintaimu.  Aku menyukaimu." Kanaya mengigau di dalam mimpi.

Ternyata ini hanya mimpi. Kanaya mengusap wajah nya dan melihat jam di atas nakas. Masih jam 02.30 dini hari. Kanaya bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi, ia akan sholat tahajjud untuk menenangkan hati dan pikirannya. Baru kali ini ia memimpikan hal aneh seperti itu.

Setelah selesai sholat Kanaya mengambil Al-Qur'an dan membaca nya beberapa ayat. Sekalian menunggu waktu shubuh. Di tutup nya kitab suci itu. Kemudian ia bersandar di tembok mengingat mimpi yang ia alami.

~ Flasback mimpi ~

Kanaya berada di sebuah taman bersama dengan pria yang wajah nya masih samar-samar.

"Maafkan aku,aku tidak bisa membalas cintamu," Ucap pria

"Bagaimana mungkin kamu mengatakan itu setelah apa yang kamu lakukan kepada keluargaku," jawab Kanaya.

"Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya...."

"Hanya apa ???." Kanaya menyela ucapan pria.

"Aku hanya tidak bisa menikahimu, aku tidak bisa menikahimu meski aku telah mengkhitbahmu. " ucap pria dengan sedikit terisak.

"Tapi mengapa!" lanjut Kanaya

"Aku tidak meminta izin terlebih dahulu kepada ayah dan ibuku . Dan sekarang mereka tidak menyetujui nya. A... ak ... aku tidak mungkin melawan mereka," pekik pria itu

"Lalu siapa yang kau bawa ke rumah orang tuaku waktu itu?" tanya Kanaya.


"Dia adalah pamanku, maafkan aku Kanaya, maafkan aku! Maafkan aku karena tidak jujur padamu" jawab pria itu.

"Hiks ... hiks ... hiks .... " Kanaya terus menangis dengan tangan yang menutupi wajahnya. 

"Aku harus pergi Kanaya, aku harus pergi jauh ... jauh dari hidupmu."

"Ku mohon jangan pergi!! Hiks ... hiks ... hiks.... "

"JANGAN, JANGAN PERGI MENINGGALKANKU, AKU MENCINTAIMU, AKU MENYUKAIMU."

Kemudian Kanaya terbangun.

****

Mimpi itu sangat aneh, sangat-sangat aneh bagi Kanaya. Selama ini dia tidak pernah dekat dengan pria kecuali Ayahnya.  Jangankan dekat, teman cowok saja tidak punya. Lalu bagaimana mungkin mimpi seperti itu menghampirinya.

Tidak ... Kanaya salah 
Ada satu pria yang mengganggu pikiran nya selama satu minggu ini. Pria yang sama sekali tidak ia kenal. Pria yang tidak sengaja menabrak nya. Pria yang tuk sekedar nama saja tidak tahu.

Ya Kanaya telah merasakan fitrah cinta. Fitrah dari Allah yang sangat indah, namun salah karena tidak pada waktu yang tepat. Ia sangat salah karena telah menduakan Tuhan nya. Tak berpikir dua kali untuk jatuh cinta. Tak berpikir dosa yang akan ia buat karena cinta. Cinta yang sama sekali belum halal untuknya.

Selama ini Kanaya memang gadis yang terbilang tidak mengenal cinta .
Bahkan sebelum ia mengenakan jilbab. Ia selalu punya prinsip kalau cinta hanya memberi luka. Selain itu ia juga berpikir cinta sebelum halal itu akan banyak menimbulkan dosa.

"Aku tidak akan jatuh cinta sebelum aku sah menikah. Karena cinta akan merusak segalanya."

Itulah prinsipnya. Lalu selama seminggu ini di mana letak prinsip itu. Di mana hilangnya prinsip yang selalu ia junjung tinggi. Semakin sering Kanaya melupakan pria itu, semakin sering Kanaya mengingatnya. Entahlah.

Kanaya menepis semua pikiran di otaknya. Dan mulai bersiap-siap untuk sekolah seperti biasa.

****

Sepulang sekolah Kanaya pergi ke kafe di ajak oleh ketiga sahabatnya . Tentu saja mereka yang traktir. Kanaya hanya ikut dan izin kepada ayah di rumah.

Mereka duduk di samping kaca dan memilih meja dengan kursi memanjang. Mereka asik berbincang- bincang. Tak lupa ber-selfie, seperti anak alay jaman sekarang.

Hening sejenak ~

"Salahkah bila aku mengagumi seorang pria ?" Kanaya memecah keheningan.

Ketiga sahabat nya sedikit bingung dengan pernyataan Kanaya.

"Apa yang kamu maksud Kanaya." Dini menjawab.

"Entahlah ... beberapa hari ini aku mengagumi seorang pria yang tidak aku kenal," pekik Kanaya.

Anisya langsung menempelkan tangannya di dahi Kanaya. Hanya sebatas mengecek, apakah sahabatnya baik-baik saja. Sementara yang lain hanya mengerutkan kening.

"Aku Baik-baik saja . Dan aku serius," jawab Kanaya,seakan ia mengerti apa yang ada di pikiran Anisya.

"Aku tidak begitu paham akan agama. Aku juga tidak memahami akan kekagumanku yang bisa di artikan cinta. Namun aku hanya tahu satu hal, cinta yang belum halal akan berakibat dosa. Tapi apa yang bisa aku lakukan. Semakin aku mencoba menghindar, semakin aku mencoba melupakan, rasa itu semakin memuncak," lanjut Kanaya .

"Aku mengerti apa yang kamu rasakan ,aku mengerti kamu bingung. Hanya satu yang bisa ku katakan, BERSABARLAH, berserahlah kepada Allah," sahut Safira.

"Ya Kanaya, apa yang di katakan safira benar hanya Allah yang dapat membantumu, hanya Allah." Anisya menambahkan dan Dini hanya mengangguk. Kemudian Kanaya tersenyum lebar.

Kanaya tersenyum mendengar sahabat-sahabatnya memberi saran dan nasihat. Selalu bisa membuat Kanaya menjadi orang yang begitu berharga di mata mereka.

"Beruntungnya aku mempunyai sahabat seperti kalian bertiga." Kemudian mereka berpelukan seperti teletubis dan saling tertawa bersama.

"udah ayo pulang udah sore" Kanaya mengajak ketiga sahabatnya pulang.

Hari ini adalah hari-hari bahagia yang Kanaya lewatkan dengan ketiga sahabatnya. Menghabiskan waktu dan membuat kenangan indah. Kanaya begitu bersyukur mempunyai sahabat seperti Anisya, Dini, dan Safira. Sungguh kebahagiaan yang sempurna di masa-masa remaja.

~Semoga suka~

Thank kyu.

Salam manis
♡♡Ayin♡♡

JODOH DI USIA MUDA (Revisi)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang