The Truth

1.4K 158 10
                                    

So Hyun menghentakkan kakinya tak sabar. Sudah sejam ini ia di koridor menunggu oppa-nya untuk menjemput, namun orang yang dinanti-nanti tak kunjung datang.

Alhasil, So Hyun memilih duduk di pojok kantin dengan segelas minuman bersoda. Dirinya sibuk memandangi langit Korea yang sepertinya akan hujan.

"Hei, kau tak pulang?" Seseorang bertanya pada So Hyun yang sedang asyik bertopang dagu. Ternyata Junhoe, dengan tumpukan kertas pegangannya.

"Sunbae," So Hyun menegakkan badannya dan membungkuk hormat pada lawan bicaranya itu.

"Ah. Aku belum dijemput," ujar So Hyun. Junhoe mengangguk mengerti.

"Baiklah. Aku harus mengurus dokumen ini. Sampai jumpa besok," Junhoe tersenyum dan segera melangkahkan kakinya dari tempat itu. Sementara So Hyun, ia kembali sibuk menatap langit yang sudah mulai gerimis.

"Aku rindu hujan." 

Seakan merestui keinginannya, seekor anjing labrador coklat yang entah darimana asalnya, tiba-tiba menghampiri So Hyun. Anjing yang lumayan besar itu seakan mengajaknya untuk bermain hujan.

"Baiklah baiklah. Kali ini aku akan mengikuti keinginanmu." So Hyun berjalan perlahan.  

"Ini hanya gerimis. Tapi sedikit lebat. Kau suka?" So Hyun mengajak labroador itu berbicara. Seakan tahu yang diucapkan So Hyun, labroador itu mengulurkan lidahnya sambil berlari-lari mengelilingi lapangan.

"Jangan jauh-jauh ya," So Hyun yang berada di tengah lapangan hanya sibuk mengawasi labrodor dewasa itu berlari. Sesekali, anjing itu kembali ke dekat So Hyun, memanjakan dirinya. So Hyun merasa senang. Ia tidak peduli jika setelah ini dirinya akan terkena demam atau flu. 

Hujan semakin lebat, namun So Hyun memilih tetap bermain bersama anjing coklat itu. "Hei, kesini choco! Kau tidak bisa lepas dariku berandalan!" 

"Hei!"

So Hyun menoleh dan terkejut. Sosok yang tidak ia duga berdiri di hadapannya, dengan seragam yang juga sudah basah kuyup.

"Hanbin sunbae?" Lelaki itu mulai berjalan mendekatinya.

"Kim So Hyun?" 

So Hyun menatap Hanbin bingung. Perasaannya saat ini sudah campur-aduk. Entahlah, ia merasa dirinya saat ini seperti di drama romansa, dimana aktor laki-laki akan menemui gadisnya, meskipun dalam keadaan hujan.

"Kim So Hyun," Lelaki itu memanggilnya lagi. Kali ini sambil menatapnya. So Hyun semakin gugup. 

"Can I hug you for a moment?" 

Tanpa aba-aba dari So Hyun, Hanbin memeluknya.

"Maaf. Aku terlalu melankolis, hahaha. Terlalu berlebihan, ya?" Hanbin melihat So Hyun yang sedari terdiam setelah dipeluk olehnya. 

Sialan. Terlalu berlebihan sunbae sialan. Kendalikan dirimu, Kim So Hyun. Kau bisa. Kau hanya menyukai pria bergitar itu!

Pikiran So Hyun berkecamuk. "Tidak masalah, sunbae. Semua orang pasti merasa melankolis jika sudah hujan begini," 

"Baiklah. Aku pergi." Lelaki di depan So Hyun itu lalu tersenyum dan berlalu.

Sementara So Hyun, ia memilih berjalan ke arah parkiran sekolah. Aneh baginya jika ia berada di kantin dengan keadaan basah kuyup.

So Hyun sudah bersiap-siap menjalankan rutinitas tengah malamnya. Dengan kelihaiannya,  mudah baginya keluar rumah tanpa ketahuan. 

Midnight Admirer [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang