18. LIONERZ VS WOLFIN : TANTANGAN (1)

171 24 110
                                    

Hai semua💘

Selamat malam Sabtu🤍

Langit kembali lagi nih, ada yang kangen gak?

Penuhi tiap paragraf dengan komentar kalian💝

Happy Reading!💖

"Jangan sentuh singa yang sedang tak ingin mencari mangsa, sedikit lo sentuh, sedetik lo runtuh!"- Lionerz

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jangan sentuh singa yang sedang tak ingin mencari mangsa, sedikit lo sentuh, sedetik lo runtuh!"- Lionerz

"Jika kau tak menyukainya, biarkan alam dan waktu yang berkerja sama membantumu menyukainya. Lihat saja, siapa yang akan menang."

Senja sedang memamerkan keindahanya di langit. Begitu memanjakan mata, bagi siapa pun yang melihat. Seperti biasa, tiada hari tanpa mengunjungi WDPB. Tidak semua anggota Lionerz ada di sini, hanya beberapa dan sisanya di Basecamp.

"Bang, congrats buat penobatan lo," ucap seseorang dari belakang Langit yang dikenal dengan nama Lingga.

Lingga, siswa kelas X, ia memiliki pribadi yang cukup mirip dengan Langit. Berbicara secukupnya, berkata seperlunya dan bertindak seluasnya, itu prinsip dalam hidupnya. Lingga tak pernah berpikir akan bergabung dalam sebuah geng motor besar seperti Lionerz, itu semua terjadi sejak Langit menyelamatkan nyawanya.

Langit menengok ke belakang, melihat Lingga dengan tatapan dingin, "Duduk!"

Lingga menuruti perintah Langit, "Gak, gabung sama yang lain, Bang?" tanya Lingga seolah mencoba mengenal sosok Langit.

"Siapa?" balas Langit.

"Lo Bang, gak gabung sama Bang Aldan, Bang Dirga, Bang Ravin, Bang Adeni, dan Bang Bayu?" ucap Lingga sambil melihat ke arah Aldan, Dirga, Ravin, Adeni, dan Bayu yang sedang bercanda gurau.

Langit ikut menatap kelima temanya, tertawa tanpa beban, itu yang Langit lihat. "Lo sendiri kenapa gak gabung sama yang lain?"

"Elvino, Nathan, dan Zaldi barusan ke basecamp, tinggal Abimanyu dan buku-bukunya," ucap Lingga.

"Gak Dirga nggak Abimanyu sama aja, sehari gak buka buku apa buat mereka gila?" tanya Langit.

"Entahlah Bang, mereka itu diam menghanyutkan," sahut Lingga.

"Kalau Dirga semenghanyutkan itu, kenapa dia gak pernah berhasil menempati posisi pertama di sekolah? Tiga semester ini gue yang menempati posisi itu dan Dirga di posisi kedua," Langit seolah sedang menyombongkan diri di depan adik kelasnya ini.

"Gue gak tau apa alasannyanya yang jelas gue cuma mau bilang, inget karma, Bang," balas Lingga sambil tertawa.

"Bangsat."

*****

Dari arah yang berbeda Aldan sedang memperhatikan kedekatan Langit dan Lingga.

Langit Sebastian BratadirkasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang