8

834 211 50

Si Penyayang


Yoona

Ponsel Chanyeol berdering. Cowok itu sontak meminta gue mengambil alih Seojun dari gendongannya. "Sebentar ya. Saya angkat telpon dulu."

Gue mengangguk pelan. Memutuskan untuk mengajak Seojun berjalan sedikit menjauh, membiarkan Chanyeol mengangkat telponnya dengan tenang.

"Halo Ma? Kenapa?"

Gue berusaha mendengarkan percakapan Chanyeol sambil terus memperhatikan gerakan Seojun yang menunjuk-nunjuk antusias ke satu arah.

"Oh yaudah, kebetulan aku lagi diluar Ma."

Seojun bergerak menunjuk-nunjuk boneka salah satu vendor HP terkenal yang sedang menari-nari disertai dengan beberapa salesnya. Membuat Seojun bertepuk tangan antusias dan gue juga mulai mengikuti alunan nadanya.

"Hm. Kirimin list nya ya Ma. Biar Chanyeol yang belanja."

"Iya Ma."

Gue dan Seojun masih asyik menyaksikan atraksi badut itu saat Chanyeol udah berdiri disamping gue lagi.

"Yoona, saya belanja dulu ya sebentar. Kalo kamu mau keliling sama Seojun silahkan, nanti kita ketemu lagi di spot ini."

"Belanja apa?" tanya gue penasaran.

"Mama lagi gak enak badan dan bibi yang biasa belanja juga gak dateng ke rumah, makanya saya dititipin belanja bulanan sama Mama," Chanyeol mengusap-usap kepala Seojun penuh sayang. Lalu mengalihkan pandangannya lagi ke gue, "Sebentar kok. Nanti saya nyusul."

"Mau dibantuin gak?"

"Eh?"

"Ayo! Saya bantuin belanja."

Tanpa menunggu Chanyeol, gue berjalan lebih dulu sambil menggendong Seojun ke arah salah satu pasar swalayan di lantai bawah.

"Sini, Seojun sama om aja. Kasian tante Yoona-nya keberatan."

Chanyeol dengan luwes mengangkat Seojun dan menempatkan bocah itu di gendongannya. Dengan gerakan yang gak canggung seolah itu udah jadi kebiasaan dia. Wow.

Chanyeol memeluk Seojun erat, menepuk punggung bocah itu pelan-pelan, "Makasih ya udah mau bantuin saya belanja. Gak harus ribet deh nanya ke penjaganya mana ketumbar mana merica."

Gue tertawa kecil. "Nah, ini alesan saya mau bantuin kamu belanja. Ntar kalo salah ngambil gimana?"

"Yeu enggak ya. Saya gak separah itu."

"Beda banget ya kamu sama adek saya. Adek saya kalo disuruh belanja susah banget."

"Cowok?"

"Iya. Anak bungsu sih jadi rada manja."

"Kamu harus ngerti kalo cowok belanja itu kaya bukan sesuatu yang normal gitu loh. It kinds of embarassing to us."

"Loh kamu juga malu dong?"

"Sejujurnya sih iya. Tapi kan udah dapet amanah dari Mama, ya mau gak mau harus dilakuin. Ga mungkin kan saya nyuruh Mama yang lagi gak enak badan tetep berangkat belanja."

Gue terkagum. Cowok ini dengan rasa sayang sama mamanya bikin gue mulai mempertanyakan sejauh mana rasa sayang gue ke nyokap gue. Makin mengenal Chanyeol, gue makin tau sikap penyayang dia emang natural. Mungkin pengaruh dari anak kedua dari tiga bersaudara juga. Chanyeol bilang dia harus menempatkan diri jadi adik yang baik bagi mbak Yoora dan jadi kakak yang bisa dicontoh bagi Jinyoung. Dan dia melakukannya dengan baik.

Dia bisa menempatkan diri jadi teman yang playfull dengan candaan spontan khasnya dan juga jadi teman brainstroming yang kompeten dengan pemikiran jeniusnya.

Our UniverseWhere stories live. Discover now