✨ Thirteen ✨

Mulai dari awal
                                        

Jaehyun mengkunci pintunya dan menyimpan kunci tersebut didalam kantung celananya.

Brugh!

Jungwoo tak sanggup bergerak kala melihat isi yang ada di dalam ruangan tersebut.

Jaehyun bergerak perlahan menuju sofa dan dia memilih duduk di sana sembari memegang rantai, lebih tepatnya memegang kendali atas Jungwoo.

Jaehyun bergerak perlahan menuju sofa dan dia memilih duduk di sana sembari memegang rantai, lebih tepatnya memegang kendali atas Jungwoo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Kau gila Jaehyun, kau benar-benar tak waras!”

“Ssst! Jangan berkata seperti itu. Kemarilah, merangkak seperti Puppy,” perintah Jaehyun sembari menepuk pahanya.

“Ini salah, a-aku tidak bisa melakukannya. Aku tak mau melakukannya, Jaehyun!”

Jaehyun menarik rantainya dan membuat Jungwoo hampir terjatuh karena rantainya ditarik begitu saja. “Merangkak atau aku kesana dan membuatmu tak bisa berjalan hingga beberapa hari ke depan?”

Sial, pilihan Jaehyun bukanlah pilihan yang baik untuknya.

Keduanya sama-sama menjebaknya.

“Jungwoo aku tak suka menunggu, atau kau ingin aku memperkosamu hingga kau tak sanggup berjalan hingga beberapa hari ke depan?”

Jaehyun menyeringai saat Jungwoo mulai merangkak seperti Puppy, dengan tatapan sayu dan bibir yang terkatup rapat. Jaehyun benar-benar ingin menghabisi Kim Jungwoo saat ini juga.

Jungwoo berhenti didepan kedua kaki Jaehyun, kemudian Jaehyun memajukan tubuhnya untuk menggapai rambut sehitam arang milik Jungwoo, dia mengusapnya dengan lembut dan kini usapannya menurun pada keningnya, pipinya, dan kini ibu jarinya menyentuh bibir Jungwoo yang terkatup rapat.

“Open your mouth,” pinta Jaehyun.

Jungwoo menolaknya, dan tetap diam.

Plak!

Jaehyun mencengkram dagu Jungwoo dengan kuat, “I said open your mouth,”

Jungwoo menurut dan membuka mulutnya, ia terkejut saat jemari Jaehyun mengobrak-abrik mulutnya seperti mencari sesuatu, hingga akhirnya jemarinya membelai lidah Jungwoo dan setelah puas bermain didalam rongga mulut Jungwoo, Jaehyun memasukan jemarinya ke dalam mulutnya.

Jungwoo menatapnya dengan jijik, sementara Jaehyun menikmatinya seolah ia baru saja mencolek madu. Bahkan Pemuda hampir saja muntah saat melihat Jaehyun menghisap jarinya sampai air liurnya tak tersisa.

“Manis, seperti yang aku harapkan.”

Jaehyun menepuk pahanya, “Naiklah, dan jadilah Puppy yang penurut,”

Mau tak mau, Jungwoo menuruti permintaan Jaehyun. Bahkan ia tak malu untuk naik ke pangkuan Jaehyun, baru saja dia duduk. Dia di kejutkan dengan sesuatu yang berada dibawahnya, Jaehyun mendekapnya erat. Dan menggesekkan miliknya dengan milik Jungwoo yang masih sama-sama terbungkus kain.

Drippin' | Markwoo + JaewooTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang