Hy gaess...
Ini cerita pertama aku, semoga kalian suka dan selalu nungguin cerita ini update yaaa..
Awas!! Typo bertebaran dimana mana..
Jangan lupa vote and comment!!❤️
🌻Happy Reading🌻
.
........
Killing me now
Killing me now
Leo memandang datar Adrian –sahabatnya yang sedari tadi hanya bersenandung dengan lirik yang itu itu saja.
Sejak lima belas menit duduk di tempat biasa kumpul, sahabatnya itu tak henti henti komat kamit menyanyikan sebuah lagu favoritnya sambil sesekali meminum pesanannya.
Pletakk!!
"Aww, Ale bego ngapain lo jitak pala gue!!"
"Katanya killing me now killing me now. Jitak pala lo mungkin bisa ngabulin permintaan lo itu." Leo greget sendiri dengan sahabatnya itu. Gesreknya minta ampun, entah kenapa dirinya dan si Varo bisa betah dengan makhluk yang dulunya hanya segumpal darah itu.
"Heh maksud lo? Lo mau gue amnesia terus lupa sama ayang Arin, terus frustasi, terus ngundang malaikat maut? Nggak makasih.." Hah! Temannya satu ini benar benar.
"Iya dah iya. Serah lo!"
Adrian hanya nyengir, memperlihatkan gigi gingsulnya yang lancip.
" Eh ini si Paro mana sih? Janjian jam sekian, datangnya jam sekian. Lelah Rian nunggu, lelaaah.." Ucap Adrian dengan ekspresi yang dibuat memelas.
"Muka lu Yan, wudhu sana wudhu na–"
Brukk!!
"HOE ANJING AKU BUKAN BONEKAMU BISA KAU RAYU RAYU"
Duak!!
"Kaget gak usah kayak gitu juga!"
"Aleeee, salahin paro tuh dateng dateng nggak ap–"
"Ssstt, diem lo ketek anaconda. Gue pusing."
Kepala Varo rasanya ingin pecah jika harus mendengar ceramah Adrian, dia datang terlambat juga bukan keinginannya.
Dia juga kesal dan heran setiap teman satunya itu memanggil namanya dengan huruf P padahal temannya ini tidak cadel. Ah sudahlah.
"Jangan tanya kenapa gue terlambat kesini.."
Adrian memicing curiga. Dia belum membuka mulut tapi Varo menjawab dengan benar. Apa temannya ini cenayang.
"Ehehe dah tau gue lo kenapa terlambat kesini, santai ajaaah.."
Prang!!
Varo menoleh ke arah suara, begitupun dengan temannya. Dia melihat perempuan membersihkan serpihan gelas yang telah pecah. Pikirnya mungkin itu karyawan baru.
Dia merasa kasihan karena perempuan itu menjadi tontonan, untung saja teman perempuan itu datang menolong.
Tapi sepertinya dia kenal dengan perempuan itu. Dia ingin memastikannya tapi kalah cepat dengan Leo menanyai dirinya.
"Lo udah denger si Algar udah balik Ro?"
"Uhm, udah"
"Lah, gue baru tau si Algar balik. Paro, kalau–"
YOU ARE READING
Ex-Boyfriend [COMPLETED]
Teen Fiction[ENDING] Siapa? Bukan siapa siapa. Teman dekat, nggak juga. Atau pacar? Iya, tapi itu dulu. Yang jelas gelar sekarang lebih spesial yaitu "Mantan". Terindah? Mungkin iya mungkin juga enggak. Tapi menurut Varo banyak yang iya. Emang ada Mantan terind...
![Ex-Boyfriend [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/228312396-64-k566957.jpg)