Nine

2.3K 236 1
                                    

19.00 KST

"Oppadeul? Ahjumma? Yeri-ah kalian dimana? " teriak SinB di dalam villa. SinB heran kemana semua orang pergi.

"Mereka mungkin sedang bermain diluar"gumam SinB.

Tiba-tiba semua lampu mati, SinB kaget minta ampun. Ia sangat takut gelap, SinB yang gelagapan pun menangis meminta tolong.

"Jeogiyo, apa ada orang disini? Tolong aku" ringis SinB sambil duduk memeluk kakinya.

"SinB-ah? " panggil seseorang dalam kegelapan.

"Jungkook? " seru SinB

"Kau dimana? " tanya Jungkook.

"Aku disini, cepat kemari Jungkook-ah. Aku takut" perintah SinB.

"Kau diam disitu, aku akan datang"

Jungkook pun menerawang kegelapan, ia pun berhasil memegang tangan SinB dan membantunya berdiri.

"Gwaenchana? " tanya Jungkook.

"Ani, aku benci semuanya . Kalian dari mana saja? Bahkan kalian tega meninggalkanku disini" ucap SinB sambil memeluk erat Jungkook.

"Sungguh, aku tak tahu hal ini akan terjadi. Hyungdeul juga Yeri pun aku tak tahu mereka dimana" jelas Jungkook.

"Aku benci kalian" ringis SinB.

"Tenang, sudah ada aku disini" tenang Jungkook.

Jungkook pun linglung karena ini situasi yang sangat ia sungguh tak mengerti. Bukankah tadi pagi mereka akan merayakan ulang tahun SinB? Karena situasi darurat, Jungkook meraih ponselnya dan menelpon Namjoon.

"Yeoboseyo? " panggil Namjoon.

"Hyung, kalian dimana? "

"Aku? Ah, aku sedang bermain di area pantai bersama yang lainnya"

"Apa kalian lupa sesuatu?"

"Maksudnya? "

"Sudahlah Hyung, di villa mati lampu tiba-tiba, SinB sedang menangis, untungnya aku tadi masih berjaga di villa."

"Omo!! Jinjja? Baiklah, aku akan segera pulang"

Jungkook pun mengakhiri teleponnya dengan Namjoon, entah mengapa Jungkook pun kecewa pada Hyungnya. Untung saja ketika ia tahu SinB masih tidur, Jungkook memutuskan untuk tetap tinggal di villa dan tak ikut bergabung bersama yang lainnya.

"Jungkook-ah? " panggil SinB yang masih memegang tangan Jungkook.

"Waeyo? " jawab Jungkook pelan.

"Aku lapar, tadinya aku ingin makan, tiba-tiba semua lampunya mati. Apa kau punya makanan? " tanya SinB.

"Ikut aku, kalau tak salah Im Ahjumma meninggalkan kotak berisi kimbab di meja makan" ajak Jungkook.

Mereka pun berjalan beriringan, Jungkook memegang erat tangan SinB. Memastikan SinB baik-baik saja. Ia tak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan, ia tahu situasi gelap ini sangat SinB takuti.

"Apa lampunya tak akan hidup? " tanya SinB.

"Entahlah, semoga saja Hyungdeul datang sambil membetulkan alirannya" jawab Jungkook.

"Dingin" gumam SinB sambil mempererat pegangannya di tangan Jungkook.

"Apa kau tak pakai baju hangat? " tanya Jungkook.

"Ani, aku masih memakai piyamaku" jawab SinB.

Jungkook pun melepas jaketnya, dan memasangkan kepada badan SinB. Tangan SinB sangat kaku, Jungkook pun memeluk SinB agar kehangatan datang lebih cepat. Saat itu pula lampu menyala dan para Hyung juga Yeri datang bersamaan.

[COMPLETED] Friend And Love- Jjk, Hsb [SINKOOK FF] ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang