O8

1.1K 321 35

"AKHIRNYA!! PRINCESS KECEBONG MASUK!!" itu sambutan Egi buat gue yang baru masuk ke kelas dan di depan banyak teman kelas. Sontak, sebagian dari mereka ada yang ketawa pelan..banget. Ada juga yang ketawa dalam hati.

Egi nyamperin gue dan ngerangkul bahu gue, "Sini, Ann. Gue mau nunjukkin lo sesuatu,"

"Paan?" jawab gue cuek. Gue badmood pagi ini. Si najis Jisoo ngasih selai kacang ke roti bakar gue. Alhasil, gue ngelempar roti selai kacangnya ke dia dan berakhir di omelin Papi karena buat keributan di meja makan.

Krystal mendekat ke bangku yang gue tempatin dan disebelahnya ada Egi yang lagi buka hapenya, "Kenapa lo, Ann? Kok pagi-pagi mukanya udah di tekuk?" tanya Krystal ke gue.

"Biasalah. Si little rascal berulah lagi pagi ini,"

"Jasmine?"

"Siapa lagi,"

Krystal angkat bahunya acuh, "Gue kira si yayang Willis. Lo kan lebih sering dapet mood jelek karena Willis,"

"Gak, kok. Gue sama dia baik-baik aja," gue mendekat ke Egi dan perhatiin dia yang lagi sibuk nyari sesuatu di yutub, "Nyari apaan sih lo, Gi? Bentar lagi Bu Retno masuk, lho,"

"Mending gak usah ladenin Egi. Dia setengah waras pagi ini. Lagi di kacangin sama gebetannya si Jimmy,"

Iya, jadi Egi punya gebetan, atau lebih tepatnya, cowok yang dia kejar terus dari SD. Jatuh cinta pada pandangan pertama, KATANYA. Tapi Egi jatuh cinta? Ya kali, kalau monyet bisa ketawa ngakak, Egi dari kemarin udah di ketawain sama monyet. Gue sama Krystal sebagai sahabat yang baik hati, tidak sombong, berbudi luhur dan suka menabung, percaya aja sama Egi. Jimmy satu sekolah juga sama kita, cuma dia di IPA. Pinter kayak kartun Jimmy Neutron. Tapi Jimmy di sekolah gue, namanya Jimmy Narendra. Sekelas sama Willis. Mereka kalau mecahin rumus kimia sampai tabel periodik di acak, mereka jagonya.

"Gak usah bawa-bawa lakik gue, deh!" ketus Egi tanpa mandang Krystal.

Krystal mandang Egi sinis, "Yeuh. Emang udah official?" sindirnya.

"Bentar lagi. Insya Allah. Jika Allah memberikan amanah ke gue untuk membahagiakan Jimmy, why not?" gak ada balasan dari Krystal, karena mungkin sahabat gue yang punya muka dingin sedingin es ini udah malas debat sama kutu anoa, Egi.

Egi nyodorin hapenya ke gue dan mulai play music video yang dia tunjukkin. Gue nerima hapenya dia dan gue liat, "Gue kira cover Wendy nyanyi Chori Chori Cupke Cupke," keluh gue, karena ini video pakai bahasa planet.

"Tunggu reff-nya aja," Egi tersenyum ke gue, dan gue sedikit menaruh ke curigaan.

Krystal balik ke kursinya, sebelum dia balik ke kursi, dia sempat ngomong, "Gue gak ikut-ikutan," kata Krystal sambil mengangkat kedua tangannya ke udara.

Gue tungguin sampai reff. Dari videonya sih udah rada nganu. Itu si cewek lagi buka gorden dan ngeliat satu cowok di bawah yang lagi natap si cewek dengan tatapan sendu. Harusnya sih, lagu ini jadi lagu melow. Tapi intrumennya kok malah nunjukkin sebaliknya.

Gue penasaran dan gue dengerin sampai mulai reff, "Uik..uik..uik..uik..uik..uik.."

Gue mengerutkan kening. Itu si cewek di ajak bobok bareng sama cowoknya kok ngeluarin suara 'uik' kayak bebek kejepit.

Dan part selanjutnya berhasil buat gue ngelempar hape Egi ke mejanya. Abis, suara desah gitu, 'ah..ah..ah..ah..ah..ah..ah..'

"JOROK LO! PAGI-PAGI UDAH NONTON BOKEP," salah seorang teman di kelas gue neriakin itu. Anjir, si bangsat Egi jebak gue. Fuck fuck fuck!! Geram gue dalam hati.

something new ✔Where stories live. Discover now