Chapter 9

48.2K 3.8K 330
                                    

🦄 QUEENERA 🦄

"Ayo, kakak sudah bayar kan?" tanya Queen memastikan.

"Hm." Noval menggumam sebagai jawabannya.

Mereka berdua berjalan dalam keterdiaman hingga sampai di motor Noval, ia segera menaikinya.

Tetapi tangannya ditahan Queen
"Kak."

Noval tidak jadi menaiki motornya lalu memutar tubuhnya "kenapa?" tanya Noval pada Queen.

"Queen masih mau ditraktir." Queen menatap wajah Noval.

"Udah."

"Ih masa makan doang" rengek Queen sedangkan Noval hanya diam menunggu Queen berbicara lagi.

"Queen mau ke pasar malam!"
Ucapnya antusias saat tempat itu terlintas di otaknya.

"Kakak gak mau ya." lirih Queen sedih.

"Ayo." ajak Noval setelah lama hanya diam.

Mata Queen langsung berbinar mendengar itu dia segera ingin menaiki motor Noval.

"Eits, mau ngapain?" Noval seraya menahan Queen yang ingin naik ke motornya.

"Naik motor lah kan mau kepasar malem." jawab Queen.

Noval bingung pasalnya selama ini dia belum pernah membiarkan seorang perempuan naik ke motornya. Apalagi jika Queen menaikinya itu artinya dia perempuan pertama yang ia boncengi.

"Kak cepet keburu malem." desak Queen.

"Tunggu."

Melihat Noval sudah bersiap mengegas motor, Queen menghampirinya dan segera naik.

"Kak ih gak nyampe." rengek Queen saat dirinya selalu gagal naik motor Noval yang tinggi.

"Pendek." ejek Noval.

"Biarin pendek itu imut." balas Queen kesal karena dikatain pendek.

Noval mengulurkan tangannya "ayo!" Queen mengagguk lalu membalas uluran tangan Noval.

"Udah?"

"udah." jawab Queen lalu Noval segera menjalankan motornya.

🦄🦄🦄

"Wah rame banget."

"Gausah alay."

"Ayo kak kita harus naik semua wahana yang ada disini." ajak Queen sambil menggenggam tangan Noval.

Entah itu karena tidak sadar atau sengaja.

Noval menyeringai lalu berkata "yakin semuanya?"

"Iya."

"Ish kok diem aja, ayo kita cobain ehm Queen mau aromanis." gadis itu langsung menarik Noval menuju tempat penjual gulali berwarna pink yang banyak digemari penyuka manis.

"Queen mau satu pak."

"Ini mbak." penjual itu menyerahkan
satu buah aromanis berwarna pink.
Queen menerimannya dengan senang.

"Berapa pak?" tanya Noval.

"10 ribu mas." Noval mengambil uang disaku lalu memberikanya ke penjual itu.

Setelah itu mereka menuju salah satu wahana yaitu bianglala.

Tiba saat bianglala berhenti mereka berdua masuk dan duduk dikursi yang saling berhadapan.

Dari tadi Noval selalu melihat senyum Queen yang tidak pernah pudar dan itu membuat hatinya menghangat.

"Wah" bercak kagum Queen saat bianglala sudah mulai bergerak.

QUEENERADonde viven las historias. Descúbrelo ahora