ijinkan aku

32.9K 1.1K 3
                                    

"Assamalamu'alaikum"

Suara ali membuat arin dan ibu menoleh . Arin terkejut melihat ali ada disini . Sedangkan ibu hanya tersenyum melihat kedatangan ali .

Ali menghampiri ibu dan mencium tangan ibu . Arin masih diam . Sejak kapan ali disini? Semoga saja ia tak mendengar percakapannya dengan ibu tadi .

Ali terkekeh melihat wajah shock arin . Dengan gemas ia mengacak rambut arin membuat arin tersadar .

"Hey, kenapa melamun?" Ucap ali membuat arin menatap dalam ali .

"Kamu? Disini?" Tanya arin membuat ali gemas melihat wajah bingungnya . Matanya yang mengedip ngedip membuat ali sekali merauk wajahnya itu .

"Kamu tidak suka? Baiklah aku akan pulang saja" ali menggoda arin juga mengujinya apakah arin tega menbiarkannya pergi padahal ia baru saja sampai .

"Ehh ehh . Ishh" arin menahan tangan ali membuat ali berhenti . "Bukan begitu, hanya saja kenapa kamu bisa disini" arin menundukan wajahnya . Ia tau ucapannya tadi salah .

Ali mengangkat dagu arin membuat arin mendongak menatap ali .

"Aku merindukanmu, apa aku tidak boleh kesini untuk menemuimu"

DEEGGHHH!!!!

Jantung arin berdegup sangat cepat . Ia menatap ali mencari apa ada kebohongan dimatanya . Tapi ia tak menemukannya . Yang ia lihat hanya ketulusan . Tak dapat dibendung olehnya airmata itu menetes perlahan . Ali yang melihat langsung mengusap airmata arin .

"Kenapa menangis?" Tanya ali yang malah membuat arin semakin terisak .

Ali membawa arin kedalam pelukannya . Ali tak tau apa yang ada di dalam fikiran arin saat ini . Apa dia bahagia karena kehadirannya atau malah marah .

Ibu yang melihat ali dan arin hanya bisa menangis haru melihat kedua anaknya saling berpelukan . Ia hanya berharap ali bisa menjaga arin .

*****************
"Kamu tidak perlu bicara seperti tadi jika hanya untuk membuat ibu tersenyum . Kamu tau, hatiku sakit mendengarnya" arin berbicara tanpa menatap ali . Ia takut jika melihat mata ali pertahanannya akan runtuh dan ia takut ali akan menyakitinya .

"Kamu bicara apa? Kamu tak percaya padaku?" Tanya ali dan menoleh menatap dalam arin .

Kini keduanya sedang keluar untuk berbicara berdua, ibu lah yang menyuruh mereka melakukan ini . Ibu bilang arin dan ali harus menyalurkan rasa rindu mereka dengan terus berduaan .

"Kita memang pernah bicara tentang belajar mencintai, tapi sepertinya hanya aku yang melakukan itu, dan sekarang aku benar benar mencintamu" ucap arin sambil menatap kakinya yang sibuk ia mainkan dengan mengayun ayunkannya .

"Sepertinya kamu belum bisa menerimaku sebagai istri serta bagian dari hidupmu . Hidupmu penuh dengan bayang bayang masa lalu" arin terus berbicara mengeluarkan apa yang selama ini ia rasakan .

"Kamu tau, masa lalu itu hanya kenangan . Kamu harus melihat ke depan, kamu harus melihat masa depan kamu . Bukan terus berdiam di tempat yang sama . Kamu harus berjalan maju" ali merasa suara arin berubah menjadi serak .

"Aku tidak akan menyuruhmu untuk melupakan kenangan indahmu dengan masa lalumu itu . Tapi aku cuma berharap, kamu bisa sedikit melihatku, akulah yang menjadi istrimu sekarang . Bukan dia" kini arin terisak . Ia memegangi dadanya karena sangat sesak yang ia rasakan saat ini .

"Arin aku ..."

"Aku tidak akan memaksa, hanya sedikit berharap kamu seperti itu" arin menatap ali dengan airmata yang sudah berjatuhan .

Arin & AliTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang