ibu!!!

30K 1K 10
                                    

Suara tangis yang belum lama terjadi karena kebahagiaan, kini berubah menjadi tangis ketakutan . Rasa khawatir yang sangat besar dan berbagai fikiran buruk memenuhi seluruh kepala .

Sekembalinya arin dan ali dari kantin mereka di kejutkan dengan datangnya beberapa suster serta dokter memasuki ruang rawat ibu . Rasa takut menjalar ke seluruh tubuh arin .

Ranti mengatakan jika kondisi ibu tiba tiba menurun, sempat kejang-kejang dan kini sedang ditangani oleh dokter .

"Bagaimana bisa ranti, aku hanya meninggalkan ibu sebentar, tapi kenapa ibu menjadi seperti ini" tubuh arin bergetar, bibirnya sibuk menggigiti kuku  tangannya . Ia takut .

"Harusnya aku tidak meninggalkan ibu" tubuh arin limbung dan dengan cepat ali menahannya .

"Tenangkan dirimu" ali memeluk arin dan mengusap punggung arin seraya menenangkan .

"Lebih baik kita berdoa, agar ibu baik baik saja" ali membawa arin duduk . Arin terisak di pelukan ali, memeluknya dari samping dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher ali .

"Ibu akan baik baik saja kan??" Tanya arin dengan suara serak .

"Kita berdoa saja"

"Aku tak mau kehilangan lagi"

Ali mengeratkan pelukannya dan memberikan kecupan kecupan kecil agar membuat arin merasa lebih baik .

Tak lama dokter keluar . Ali, arin dan ranti langsung menghampiri dokter tersebut .

"Pasien ingin bertemu anda" ucap dokter itu . Tiba tiba tubuh arin menegang, apa yang terjadi didalam . Apa ibu baik baik saja .

"Ibu saya baik baik saja kan dokter" tanya arin dengan perasaan tak menentu .

Sang dokter hanya tersenyum kaku dan menggeser tubuhnya menjauhi pintu . Meminta arin masuk kedalam sesuai permintaan cantika .

Ali menatap tajam dokter, dokter yang mengerti pun meminta ali ikut dengannya .
Mereka berjalan beriringan sampai ke ruang kerja dokter .

"Ibu cantika mengalami gagal ginjal kronis, pasien harus dengan cepat mendapatkan donor ginjal yang tepat untukknya . Saya sudah memberitahu hal ini pada ibu cantika, tapi beliau menolak karena takut jika nak arin mengetahui hal ini" jelas dokter membuat ali terdiam .

"Penyakit yang di derita ibu cantika sudah sangat parah . Kami sudah memaksa beliau untuk mau operasi, tapi beliau tetap tidak mau . Beliau bilang ..." sang dokter menahan ucapannya . Menatap mata ali yang semakin memicing dan menghembuskan nafas kasar .

"Ia sudah lelah, ingin istirahat dan bertemu dengan suaminya"

DEEGGGHHHH!!!!!

Tubuh ali menegang, apa maksud ibu mertuanya bicara seperti itu . Apa dia akan meninggalkan anaknya begitu saja? ia akan menyerah?  Tidak ibu tidak boleh menyerah begitu saja . Nanti apa yang terjadi dengan arin jika ibu meninggalkannya .

******************
"Ibu, ibu akan baik baik saja, aku berjanji akan lakukan apapun untuk bisa membuat ibu sembuh, tapi sebenarnya ibu sakit apa?? Kenapa ibu tidak memberitahuku jika ibu sakit!" Ucap arin dengan beruraian airmata . Ia menatap wajah ibu yang terlihat semakin sayu dan pucat .

"Ibu cantika menderita gagal ginjal kronis mbak" ucap ranti membuat arin menegang . Ia menoleh menatap ranti tak percaya .

"Apa kamu bilang!! Kenapa tidak ada yang memberitahuku!!" Bentak arin membuat ranti menutup matanya .

"Sa-yang ja-ngan me-nyalah-kan ran-ti . I-bu ya-ng me-min-tanya" ucap ibu membuat arin menoleh menatap ibu .

"Kenapa ibu melakukan itu!! Ibu tidak menyayangiku lagi??" Kesal arin tapi dengan nada pelan dan lembut .

"Ka-re-na i-bu men-ya-yangi-mu maka-nya i-bu ti-dak in-gin mem-buat-mu kha-wa-tir" ucap ibu terbata .

"Tapi sekarang ibu membuatku sangat khawatir" arin kembali terisak sambil memeluk lengan ibu dan merebahkan kepalanya di sana . Ia tak ingin kehilangan ibu setelah sang ayah pergi meninggalkannya .

"Ja-ga di-ri-mu ba-ik ba-ik" ucapan ibu membuat arin mengangkat kepalanya .

"Apa yang ibu ucapkan, ibu tidak boleh meninggalkanku, ibu harus tetap bersamaku" tangis arin pecah dan kembali memeluk lengan ibu .

"I-bu le-lah . I-bu a-kan me-doa-kan ka-mu da-ri sa-na" arin semakin memecahkan tangisnya saat ibu bicara seperti itu .

"Kumohon jangan tinggalkan aku ibu" ucap arin dengan lirih . Kepalanya tiba tiba pusing . Dadanya sesak dan matanya berkunang kunang .

Ranti datang menghampiri arin dan merangkulnya .

"Tenang mbak" ranti mengusap punggung arin .

Tiba tiba ibu kejang kejang dan susah bernafas . Arin panik dan meminta ranti untuk memanggil dokter . Arin memegang tangan ibu dan mengusap-usapnya . Sialnya tangan ibu menjadi dingin .

"Kumohon bertahanlah untukku ibu" ucap arin . Ibu menoleh menatap arin . Tangannya terangkat untuk mengusap kepala arin .

"Ja-ga di-ri-mu sa-yang . I-bu me-nya-ya-ngi-mu" setelah mengucapkan itu ibu menarik nafas panjang dan menutup matanya .

"Tidak, tidak!! Ibu!!!!!" Teriak arin . Ia menggelengkan kepalanya dan setelahnya ia jatuh tak sadarkan diri .

*******************
"Maaf dok, ibu cantika mengalami kejang kejang kembali" ucap suster yang memasuki ruang dokter yang menangani ibu .

Dokter dan ali bangkit dari duduknya . Mereka berlari menghampiri ruang ibu dengan cepat . Sesampainya di dalam terlihat ibu sudah diam dan menutup matanya, sedangkan arin jatuh di lantai tidak sadarkan diri .

"Love!!" Ali berlari menghampiri arin dan mengangkat kepalanya .

"Heyy bangun!! Love bangunlah!!" Ali menepuk nepuk pelan pipi arin tapi tidak membuat arin sadar dari pingsannya . Ali mengangkat arin dan menidurkannya di sofa yang ada diruangan ibu .

Berkali kali dokter memberikan kejut jantung agar jantung ibu cantika kembali berdetak tapi tuhan berkata lain . Ini memang yang diinginkan ibu cantika . Beristirahat dan bertemu sang suami .

Ali membawa arin ke ruang perawatan . Karena tidak juga sadar ali terpaksa harus merawat arin juga . Kondisi arin membuat ali khawatir . Tak lama dokter yang menangani ibu datang menghampiri ali . Mengucapkan kalimat yang sama sekali tidak diinginkan olehnya .

Ali mengusap kasar wajahnya. Ia menatap wajah arin yang sedang tertidur . Menatapnya iba . Mengapa harus terjadi padanya . Tak bisakan tuhan mengembalikan ibu .

Arin tiba tiba membuka matanya . Bangkit dari tidurnya dan Ia menatap sekeliling . Mencari dimana keberadaan ibu . Tapi sesaat ia tersadar, melipat kedua kakinya dan menelungkupkan kepalanya di kedua lututnya .

"Ibu"

Menangis terisak mengingat apa yang terjadi dengan ibu . Mengingat ucapan ibu padanya . Kehilangan untuk yang kedua kalinya .

Ali memeluk arin dengan erat . Ikut merasakan sakit yang di rasakan arin . Merasakan sakitnya ditinggalkan oleh orang terpenting . Tak ada kata apapun yang terucap untuk membuat arin lebih baik . Biarlah ia mengeluarkan kesedihannya karena siapapun tidak akan bisa tegar jika kehilangan seseorang yang berharga .

***************
Kehilangan memang sangat menyakitkan . Tapi tidak ada yang bisa membuat kita memaksa seseorang terus bersama kita jika tuhan sudah berkehendak .

Yang harus kita lakukan hanya ikhlas dan bersabar . Kehilangan itu bisa tergantikan dengan datangnya orang baru .

Tapi bukan berarti melupakan, hanya berusaha untuk tegar .

Kiss kiss dari gw .

Arin & AliTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang