Sabar Stories

Refine by tag:
sabar
WpAddganjar
WpAddcinta
WpAddbks
WpAddpasang
WpAddjaya
WpAddjawa
WpAddcitaman
WpAddcinanggela
WpAddkendan
WpAddcikitu
WpAddbekasi
WpAddcikawao
WpAddplafon
WpAddtoko
WpAddpvc
WpAddtimur
WpAddbarat
WpAddmandalawangi
WpAddselatan
sabar
WpAddganjar
WpAddcinta
WpAddbks
WpAddpasang
WpAddjaya
WpAddjawa
WpAddcitaman
WpAddcinanggela
WpAddkendan
WpAddcikitu
WpAddbekasi
WpAddcikawao
WpAddplafon
WpAddtoko
WpAddpvc
WpAddtimur
WpAddbarat
WpAddmandalawangi
WpAddselatan

120 Stories

  • QUOTES 3 by adwquotes
    adwquotes
    • WpView
      Reads 555
    • WpPart
      Parts 27
    Jangan menyerah Orang lain boleh meremehkanmu Tapi jangan kamu sendiri yang tidak percaya diri
  • BIN TERE by misbah_raza
    misbah_raza
    • WpView
      Reads 18
    • WpPart
      Parts 1
    Title: The Journey of Zairah Author's POV Zairah Raza lived in a large joint family. She was the only daughter in the house, dearly loved by all. Her father, Khalil Raza, and mother, Shabina Raza, were part of a closely-knit household led by her elder uncle Hasnain Raza and aunt Shadiya Raza, who had four sons-Zain, Amir, Shayan, and Fayyaz. Zairah lovingly called her elder uncle "Baba." She was closest to him, while she often found her own mother too strict. But in truth, Shabina only wanted her daughter to become a good person, someone who would not go astray. Zairah studied in the same school as her cousin Fayyaz. They were in the same grade, only in different sections-she in B, he in A. Her family was well-respected in the town. Hasnain and Khalil jointly managed a successful business. They also owned a boutique named Zairah Boutique, named lovingly after her by Hasnain Raza. Shadiya Raza managed the boutique, while Shabina pursued her passion for painting at home, teaching young children as well. Zain, the eldest cousin, was an MBBS student who cracked NEET in his first drop year. Amir had just completed Class 12 and was preparing for JEE at a reputed institute nearby. Shayan was still in Class 12. Zairah's life, however, wasn't as perfect as it seemed on the outside. She had made mistakes in the past and was once on a path of rebellion and impatience. She struggled to understand the difference between duniya (this world) and akhirah (the hereafter). But life had its ways-certain incidents brought her to a turning point. It was then she began to understand the value of sabar (patience) and what truly mattered in life. I hope you will like this story.
  • Tersapu Angin by araanadya
    araanadya
    • WpView
      Reads 39
    • WpPart
      Parts 3
    Angin itu memang hal yang tidak dapat dilihat seorang manusia tapi selalu ada dan menjadi kewajiban setiap ingsan . Bahkan hewan dan tumbuhan pun membutuhkannya . Allah swt adalah tuhan semesta alam dan setiap makluk hidup membutuhkan rahmat dan inayah nya . Cerita ini menberikan sebuah bayang Seorang gadis yang merantau SMA demi meraih cita cita nya bahkan jauh meninggaal kan keluarganya . Bahkan masalah yang terberat ia berusaha untuk menyelesaikan tanpa mengusik kehidupan orang lain . " Tenang , ada allah yang selalu menjagaku " kata nya dengan menepuk tangan yang membiru .,, [ SUNGGIH INI CERITA GW . INTINYA GW BUAT CERITA INI DARI KEHIDUPAN NYATA DARI DIRI GW SENDIRI ATAU DARI LINGKUNGAN SEKITAR ] ♡ Staytune - 21/Feb/00 [19.57]
  • Certot SENTAP by cik_misteri
    cik_misteri
    • WpView
      Reads 7,843
    • WpPart
      Parts 41
    Guys im really sorry because certot are not certot anymore. Tbh, this is my life, this is the truth, this is the reality. AND STILL, MASIH MENGHARUNGI HARI2 YANG MENYAKITKAN
  • MR SYOMBONG MISS BEBEL by Suwyeda
    Suwyeda
    • WpView
      Reads 94
    • WpPart
      Parts 7
    MENGISAHKAN KISAH MR SYOMBONG AS RIZAL ,MISS BEBEL AS SUZIEY YG BERLAINAN PERAWATAKAN.. DASAR MAMAT SYOMBONG.AKU MENYAMPAH LA TENGOK MUKA KAU NI UCAP ZIEY.. DASAR MINAH BEBEL NI KAU INGAT AKU TAK MENYAMPAH TENGOK MUKA KAU? UCAP RIZAL.. SOO BACA TAU!! KISAH SUZIEY AND RIZAL NI KALAU NK TAU STORY DIA CAMNER!! :)
  • Find You by ikhaell89263589
    ikhaell89263589
    • WpView
      Reads 29
    • WpPart
      Parts 4
    first meet
  • Second Change by annik_lestari
    annik_lestari
    • WpView
      Reads 1,282
    • WpPart
      Parts 20
    K ehidupan berpeluh airmata mengajarkan manusia bertawakal demi menggapai akhir yang bahagia U jian dan ribuan cobaan mengasah keyakinan yang terkadang melunturkan kesabaran A pakah harus menyalahkan takdir yang tak bersahabat dan nasib yang memilukan? S alahkah Allah menggariskan suratan hidup dan goresan perjalanan yang akan selalu terisi oleh penyesalan? A kankah hidup lebih baik kan datang menjelang dan tak mengulang kesalahan?
  • Memaknai Nikmat Titipan-Mu by ashmaemem
    ashmaemem
    • WpView
      Reads 78
    • WpPart
      Parts 9
    Kisah tentang memaknai nikmat titipan Allah.
  • Enjoy your Speed by Abdillah_Nugra01
    Abdillah_Nugra01
    • WpView
      Reads 3
    • WpPart
      Parts 1
    Tak perlu tergesa-gesa untuk mencapai sesuatu yang di tuju tiap orang punya kecepatannya sendiri dalam mencapai tujuan Nikmati saja kecepatan yang kau miliki dan mulai melangkah dengan pasti Sering kali kita menyaksikan atau bahkan kita sendiri yang mengalami suatu keadaan dimana diri ini begitu berambisi untuk menggapai sesuatu Sesuatu yang menjadi tujuan kita, sesuatu yang ingin kita miliki, sesuatu yang ingin kita pahami, sesuatu yang ingin itu selalu ada disisi, atau sesuatu yang ingin kita genggam dengan bangga Kita melakukan kesungguhan dengan teguh penuh ambisi, melakukan banyak transisi dan repetisi bermanuver penuh akselerasi bahkan seperti kita berlomba dengan waktu yang selalu menyaingi disisi kita Namun terkadang tanpa kita sadari karena terlalu ambisi untuk segera mencapai dan menggapai sesuatu tersebut, kita malah menemui banyak jurang hambatan, masuk ke dalam lubang kegagalan, kelelahan dan malah sampai hilang harapan Tapi... apakah salah untuk mengejar sesuatu yang ingin kita capai? apakah salah untuk mencapai sesuatu yang kita tuju? Apakah salah kita memenuhi ambisi dalam hidup? Tidak. Itu tidak salah Tidak ada yang salah dengan kesungguhan yang kau lakukan, tidak ada yang salah dengan usaha yang kau kerahkan, tidak ada yang salah dengan segala manuver dan akselerasi yang kau lontarkan Ya itu tidak ada yang salah Hanya saja cobalah untuk mengurangi sedikit akselerasi, nikmati ambisimu dengan kecepatanmu sendiri, kau tak perlu mengikuti kecepatan orang lain karena setiap orang memiliki kecepatannya sendiri untuk menuju dan mencapai sesuatu. Kita hanya perlu berjalan pelan namun pasti tak perlu banyak akselerasi dan dengan itu kita akan lebih menikmati perjalanan kita dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Karena hal yang sebenarnya paling bermakna ketika kita ingin mencapai dan menggapai tujuan kita adalah proses dan perjalanan yang ditempuh untuk mencapai tujuan itu ***
  • Quotes for you🌼 by floweryoshie
    floweryoshie
    • WpView
      Reads 1,504
    • WpPart
      Parts 65
    baca je okay?
  • Terimakasih, Cahaya! by RafaPatuti
    RafaPatuti
    • WpView
      Reads 108
    • WpPart
      Parts 2
    "Ibu, aku harus bagaimana? Anak SMA itu nekat mengikutiku sampai depan kost. Memang tidak berbuat macam-macam, tapi tetap saja aku takut." gadis itu menceritakan kejadian kemarin sore kepada Ibunya lewat telepon. "Takut kenapa ndo?" Hening. Tak ada jawaban dari Cahaya. "Takut jatuh hati?" sambung Ibu dengan nada meledek. "Ya Allah Ibu.. mana mungkin aku jatuh hati kepada anak 16 tahun yang lebih pantas aku anggap sebagai adik.." elaknya cepat. "Husst, jangan bicara seperti itu. Kita ndak pernah tau kepada siapa Allah jatuhkan hati kita. Jika Allah berkehendak, siapapun dia, berapa pun umurnya bisa menjadi jodohmu, Cahaya." *** Assalamu'alaikum, happy reading 🌸 Semoga kehidupan Cahaya mampu menemani kekosongan waktu luangmu. - Rafa Patuti
  • Dear Allah by alphriter17
    alphriter17
    • WpView
      Reads 866
    • WpPart
      Parts 1
    Di sepertiga malam kala itu, seorang gadis larut dalam doa-doa kepada-Nya yang ia bawa dalam sujud ketika manusia lain larut dalam lelap yang terus menyapa. Air matanya menjadi saksi akan mahabatullah yang indah dalam hatinya, meskipun ia menyadari air matanya tak sederas air mata pemancang panji-panji agama-Nya. Sepertiga malam, baginya adalah waktu dimana ia bisa merasakan ketenangan tiada terkira, karena saat itu Allah sendirilah yang turun ke langit untuk menyapa hamba-hamba-Nya yang ingin mereguk rahmat dan kasih sayang-Nya. Ia menyadari banyak kekurangan dalam dirinya sebagai manusia biasa, dirinya tak seihsan muhsin-muhsin penegak kalimat-Nya. Bukankah setiap dari kita tak ada yang sempurna? Bukankah kita semua pernah melakukan kesalahan entah itu disengaja atau tidak? Lantas setelah menyadari -yang entah berapa banyak- kesalahan yang sudah kita perbuat, apa kita akan diam saja? Bukankah segala sesuatu akan dimintai pertanggungjawabannya kelak? Dalam beberapa saat gadis itu tertegun sejenak, berusaha meyakinkan diri atas keputusan yang telah ia buat. Keputusan ini bukan atas dasar kesalahan, tetapi benar-benar datang dari sesuatu yang telah ia niatkan. Bukankah Allah mencintai hamba-Nya yang tidak berputus asa terhadap rahmat-Nya? Allah menyukai seseorang yang senantiasa mendekatkan diri pada-Nya. Dan semoga keputusan ini bisa membawanya lebih dekat pada-Nya dengan membawa perbaikan diri setiap harinya, karena ia mengambil keputusan ini demi mendapatkan ridho-Nya.
  • Daily, reminder by wanmhdrdhn
    wanmhdrdhn
    • WpView
      Reads 57
    • WpPart
      Parts 7
    Pops up on my head during living my life.
  • Hawaon Mein Likhi Dua  by Smileiing37
    Smileiing37
    • WpView
      Reads 38
    • WpPart
      Parts 2
    Barah saal... barah saal tak ek dua hawaon mein ghoomti rahi. Kabhi kabhi dua bhi insaan ki tarah tanha ho jaati hai... Aur zara ki dua barah saal tak hawaon mein bhatakti rahi- na qabool hoti, na laut kar aati. Sahil apni raahon mein badhta raha, zara apni kismet se ladti rahi... Aur waqt ne unka imtihan lambi khamoshi mein likh diya.
  • Quotes by -umzagucci
    -umzagucci
    • WpView
      Reads 2,153
    • WpPart
      Parts 21
    _________ Want To Make A Quotes Become Dakwah. _________ start [ 171104 ] end [ ]
  • How the Devika Group Owner Is Shaping New Commercial Spaces in India? by devikagroup
    devikagroup
    • WpView
      Reads 5
    • WpPart
      Parts 1
    Devika Group Owner plays an important role in transforming how modern commercial spaces are designed and developed in India. With changing urban needs and growing business demands, developers today must focus on both functionality and experience. The vision behind such developments is not just to build structures but to create spaces that support business growth and improve everyday convenience. This approach is clearly reflected in projects like Devika Sadar Bazar, where traditional markets meet modern infrastructure.