fiche dó

2.6K 152 10
                                    

Aaron's POV

Sial! Gue gak bisa hidup tanpa Quinn! Zoella sialan! Anjir! Quinn jadi mutusin gue! Kenapa Quinn harus dateng di saat yang gak tepat? Di saat gue nyium Zoella.

Gue pengen banget baikan sama Quinn. Gue stress. Gue udah gak makan beberapa hari ini. Buku pelajaran gue gak kesentuh sama sekali. Gue kayak gak punya semangat hidup lagi.Dan orang yang gue salahin pertama kali itu Zoella.

Semua berantakan!

** FLASHBACK **

Kriingg!!

Bel bunyi, Saatnya gue jemput Quinn di kelasnya. Pas gue baru mau keluar kelas, gue ngerasa ada seseorang narik gue. Dan cewek itu Zoella. Dan for your information Zoella itu udah ngejar gue dari awal masuk. Bayangin deh, dia nembak gue 3 kali! 3 kali, bro! Gila gak sih? Gue udah sering bilang ke dia kalau gue saying sama Quinn dan gak mau mutusin Quinn demi Zoella. Tapi, Zoella orangnya maksa banget! Dia sering banget deket-deket sama gue. Gimana gue gak risih?

"Hai Aaron!" kata Zoella.

"Hm?"

"Engh, ikut ke taman belakang yuk! Bentar aja, kok! Please." kata Zoella dengan mata memelasnya.

Ah, ini nih kelemahan gue! Susah ngelak kalo ngeliat cewek pakai jurus 'melas'.

"Ron, please banget. Please ya, please!" kata Zoella lagi tambah melas.

Sialan! Gimana nih?

"Gue harus jemput Quinn."

"Yah Aaron, kelas Quinn aja belum keluar! Please ya!" kata Zoella yang makin melas.

Sial!

Gue pun menarik nafas dalam-dalam, "Fine.."

Gini nih, akhirnya gue juga kan yang ngalah.

"YES! Makasih banyakya, Ron! I love you!" kata Zoella sambil menggelendoti tangan gue.

"Najis! Gak usah sok pake I love you, deh!" kata gue risih.

"Hehehe, ya udah, ayo, jalan sekarang!" kata Zoella sambil narik tangan gue.

Sialan!

Akhirnya, gue sama Zoella berhenti di BPR-Bawah Pohon Rindang-.

"Nah, sekarang, lo mau apa ngajak gue ke sini?" tanya gue gak sabar.

Dia pun menghadap kearah gue.

"Ron, lo tau kan gue sayang sama lo, melebihi gue sayang pizza?" tanya dia jayus.

"To the point aja bisa, gak?" tanya gue buru-buru.

"Gue sayang banget sama lo,Ron. Tapi, lo udah punya Quinn. Walaupun gue sebel sama Quinn karena lo lebih milih Quinn daripada gue, gue gak akan bertindak jahat ke Quinn. Gue tau kalau Quinn itu satu-satunya orang yang bisa buat lo bahagia. Tapi, Aaron, please banget, gue punya satu permintaan terakhir dan gue janji setelah permintaan ini lo lakuin, gue gak akan ganggu hubungan lo sama Quinn. Gue akan menghilang dari kehidupan lo. Sooner or later, gue akan pergi dari dunia ini, Ron. Gue kena penyakit leukemia akut. Dan dokter gue bilang, hidup gue udah gak lama lagi. Dua minggu lagi, gue harus pergi ke German untuk ngelanjutin pengobatan. Gue mohon banget, biar gue pergi dengan tenang, gue pengen lo ngelakuin permintaan gue yang satu ini." jelas Zoella panjang lebar.

Ya Tuhan, ternyata, Zoella kena leukemia? Gue gak tega sama Zoella. Setelah berfikir keras, gue pun memutuskan untuk menyetujui permintaan Zoella.

TRY {Completed}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang