15

957 231 54

Kenangan

— Chanyeol

Satu yang harus gue klarifikasi. Gue udah gak ada perasaan apa-apa lagi buat Dara. Ya gue emang sayang sama dia, tapi itu dulu. Dulu banget waktu gue berfikir hidup gue hanya akan berputar disekitar dia. Sekarang dia udah punya hidupnya sendiri, dan gue juga udah punya hidup gue serta tujuan gue yang baru, jadi anggapan kalau gue gagal move on seperti yang dituduhkan Seulgi sama Jinyoung ke gue salah besar.

It's a long process and a long story, but I've been learning to live without her. Sekarang gue udah terbiasa tanpa dia. I'm okay now.

Dan gue harus ngasih tau Yoona. Menepis semua anggapan cewek itu tentang gue setelah mendengar apapun hasutan yang dilontarkan duo troublemaker.

Setelah beres ngisi buku tamu dan menunjukkan kartu undangan, gue langsung ngajak cewek itu ke booth makanan.

"Makannya sedikit aja ya. Gak usah makan berat," gue menunduk, sedikit berbisik ke dekat telinga Yoona.

Yoona seketika menghentikan langkahnya. Cewek itu mengerutkan alis, "Kenapa? Saya laper. Lumayan kan mumpung ada banyak makanan."

"Saya mau ngajak kamu dinner abis ini."

Matanya membulat lebar. "Loh? It's not on the agenda. Kan hari ini nemenin kamu kondangan doang."

"You looks damn beautiful in that dress, dan saya juga udah pake suits kaya gini, sayang kan kalo gak dimanfaatin," jawab gue sambil ngambil beberapa potong kue ke atas piring. "Tadinya malah saya niat mau bawa kamu ke rumah penghulu terdekat."

"Chanyeol!"

Gue meringis kesakitan ketika pinggang gue dicubit oleh Yoona. Tapi selanjutnya terkekeh senang ngeliat pipinya yang merona merah meski Yoona berusaha keras menyembunyikannya dari gue.
"It's a Mas, inget?"

Dengan setengah salah tingkah Yoona mencomot kue dari piring gue dan pergi menjauh. Baru aja gue hendak nyusul dia yang jalan ke arah booth makanan berat, suara seseorang menghentikan langkah gue.

"Woy! Yeol!"

Gue ikut berteriak kaget ngeliat sosok Baekhyun jalan menghampiri gue. Secara spontan gue langsung mengulurkan tangan dan menjabat tangan cowok itu dengan erat. Man! Lama gak ketemu sekarang Baekhyun berubah banget. Temen satu fakultas gue selama kuliah ini sekarang udah jadi pengusaha tekstil sukses. We haven't seen each other for a long time.

"Gimana kabar lo? Anjirlah udah sukses aja lo sekarang," ceriwis Baekhyun sambil menepuk-nepuk pundak gue.

"Lo tuh yang sukses. Beda ya bos besar, udah susah dihubunginnya."

"Nyet! Lo yang susah dihubungin."

Gue tertawa, "Kalo ada Suho udah pas nih kita reunian."

"Eh iya anjir. Bisa nostalgia zaman zaman susah dulu."


"Chan."

Suara Yoona menginterupsi obrolan gue dan Baekhyun yang lagi seru ngobrolin moment absurd zaman kuliah. Cewek itu udah balik sambil bawa sepiring risoles di tangannya.

Gue menoleh, berniat mengenalkan Yoona ke Baekhyun saat cewek itu kembali bersuara, "Baekhyun?"

"Lah, Yoona? Eh, ini beneran Anindya Yoona?"

Dan selanjutnya yang terjadi adalah Baekhyun melangkah mendekat, memeluk Yoona erat-erat.

Mereka saling kenal?

Our UniverseWhere stories live. Discover now