4.5K 246 7
                                    

Author's POV

Thiyya melangkahkan kakinya menuju ke halaman sekolah. Di sana,Thiyya melihat sebuah papan besar. Papan besar itu dikelilingi oleh banyak siswa dan siswi baru.

Dengan berani,Thiyya bertanya kepada salah satu anak.

"Maaf,ini papan apa,ya?" tanya Thiyya malu-malu.

"Oh,ini papan pembagian kelas. Oh,iya,nama kamu siapa?" tanya anak itu kepada Thiyya sambil tersenyum.

"Thiyya Liana Smith,but panggil aja Thiyya." balas Thiyya sambil tersenyum

"Salam kenal! Aku Nadia McGarret, just call me Nadia or Nad." kata anak itu.

"Kamu kelas berapa,Nad?" tanya Thiyya.

"Hmm,tadi aku lihat namaku ada di kelas 10C. Kamu?" tanya Nadia

"Aku belum lihat. Aku cari dulu sebentar!" kata Thiyya sambil melihat ke kertas itu.

Thiyya pun mencari namanya. Akhirnya,Thiyya menemukan namanya.

Thiyya Liana Smith - 10B

"Yah,aku 10B,Nad." kata Thiyya sedih.

"Yah:(. Ya udah,gak apa-apa. Kan masih bisa ketemu pas istirahat." kata Nadia.

Thiyya pun terkekeh, "Iya,ya.."

"Jalan ke kelas yuk! Aku pengen nyari tempat duduk paling depan!" kata Nadia.

Thiyya hanya tersenyum dan mengangguk. Mereka berdua pun segera berjalan ke kelas masing-masing. Ternyata,kelas mereka bersebelahan.

Thiyya pun masuk ke kelasnya. Kelasnya berwarna biru muda dan mempunyai beberapa meja yang bersih.

Thiyya segera mencari meja paling depan. Ya,Thiyya memang suka duduk di bagian depan. Menurutnya, bagian belakang itu tempat yang dipenuhi oleh anak-anak iseng.

***

Thiyya's POV

Wow! Kelasnya bagus banget! gumamku dalam hati.

Aku terpesona pas ngeliat kelas ini. Huh,alhamdulillah dapet kelas kayak gini.

Hm,permulaan yang bagus,aku udah dapet satu teman cewek. Tinggal nyari yang lain,dan berteman dengan mereka.

Kriiingggg

Bel pun berbunyi. Sampai saat ini,tidak ada seorang pun yang mau duduk di sebelahku. Aku pun gak tau kenapa. Biarkanlah.

THIS IS GONNA BE A GOOD DAY.

Tiba-tiba,datanglah seorang wanita. Mungkin dia adalah wali kelasku. Ya,mudah-mudahan.

"Good morning,students!" sapa guru itu.

"Good morning,Ma'am!" sapa semua murid.

"Kenalkan,nama sa.."

Ucapan guru itu terpotong karena ada seorang anak laki-laki masuk. Kayaknya,aku pernah ngeliat dia,deh. Tapi di mana?

"Sorry Ma'am. I'm late." kata cowok itu.

Bentar,aku kenal suara itu! Jangan-jangan,dia..

"What's your name?" tanya guru itu.

"Ian.Ian Gillbert." katanya.

I KNEW IT!

"Okay Mr.Gillbert,karena hari ini perkenalan kelas,kamu akan saya maafkan. Tapi,saat sudah benar-benar memasuki kegiatan sekolah,kamu tidak boleh terlambat lagi,oke?" tanya guru itu.

"Yes,Ma'am." kata Ian sambil mengangguk.

"Now,please take your seat." kata guru itu.

"Thank you,Mam." kata Ian sambil mengangguk.

Dia pun kelihatan bingung mencari tempat duduk. Setelah beberapa menit,Ian melihat kursi di sebelahku yang masih kosong. Ian pun langsung duduk di sebelahku. Dia tersenyum melihatku.

"Okay,anak-anak,lanjut perkenalannya." kata guru itu.

