Can I?

1.4K 160 19
                                    

Hanbin merogoh sakunya, mengambil ponsel dan berlari kecil keluar. Ia mulai mengetikkan pesan singkat untuk -kau tahulah siapa-.

Perasaannya kini campur aduk. Rasa penasaran dan cemburu benar-benar membakar hatinya. Ia berdiri cemas sambil menunggu balasan.


Bip!

Hanbin dengan sigap membuka kunci layar ponselnya dan mulai membaca pesan.

01.30 AM
So Hyun
Aku di rumah, sunbae. Ada apa?

Hanbin menghela napas. Perasaan lega perlahan mengalir di pikirannya.

Jika bukan So Hyun, lalu siapa gadis itu?

Meski rasa penasaran masih menjalar, namun selama itu bukan Kim So Hyun, ia tak peduli.

"Hari ini aku harap kalian bekerja sebaik mungkin. Buktikan bahwa dewan murid SMA Hanbok ini yang terbaik." Hanbin tampak mengarah anggota dewan murid di depannya.

Hari ini adalah hari perkenalan setiap organisasi maupun klub ekstrakulikuler SMA Hanbok. Dewan murid bertugas membantu setiap anggota organisasi maupun ekstrakulikuler untuk mempersiapkan segalanya.

Yang pertama tampil adalah klub fotografer, yang diketuai oleh Yunhyeong. Mereka menunjukkan beberapa hasil foto anggota klub, beserta event -event yang sudah mereka ikuti. Dilanjutkan dengan semua klub IPA , IPS, dan bahasa.

Kini giliran klub seni menampilkan identitasnya. Mulai dari dance, teater, musik, dan vokal.

Bukan menampilkan sesuatu, mereka hanya memperkenalkan dan menceritakan klub mereka. Masalah penampilan, itu urusan acara pembukaan.

Organisasi yang terakhir kali diperkenalkan adalah dewan murid, induk dari semua kegiatan di SMA Hanbok dan organisasi paling bergengsi di sekolah ini.

"Kami adalah dewan murid, bertugas mengkoordinasi semua kegiatan siswa, urusan siswa dan pusatnya organisasi. Bagi yang mau bergabung, silakan mengambil formulir dan mengikuti tes nya." Ucap Hanbin berwibawa. Di belakangnya, berdiri semua anggota dewan murid yang bisa dikatakan primadona sekolah. Tentu saja, banyak sekali junior yang ingin masuk ke organisasi bergengsi ini.

"Kau tertarik, So Hyun?" Jungkook mulai memberi kode kedua temannya yang asik melamun.

So Hyun mengangkat alisnya. "Kau bercanda?Aku bukan orang yang ekstrovert. Mustahil."

"Kalau begitu aku juga tidak." Soojong tiba-tiba bersuara.

"Siapa yang bertanya padamu, bocah tengil?"

"Dasar kau!" Pukulan bertubi-tubi mendarat di punggung Jungkook.

"Argh!Sakit!"

Benar-benar pria yang malang.

"Hei! Bisa kau ke sini sebentar?" So Hyun yang tadinya bergegas pulang melirik ke asal suara.

Gawat.

Mereka senior yang waktu itu menangkap basah So Hyun. So Hyun hanya berjalan kecil sambil berusaha menenangkan dirinya. Sesekali ia berucap agar pria-pria itu tidak menangkapnya lagi.

Midnight Admirer [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang