2O

944 298 80

Gue ngeliat Charles ternganga liat penampilan gue sekarang. Yap, tepatnya kemarin setelah jalan sama bang Suhandi, gue beli gunting dan penindik telinga. Gue potong rambut gue jadi pendek. Dan gue tambah tindikan di telinga gue.

 Dan gue tambah tindikan di telinga gue

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Ann? Ini kamu, kan?"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Ann? Ini kamu, kan?"

Gue terkekeh, "Iya, ini aku, Charl. Gimana rambut aku? Bagus, kan?" gue memegang ujung rambut gue sedikit memelintirnya dan menunggu pujian dari Charles.

Tapi bukan di puji, gue malah dapet tatapan maut dari Charles, "Apa yang terjadi kemarin?"

Gue tersenyum sendu, "Aku selesai. Aku, Willis, selesai."

"Dan kayak gini pelampiasan kamu?"

Gue megang telinga gue bekas tindikan yang baru gue buat semalam, "Ini aneh, Charl. Aku nindik telinga aku. Bahkan sampai berdarah. Tapi aku gak ngerasa sakit, Charl," mata gue memanas. Sebelum air mata gue keluar lagi, gue mengadahkan wajah gue ke atas langit-langit hotel, "Jadi makannya?"

Charles menjulurkan tangannya ke telinga gue, "Gak mungkin gak sakit. Telinga kamu masih merah kayak gini."

Gue jujur kok. Gue nindik telinga, gak berasa sakit sama sekali. Mengingat, gimana Willis bungkam dan gak ngejelasin arti 'Maaf' yang dia lontarkan.

Gue meraih tangan Charles, "Makan aja, yuk! Sayang kan, udah di Bandung gak nyobain makanan apa-apa. Sekalian kita cari toko oleh-oleh. Jisoo, Lisa, Krystal sama Egi minta oleh-oleh,"

Charles menghela nafasnya, "Aku pesenin gocar dulu," dan gue jawab pakai anggukan.

Sembari nunggu driver gocar dateng, gue sama Charles ke lobi hotel. Kita jalan beriringan. Sesekali ngobrol ringan. Baiknya Charles, dia bahkan gak bahas Willis sama sekali. Dia bahas tempat yang dia kunjungin kemarin. Gue lebih dulu di banding Charles. Gue tau, karena pas dia dateng, dia langsung ngetuk pintu kamar hotel yang tepat di samping kamar dia. Tapi karena posisinya gue nangis, gue gak jawab ketukan dari Charles. Dan mungkin, Charles ngira gue udah tidur.

Hari ini, full mau gue pakai waktunya buat kulineran sama Charles. Bukan hari ini aja, mungkin tiga hari ke depan, sampai gue pulang ke Jogja, gue bakal puas-puasin kulineran di Bandung.

something new ✔Where stories live. Discover now