***

Ian's POV

"Ian!!! Bangun!! Udah jam berapa ini? Nanti kamu telat ke sekolah!!" teriak Bunda dari luar kamar.

Aku pun terbangun. Aku melihat jam. ASTAGA UDAH JAM 6.15 a.m. BENTAR LAGI BEL SEKOLAH!! AAA!! Oke,gak ada waktu untuk mandi.

Aku langsung ke kamar mandi,menyikat gigi,mencuci muka,lalu memakai jeans,Polo Shirt,kaus kaki,dan sepatu. Aku pun ngeliat jam,udah jam 6.25 a.m.

Aku pun turun ke lantai bawah. Aku segera ke meja makan. Di situ udah ada Bunda,Ayah,dan Ciara-adikku.

Karena gak ada waktu lagi,aku langsung minum susu yang udah disiapin Mama tanpa makan sarapanku.

Ian!! Kamu gak sarapan?" teriak Bunda.

"Gak usah,Bun!! Aku telat! Bye Bunda,Ayah,Ciara!" teriakku sambil berlari ke luar rumah.

Aku pun segera menyambar sepedaku dan berangkat ke sekolah.

Dengan tergesa-gesa,aku mengayuh sepedaku menuju ke sekolah. Setelah 10 menit,aku pun sampai. Terlambat 5 menit,congrats Ian. For your information,sekolah ini masuknya jam 6.30 a.m.

Aku langsung memarkirkan sepedaku. Setelah itu,aku berlari masuk ke dalam sekolah.

Sebentar,kan aku gak tau kelasku di mana. Aku pun melihat seorang anak laki-laki lagi memperhatikan sebuah papan. Aku pun menghampiri anak laki-laki itu.

"Kamu ngeliatin apa?" tanyaku.

"Lagi liat namaku masuk di kelas berapa." kata anak itu.

Aku pun langsung melihat papan itu mencari namaku. Aku pun menemukannya.

Ian Gillbert - 10B

"Kamu dapet kelas berapa?" tanya anak itu.

"10B. Kamu?" tanyaku balik.

"10C. Eh,ayo ke kelas. Kita udah terlambat nih. Pasti kelas kita sebelahan." katanya.

Kami pun berlari ke kelas masing-masing. Di tengah perjalanan,dia berteriak

"Nama-mu siapa?" tanya anak itu.

"Ian Gillbert. And you?" tanyaku balik sambil berlari.

"Dylan Kyle. Aku udah ngeliat kelasku. Aku duluan!" kata Dylan.

"Nice to see ya!" kataku.

Aku pun masuk ke kelas 10B. Ah,apes,udah ada guru.

"Sorry Ma'am. I'm late." kataku.

Guru itu melihatku dan berkata,

"What's your name?" tanya guru itu.

Aku pun tersenyum kepadanya.

"Ian. Ian Gillbert." kataku.

"Okay Mr.Gillbert,karena hari ini perkenalan kelas,kamu akan saya maafkan. Tapi,saat sudah benar-benar memasuki kegiatan sekolah,kamu tidak boleh terlambat lagi,oke?" tanya guru itu.

"Yes,Ma'am." kataku sambil mengangguk.

"Now,please take your seat." kata guru itu.

"Thank you,Ma'am." kataku sambil mengangguk lagi.

Aku pun segera mencari tempat duduk. Aku melihat-lihat tempat kosong. Ada beberapa tempat kosong di bagian belakang. Saat sedang mencari-cari,aku melihat wajah Thiyya. Bangku di sebelahnya masih kosong. Tanpa basa-basi,aku segera berjalan menuju kursi kosong di sebelahnya. Setelah aku duduk,aku tersenyum kepadanya.

YES AKU SEKELAS SAMA THIYYA!

***

Author's Note :

Aduuhh,Ian seneng amat sekelas sama Thiyya.. Hahaha. Betewe,mendingan ngomongnya pake lo-gue atau aku-kamu ya? Pls kasih tau pendapat kalian. Kritik dan saran diterima kok😁

Vomments yaa 💕💕👊

TRY {Completed}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang