Jimin menguap sejadinya ketika bus yang ditumpanginya berhenti di depan sebuah penginapan. Perjalanan selama kurang lebih dua jam dari Seoul ke Pulau Nami membuat Jimin merasakan pegal di sekujur tubuhnya.
Selagi meregangkan tubuh, Jimin mengangkat kepala dan mendapati sosok memikat itu di bagian depan bus. Sesaat, Jimin menikmati pemandangan yang memanjakan matanya itu.
Oh, ayolah. Siapa yang tidak terpikat dengan Ketua BEM itu?
Min Yoongi.
Manusia dengan segala keindahannya yang menarik perhatian.
Jimin hanyalah satu dari sekian banyak orang yang memuja Yoongi. Satu hal yang mungkin menjadi pembeda adalah Jimin hanya berani menyukainya dalam diam. Bicara dengan Yoongi saja ia tidak berani, apalagi untuk menyatakan rasa sukanya.
Jika ditarik garis ke belakang, Jimin sudah menjatuhkan hatinya kepada Yoongi sejak tahun lalu, saat ia baru menjadi mahasiswa di jurusan seni tari kontemporer. Sebenarnya, Jimin mengambil jurusan yang berbeda dengan Yoongi. Namun, kegiatan BEM Fakultas Seni berhasil menyatukan mereka.
Jimin ingat betul momen saat ia jatuh sedalam-dalamnya kepada Yoongi. Saat itu, Yoongi adalah anggota dalam Dewan Pengawas Organisasi BEM Fakultas Seni. Ia memperkenalkan dirinya di depan ratusan mahasiswa baru. Jimin masih ingat seberapa riuh para mahasiswa saat Yoongi naik dan berbicara di atas podium.
Bisa dibilang, alasan antusiasme Jimin mengikuti kegiatan BEM adalah karena Min Yoongi. Sebenarnya, ia agak sedikit menyesal karena jadwal tidurnya menjadi sangat berkurang. Namun, kata orang, cinta bisa membuatmu mengorbankan segalanya, bukan?
Dan tahun ini, siapa yang menyangka Yoongi akan meminta Jimin menjadi bagian dari pengurus BEM ketika ia didaulat untuk menjadi ketua BEM?
Senang?
Sudah pasti. Setidaknya, Yoongi mengakui keberadaan Jimin.
Getaran lembut di saku celana Jimin membuatnya sedikit terloncat dari duduknya. Ia merogoh dan mengeluarkan sebuah ponsel dari sana. Sebuah pesan dari Kim Taehyung tertera di layar.
Kim Taehyung sent you a picture.
Ibu jari Jimin mengusap layar dengan lembut untuk membuka pesan itu. Penasaran dengan gambar yang dikirim, ia pun mengunduhnya dan hela napas panjang menjadi respons pertama yang diberikannya.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Park Jimin Apa-apaan ini?
Kim Taehyung Kau buta huruf atau apa? Kubilang itu untukmu.
Park Jimin Untuk apa?
Kim Taehyung Coba kirim ke Min Yoongi. Kau tidak bisa terus-menerus sembunyi, kan? Coba kirim ini dan lihat tanggapannya seperti apa.
Park Jimin Kau mau mati? Sudahlah, aku hapus foto ini.
"Park Jimin."
Kepala Jimin terangkat cepat, sedikit tercengang saat menyadari seseorang berdiri di dekat kursinya. Ia melirik ke sekitar dan hanya tersisa mereka berdua di dalam bus. "Hoseok-sunbae."