Hell Situation

1.7K 212 11
                                    

Semua memandang Junhoe dengan tatapan serius.

"Kenapa?!"

"Harusnya kami yang bertanya. Kenapa gadis ini bisa bersamamu??" Tanya Donghyuk seraya menyilangkan kakinya.

Tatapannya sedikit lebih rileks dibandingkan dengan tatapan Hanbin.

"Aish! Dia ini berhutang padaku. Jadi aku mencegatnya supaya dia membayar janjinya sebulan yang lalu."

"Dimana kau mengenalnya?" Hanbin bertanya dengan tatapan 'aku ingin membunuhmu sekarang juga Koo Junhoe'. Tatapan Hanbin saat itu  benar-benar dingin.

Hanbin memang ketua geng mereka, tapi apa perlu ia bereaksi seperti ini hanya karena seorang gadis?

"Apa itu penting sekarang? Hey, ini. Makanlah punyaku. Ini baru saja kupesan," sahut Jinhwan sambil menyodorkan seporsi tteboki pada gadis disampingnya.

"Eh-gomawo. Aku memang sedang lapar, hehehe." So hyun kelihatan sangat gugup.

Setelah keadaan canggung tadi, semuanya jadi terdiam. Sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Begitu pula dengan Hanbin, Jinhwan, dan Junhoe. Mereka hanya menatap So Hyun tatapan yang berbeda-beda.

Hanbin dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan, Jinhwan dengan tatapan terpesona, dan Junhoe dengan tatapan kesal.



"Kajja! Tagihanku makin banyak gara-gara gadis ini!" ujar Junhoe kesal.

"Biar aku yang bayar." Hanbin langsung berjalan ke arah ahjumma penjual dan mengeluarkan dompetnya. Semua temannya terkejut melihat tingkah Hanbin saat itu.

"Baiklah. Kajja!" Bobby meluluhkan suasana yang sempat dingin ini.

Mereka semua masuk ke dalam mobil Hanbin, termasuk So Hyun. Ia duduk paling depan.

"Rumahmu dimana?" Tanya Hanbin sedikit lebih lembut daripada sikapnya tadi.

"E..e..perumahan Cheongdam ."

"Jinjja? Kalau begitu rumahmu dekat dengan uri June dan Chanwoo!" Ujar Yunhyeong antusias.

"Kau sekolah dimana?" Kali ini Bobby.

"Kelas berapa?" Tambah Chanwoo.

"SMP Hangeul sunbaenim .Aku sudah tahun ketiga." So Hyun sepertinya benar-benar cangung bersama mereka.

"Kau akan lanjut ke SMA mana?" Nada bertanya Hanbin mulai sedikit lembut.

"Aku??eh-aku ingin ke SMA Hanbok..."

"Jinjja? Wahh, kita pasti akan disulitkan oleh junior yang satu ini!"
Junhoe mulai berbicara dengan kata-kata memuakkannya.

"Diamlah Koo Junhoe." Sahut Hanbin seketika. Suasana pun seketika menegang.

"Itu rumahku sunbae. Turunkan aku disini saja." Ujar So Hyun sopan. Kali
ini nadanya lebih biasa dibandingkan yang tadi.

"Baiklah. Hati-hati."

"Hey gila! Tunggu, Minta nomormu!" Teriak Junhoe sembari keluar dari mobil.

"Apa?Baiklah," So Hyun berlari kecil ke arah mobil mereka.

"Disini." Junhoe memberikan ponselnya.

"Baiklah, ini." So Hyun mengembalikan ponsel Junhoe setelah mengetik nomornya.

"Terima kasih telah mengantarku. Lain kali aku akan membayarnya!" Teriak So Hyun sambil membungkuk.

"Aish..si gila itu," Junhoe masih berdiri sambil menunggu gadis itu masuk ke rumahnya.

"Baiklah. Kajja!"

Junhoe pun menggantikan posisi So Hyun di mobil itu.

"Kim So Hyun?" tanya Junhoe pelan pada dirinya sendiri.

"Apa?Siapa itu?" tanya Hanbin antusias, namun tidak mengurangi sikap cool nya.

"Nama gadis itu..Kim So Hyun.." Jawab Junhoe datar.

"Benarkah?"

"Untuk apa aku berbohong?"

" Berikan aku nomornya. Cepat."


Midnight Admirer [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang