Her

1.4K 213 13
                                    

"Kalian gila?"

"Kami serius."

"Apapun itu, aku tak percaya."

"Terserah kau."

"Kau bodoh, June."

Junhoe tak percaya dengan omongan ketiga temannya itu.

Yang benar saja.

Seorang perempuan menguntitnya di larut malam seperti ini?

Dia pasti perempuan gila.

Ya.

Pasti sangat gila.

"Sudahlah. Lebih baik kita tidur." Ujar Hanbin yang langsung membuyarkan pikiran Junhoe.

Ah, tentu saja.

Hanbin dan teman-temannya malam ini menginap di rumah Junhoe.

Esok malamnya, Junhoe sengaja menonton bola sampai larut malam.

Ia bertekad ingin melihat sosok perempuan itu.

Bagaimana caraku agar tidak ketahuan olehnya?

Bersembunyi didekat jendela sambil mengintip?

Ah, tidak.

Terlalu mencolok.

Mengintip dari jendela ruang tamu?

Jangan, Koo Junhoe.

Ia pasti langsung kabur.

Bersembunyi dekat pos satpam?

Ah, tidak tidak.

Pos satpam itu sudah lama tak ada orang.

Aku takut.

Aish.

Bagaimana ini?

Junhoe sibuk berkutat dengan pikirannya.

2.13 AM

Seperti biasa, Junhoe mulai memainkan gitarnya.

Namun kali ini ada yang lain.

Jika biasanya ia terfokus pada senar gitarnya, kali ini ia hanya menghadapkan wajahnya ke depan.

Berharap dapat melihat sosok wanita itu dengan jelas.

2.30 AM.

Junhoe mulai menyanyikan lagu kesukaannya.

Ia menyanyikan lagu itu sampai dua kali sembari menunggu sosok itu muncul.

Tapi tidak ada juga.

Ketika ia memutuskan untuk meletakkan gitarnya, barulah ia melihat sosok perempuan itu, keluar dari persembunyiannya.

Ternyata dia di sana.

Dibalik tembok pagar itu!

Perempuan itu berdiri terpaku disamping tembok, lalu berlari kecil entah kemana.

Junhoe masih penasaran dengan sosok perempuan itu.

Dari postur tubuhnya, ia sepertinya masih remaja.

Remaja dengan rambut panjang terurai.

Karena rasa penasarannya yang tak terbendung, ia pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Donghyuk-ah...."

"Wae? Kenapa kau menelponku?"

"Menurutmu, apa ada cctv yang diletakkan di tembok pagar dan bentuknya kecil atau nyaris tak terlihat?"

"Kau gila?Mana ada."

"Oh ayolahh.."

"Sudah kubilang tidak ada.."

"Donghyuk-ah...."

"Aish. Jangan merayuku. Memang tidak ada yang seperti itu. Kalau kau mau, buat saja sendiri."

"Bantu aku, oke?"

"Kau pikir aku sepintar itu??"

"Kumohon donghyukkie.."

"Menjijikkan. Sudahlah. Aku mau tidur." Ujar Donghyuk, mematikan sambungannya.

"Dasar pelit." Junhoe membanting ponselnya.

"Cctv tak terlihat? Imajinasimu sungguh di luar batas, June-ah...ckckck.." Donghyuk mulai bergumam sendiri sembari memeluk gulingnya. Melanjutkan mimpi indahnya yang hilang karena Junhoe.

Sementara Junhoe, ia masih sibuk memikirkan cara melihat sosok perempuan itu seutuhnya.

Midnight Admirer [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang