5

1K 247 59

Makan Malam


—Chanyeol


"Beneran gak apa-apa nih saya ajak makan disini?"


Sekarang gue sedang duduk berdampingan sama Yoona di sebuah kedai nasi goreng pinggir jalan. Waktu gue nyeletuk ngusulin buat ngedate sekarang, gue berencana ngajak dia dinner di satu restoran kesukaan keluarga gue. Terlalu semangat dan terlalu excited waktu Yoona bilang okay, gue lupa memperkirakan kalau makan disana harus reservasi dulu sebelumnya. Duh bego emang!

Akhirnya karena full booked, gue ngajak Yoona makan di tempat lain. Muter-muter nyari restoran recommended di google. Gue termasuk orang yang picky soal urusan makanan jadi gue gak terlalu sering makan di luar dan lebih memilih makan masakan Nyokap. Tadinya gue berencana ngechat Nyokap buat nanyain tempat makanan yang enak. Tapi urung gue lakukan saat mobil gue melewati satu kedai nasi goreng yang keliatannya rame banget pengunjungnya.

Gue selalu percaya kalau rumah makan, kedai ataupun warung itu ramai pasti pelayanan dan makanan yang disajikan memuaskan. Sepertinya Yoona juga setuju sama gue. Cewek itu meminta gue menghentikan mobil dan menunjuk kedai itu dan bilang, "Biasanya kalo rame pasti enak."

Akhirnya kita turun dan memesan dua porsi nasi goreng lengkap dengan telur ceplok dan es jeruk sebagai minumannya.

"Saya nggak tahu kalau kamu sering makan di tempat kayak gini."

Posisinya kita duduk berdampingan di satu meja panjang yang harus rela dibagi-bagi sama pengunjung yang lain. Kedai ini lumayan ramai dilihat dari pengunjung yang terus berdatangan. Menandakan bahwa mungkin bener makanan disini enak dan recommended.

Didepan gue sekarang ada piring berisi gorengan lengkap dengan cabenya, wadah sendok sekaligus garpu dan dua gelas jumbo es jeruk yang baru dianterin sama pelayan. Gue duduk menyamping di kursi plastik, mencoba membangun percakapan sebanyak mungkin sama cewek yang lagi duduk di sebelah gue.

"Tempat kayak gini?" tanya cewek itu dengan menaikkan alisnya.

Sadar konotasi buruk terselip di kalimat gue sebelumnya, gue buru-buru menjelaskan, "Not in a bad way. Maksudnya tempat yang menyediakan makanan penuh minyak. Yang saya tahu pasti dihindarin banyak cewek karena takut gendut atau semacamnya."

Cewek itu mengangkat bahunya sedikit. "I'm okay with it."

"Meskipun makan nasi goreng jam setengah 9 malem?"

Yoona dengan cuek mengambil gorengan dari atas piring. "Percaya nggak? kalau tengah malem saya laper, saya sering masak mie rebus."

Gue melongo. Damn! Kenapa sama banget?


"Kok sama?"


Yoona tertawa kecil, "Really?"


"Sumpah. Saya sampe diomelin Mama gara-gara nyetok banyak mie instan di dapur," gue menyedot es jeruk didepan gue, lalu kembali duduk menyamping. Kali ini benar-benar menyamping dengan sebelah tangan yang diletakkan ke atas meja, sementara satu tangan lain diletakkan di paha. Gue rasa percakapan ini bakalan seru.
"Pilih salah satu, tidur atau makan?"

"Makan."

"What the! Apakah kamu tipikal yang harus kenyang dulu sebelum tidur?"

"Yap, bener banget. Kayak harus makan sesuatu dulu gitu sebelum tidur, apapun itu," kata Yoona yang kali ini menghadapkan badannya ke arah gue. "Pernah waktu itu saya pergi workshop ke Medan. Malem-malem saya laper banget tapi juga ngantuk banget, soalnya abis kegiatan kan seharian. Akhirnya pesen makanan ke pihak hotel dan dikasih sup asparagus. Saya nggak tahu itu makan kayak gimana, tapi walaupun sambil ngantuk saya berhasil ngehabisin satu mangkok supnya."

Our UniverseWhere stories live. Discover now