Chapter 16

5.4K 257 0
                                    

Trit.

"Kenapa Zev?"

"Gue harus pergi sekarang Kez, sorry yaa"

"Kemana?"

"Ikut gue deh yok"

***

Gue pun hanya menurut dan mengikuti-nya.

Di dalam mobil, wajah Zevan sangat amat gelisah gitu. Kayak khawatir banget. Gue jadi gaenak minta ikut. Tapi gue kepo.

"Zev, ada apa sih? Kok muka lo kayak khawatir banget gitu?" Tanya gue pelan-pelan.

"Mikayla pingsan, Kez"

Gue pun mengerutkan kening karna jelas, gue bingung. "Hah? Mikayla siapa?"

"Mikayla itu anak panti as-- no, lebih ke rumah singgah. Dia salah satu anak yang tinggal di rumah singgah yang dijagain Mbok Parmi sama Pak Tejo" jelas singkat Zevan.

Zevan menjelaskan secara rinci dengan raut wajah yang sangat amat gelisah. Dia masih celingka-celinguk menatap jalanan. Sesekali dia terlihat mengacak rambut-nya dengan gusar.

Waw. Gue ganyangka ya Zevan se-ehm-keren ini. Udah ganteng, dia peduli sama sesama banget. Omg boyfriend goals banget. Ehapaansi gue gak nyadar situasi dan kondisi banget.

"Zev tenang aja, gue yakin Mikayla gak apa-apa" ucap gue mencoba menenangkan.

Zevan pun hanya menoleh dan tersenyum sekena-nya.

***

"Mbok, Kayla gimana Mbok?" Tembak Zevan cepat saat kami sampai di tempat yang lumayan asing untuk gue. Mungkin ini Rumah singgah-nya.

"Kayla tadi mimisan den, terus engga lama dia pingsan" jawab Mbok Parmi sekena-nya.

Di depan kita sekarang udah ada anak kecil yang cantik lucu gitu. Walaupun kata Zevan ini rumah singgah anak jalanan, tapi ini anak gak kayak anak jalanan sama sekali. Sumpah kayak muka-muka anak tajir gitu. Bersih banget muka-nya. Cantik lagi.

Tapi kecantikannya ketutupan sama kepucetan-nya saat ini. Dia super duper pucet maksimal. Plis bahasa gue alay banget. Gue menoleh ke sebelah gue.

Wajah Zevan khawatir banget. Gue gak tega liat-nya.

"Trus sekarang gimana mbok? Udah panggil dokter?" Tanya Zevan lagi tanpa mengalihkan pandangan dari Mikayla yang sedang terlelap.

"Udah den, tadi dokter udah kesini. Kata dokter dia cuma kecapekan doang. Emang sih daritadi Mbok peratiin si Kayla tuh aktif banget lari-lari kesana kemari terus gabisa diem den" cerita Mbok Parmi panjang lebar.

"Ohh.. Alhamdulillah kalo gak ada apa-apa deh," kata Zevan menghela nafas.

" Ngomong-ngomong, Den Zevan sama non-nya udah makan?" Tanya Mbok Parmi ke Zevan kemudian melirik ke gue.

"Udah kok mbok," jawab kami berbarengan.

"Ini non-nya nama-nya siapa?" Tanya Mbok Parmi.

"Kezia Mbo," kata gue.

"Ohh, pacarnya Den Zevan ya?" Tanya Mbok Parmi lagi.

"Ah?" Toleh gue ke Mbok Parmi.

"BUKAN MBOK!" Ucap gue dan Zevan lagi-lagi berbarengan.

"Bukan kok tapi kompak banget udah kayak pasangan, hihihi" Mbok parmi mulai mengolok.

"Mbok.." Panggil Zevan seraya melirik Mbok Parmi dengan lirikan 'awas ya mbok berani-berani ngecakkin Zevan, Zevan bilangin mamah biar Mbok gak dikasi gaji setaun'

Bestie BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang