"Heih, Wanita itu tidak hanya butuh uang. Perhatian itu lebih penting" ucap Mama Yaya sembari melepas pelukannya dengan lembut, dan menatap Papa Boy dengan tajam.
Papa Boy tertawa pelan melihatnya.
"Haha.. mau keluar negeri, atau yang dekat-dekat saja?" Tanya Papa Boy yang paham dengan kode dari tatapan tajam Mama Yaya.
"Mau ditemani shopping sajaa~" ucap Mama Yaya dengan penuh harap.
"Ok, besok pagi" ucap Papa Boy.
"Yeaaay!~.. jalan-jalannn sama Papa Honeyy~" pekik Mama Yaya sembari memeluk Papa Boy dari belakang.
Rasya dan Fanny tertawa pelan melihatnya.
"Kalian masih bisa-bisanya mesra seperti itu didepan Rasya" ucap Rasya.
"Ini wajib. Kalian juga harus seperti kami..~" ucap Mama Yaya.
Rasya dan Fanny bertatapan sejenak, lalu malah saling mengalihkan pandangan sembari tersenyum salah tingkah.
Papa Boy dan Mama Yaya tertawa kecil melihatnya.
"Umm~ gemass sekali kalian~.. masih malu-malu" canda Mama Yaya, dan disambut tawa renyah dari Papa Boy.
"Sudahlah Mama.. Kami butuh waktu untuk itu!~" ucap Rasya sembari menutup wajahnya yang sudah memerah.
"Haha~.. Iya iya.. Mama paham. Sekarang, ini waktunya kalian berduaan di kamar" ucap Mama Yaya sembari tersenyum lembut.
"Haruskah?" Tanya Rasya.
"Ya harus. Tapi biar Papa perjelas.. hanya berduaan.. seperti mengobrol untuk lebih saling memahami satu sama lain.." ucap Papa Boy, menekankan setiap kata yang diucapkan.
"Kata perjelas lainnya..., Papa belum siap memiliki cucu. Jadi, jika kalian belum siap, kalian tidak perlu khawatir" tambah Mama Yaya.
"Tidak bukan seperti itu maksud Papa. Tapi, heumh.. bagaimana cara menjelaskannya..." keluh Papa Boy sembari memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.
"Okeey lalu,.. Bagaimanaa Honey?~" canda Mama Yaya.
Rasya menatap Fanny sejenak, dan dilihatnya Fanny tersenyum lembut padanya sembari mengangguk kecil. Tanda ia tidak keberatan sama sekali untuk menghabiskan waktu bersama Rasya.
"Iya Rasya paham.." ucap Rasya sembari berdiri.
Fanny pun berdiri, sembari membereskan meja makan.
"Eh, tidak perlu dibereskan, Sayang. Biar Mama dan Papa saja. Ini kan malam kalian" ucap Mama Yaya sembari tersenyum lembut.
"Tidak apa, Mama. Ini hanya sedikit kok" ucap Fanny sembari melanjutkan membereskan meja makan, dan bahkan sembari mengelapnya.
Lalu Fanny meletakkan peralatan makan kotor di wastafel.
Rasya hanya bisa mengerjapkan matanya melihat betapa rajin istrinya.
"Aku benar-benar menikahi wanita yang terlalu sempurna.." batin Rasya.
"Sudah sayang, ini biar Mama saja yang mencuci. Kalian langsung ke kamar saja sekarang" ucap Mama Yaya saat Fanny akan menyalakan keran wastafel.
"Eumm.. Tapi..-"
"Biar Papa yang membantu Mama. Sekarang, waktunya kalian" ucap Papa Boy sembari mengusap lembut kepala Fanny yang tertutup kerudung.
Fanny terdiam sejenak, lalu tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah, Papa" ucap Fanny sembari tersenyum manis.
Papa Boy tersenyum melihat senyuman manis Fanny, dan mencubit lembut pipinya.
YOU ARE READING
I Still Want You.. {R💜F}
RandomBUKAN TRIQUEL, tapi ada baiknya baca buku sebelumnya terlebih dahulu..👇 - Book 1 : "Best Friend, Love, and Family Secret" - Book 2 : "Please, Still be Mine~" . Kisah Rasya, anak sulung dari pasangan suami istri Boboiboy dan Yaya. . Cinta.., Sangat...
