12

710 192 49

Liburan pt 2


Warning : bahasa kasar dan (masih) bahasa campuran

***

Yoona

Posisi gue belum berubah. Gue masih duduk bersila di atas sofa, bertumpu pada bantal dan masih setia memperhatikan ponsel gue. Asli da ini Chanyeol gak beneran nyusul kan? Siapa tau aja dia gak bales karena lagi sibuk. Atau dia beneran nyusul dan lagi di jalan sekarang?

Semua pikiran gue tentang berbagai macam kemungkinan alasan Chanyeol belum membaca pesan buyar begitu aja saat gue merasakan ponsel gue ditarik dengan paksa. Gue tersadar dan mengerjap kaget.

Menoleh ke samping dan menemukan Jungkook yang tadinya duduk anteng disamping gue, fokus dengan gamesnya kini beralih menekan-nekan layar ponsel gue.

Eh anjir itu ponsel gue mau diapain?!!

"HEH! Balikin!"

Gue mengulurkan tangan buat ngambil ponsel gue lagi, tapi Jungkook dengan sigap menjauhkannya dari jangkauan gue.

"Kuk! Kadiekeun!"

(Kuk! Siniin!)

Jungkook bersiul, masih sibuk menekan-nekan sesuatu di layar ponsel gue.
"Witwiw! siapa ini teh?"

Terlalu larut dalam lamunan gue, gue sampe lupa menekan tombol kembali dari chatroom gue dengan Chanyeol. Sekarang Jungkook dengan jelas bisa membaca chat kami berdua.

"Temen."

"Wadul! Temen mana yang bales chatnya meuni mesra kawas kieu?" cibir Jungkook sambil masih menscroll layar ponsel, dan tangan satunya masih menghalau tangan gue.

(Bohong! Temen mana yg bales chatnya sampe mesra kaya gini?)

"Yeu teu percaya. Kadiekeun, ah!"

Gue kembali menarik-narik lengan Jungkook. Tapi seolah gak terpengaruh cowok itu masih memegang ponsel gue dengan erat, sambil diacungkan keatas, jauh dari jangkauan tangan gue yang sialnya lebih pendek daripada Jungkook.

"Eh, tapi lumayan, Teh. Lebih ganteng dari si model adigung itu."

(Eh, tapi lumayan, Teh. Lebih ganteng dari si model sombong itu.)

Kali ini giliran foto profil Chanyeol yang terpampang di layar. Sengaja di zoom oleh Jungkook dan diperhatikan baik-baik. Ini bocah emang jadi ngeselin kalo lagi penasaran sama sesuatu.

"Kuk!"

"Aslina da lebih ganteng dari kak Suho euy."

Okay. Enough. Gue memukul bagian belakang kepala Jungkook keras dan langsung meloncat meraih ponsel gue.

"Anjiir! Nyeri, nyet!" umpat Jungkook tak terima.

"Sopan sateh!" balas gue gak mau kalah.

Gue beringsut duduk menjauh dari Jungkook sementara cowok itu mengelus-elus belakang kepalanya yang gue pukul lumayan keras. Biar tau rasa! Lagian dia gangguin gue duluan.

"Carita sok. Itu siapa?"

Gue mendengus, udah gue bilang belum kalau Jungkook bisa jadi menyebalkan jika dia mau tau sesuatu?

Kepo pisan anaknya!

Gue menjawab dengan cuek, "Temen dibilang."

"MA! SI TETEH GADUH KABOGOH TEU BEJA-BEJA YEUH!" teriak Jungkook tiba-tiba. Dengan suara yang super kencang membuat gue melotot sebal. Tanpa pikir panjang gue melemparkan bantal sofa di pangkuan gue ke arah wajahnya.

Our UniverseWhere stories live. Discover now