One Piece

By Tricky_Queen

772K 74.6K 19.7K

Seandainya kamu masuk ke dunia One Piece....... Ini ceritanya sama persis seperti One Piece yang biasa, hany... More

Ichi
Ni
San
Yon
Go
Roku
Nana
Hachi
Kyuu
Juu
Juu Ichi
Juu Ni
Juu San
Juu Yon
Juu Go
Juu Roku
Juu Nana
Juu Hachi
Juu Kyuu
Nijuu
Nijuu Ichi
Nijuu Ni
Nijuu San
Nijuu Yon
Nijuu Go
Nijuu Roku
Nijuu Hachi
Nijuu Kyuu
Sanjuu
Sanjuu Ichi
Sanjuu Ni
Sanjuu San
Sanjuu Yon
Sanjuu Go
Sanjuu Roku
Sanjuu Nana
Sanjuu Hachi
Sanjuu Kyuu
Yonjuu
Yonjuu Ichi
Yonjuu Ni
Yonjuu San
Yonjuu Yon
Yonjuu Go
Yonjuu Roku
Yonjuu Nana
Yonjuu Hachi
Yonjuu Kyuu
Gojuu
Gojuu Ichi
Gojuu Ni
Gojuu San
Gojuu Yon
Gojuu Go
Gojuu Roku
Gojuu Nana
Gojuu Hachi
Gojuu Kyuu
Rokujuu
Rokujuu Ichi
Rokujuu Ni
Rokujuu San
Rokujuu Yon
Rokujuu Go
Rokujuu Roku
Rokujuu Nana
Rokujuu Hachi
Rokujuu Kyuu
Nanajuu
Nanajuu Ichi
Nanajuu Ni
Nanajuu San
Nanajuu Yon
Nanajuu Go
Nanajuu Roku
Nanajuu Nana
Nanajuu Hachi
Nanajuu Kyuu
Hachijuu
Hachijuu Ichi
Hachijuu Ni
Hachijuu San
Hachijuu Yon
Hachijuu Go
Hachijuu Roku
Hachijuu Nana
Hachijuu Hachi
Hachijuu Kyuu
Kyuujuu
Kyuujuu Ichi
Kyuujuu Ni
Kyuujuu San
Kyuujuu Yon
Kyuujuu Go

Nijuu Nana

8K 818 180
By Tricky_Queen

Aku mulai menceritakan pada Nami semua hal yang terjadi dalam perjalanan kami untuk datang kesini.

"Souka. Jadi kalian mengalami itu semua hanya karena ingin membawa-ku kesini."Ucap Nami setelah aku menyelesaikan cerita-ku.

"Ya! Tapi tak perlu khawatir, kami baik-baik saja, Nami. Kami akan melakukan apapun demi kau sembuh, karena kau adalah teman kami, Nami."Ucapku sambil tersenyum.

"(Namamu)... Arigatou."Ucap Nami sambil tersenyum.

"Uhm! Bagaimana demammu, Nami?"Ucapku.

"Demamku sudah turun. Kalau begini, aku bisa lebih cepat kembali."Ucap Nami sambil menaruh telapak tangannya didahinya

"Souka. Yokatta."Tanggapku.

"Apa yang aku lakukan?! Aku tak punya waktu untuk berbaring disini! Vivi sudah menunggu."Ucap Nami sambil tiba-tiba bangkit terduduk.

"N-Nami, tolong jangan mengkhawatirkan itu terlebih dahulu. Kau masih agak demam, bukan?"Ucapku.

"Tapi Vivi sedang terburu-buru pergi ke Alabasta untuk melindungi negaranya."Ucap Nami.

"Aku tau itu. Tapi bahkan sekarang Kapten sedang bertarung. Lebih baik kau sekarang istirahat sampai Kapten selesai bertarung."Ucapku.

"Ini bukan waktunya berbaring ditempat tidur. Sebelum Dokterine kembali, aku harus segera kabur dari sini."Ucap Nami sambil bangkit berdiri dan membaluti tubuhnya dengan selimut dan kemudian dia menyerahkan pakaian hangat miliknya padaku.

"Ah, benar juga sih. Dokterine pasti akan melarang kita pergi. Tapi kan Nami, kondisimu..."Ucapku sambil menerimanya, lalu memakainya.

"Sssttt... Sudahlah, (namamu). Aku sudah baik-baik saja. Ayo pergi."Ucap Nami.

"B-Baiklah."Tanggapku menurut.

'Ceklek.'

Nami membuka pintu ruangan tersebut dan kemudian kami berdua berjalan keluar.

"Lucky! Cuacanya sangat cerah."Ucap Nami.

"Hahaha!"Tawa Wapol yang berada dibawa sana.

"S-Siapa dia?!"Pekik Nami.

"Ah! Dia mulut kaleng! Kenapa dia berada disini?! Seharusnya dia bertarung dengan Kapten!"Pekikku.

"Kalian berdua pasti temannya Mugiwara, kan?"Ucap Wapol.

Saat aku akan menjawab 'iya', tiba-tiba saja Nami menutup mulutku dengan telapak tangannya.

"Bukan! Kau salah orang. Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan."Ucap Nami.

"Eh?! Aku salah?! Benarkah itu?!"Tanggap Wapol.

'Apa dia melupakan wajahku yang sedari tadi bersama Kapten?'Pikirku.

"Tentu saja! Aku hanyalah seorang navigator yang sedang singgah. Dan dia adalah adikku."Ucap Nami.

'Adik?'Pikirku.

"Gitu, ya?"Tanggap Wapol.

"Baiklah, kami berdua pergi dulu."Ucap Nami.

Lalu Nami menarikku untuk berjalan pergi.

"JANGAN BOHONG! JELAS-JELAS PEREMPUAN BERAMBUT MAROON ITU YANG SELALU BERSAMA MUGIWARA!"Teriak Wapol yang tiba-tiba sudah berada diatas juga.

"WUAAHHH!"Teriakku dan Nami yang lalu langsung berlari pergi dengan cepat untuk menghindari Wapol.

"Bodoh! Tunggu aku!"Teriak Wapol.

"Kau yang bodoh! Untuk apa aku menunggu kaleng jelek seperti dirimu?!"Teriakku.

"Apa katamu?!"Teriak Wapol.

"Jangan membuatnya kesal, bodoh!"Teriak Nami.

"Ah, gomen. Aku terbiasa berkata jujur soalnya."Ucapku dengan watados.

"Jangan ikuti aku! Pergilah dari sini!"Teriak Nami.

Kami berdua lalu menuruni tangga dengan memasukkan sebuah kotak, dan lalu saat Wapol mau menuruni tangga juga, tubuh dia tersangkut dikotak itu.

"Apa aku sedikit bertambah gemuk? Kalau begitu..."Ucap Wapol.

Aku dan Nami lalu terbelalak melihat Wapol yang memakan dirinya sendiri.

"Apa itu?"Tanggap Nami.

"Entahlah, tapi itu terlihat menjijikan."Ucapku.

Aku dan Nami lalu langsung berjalan mundur untuk menghindari ember besi yang melompat-lompat turun.

"B-Berubah menjadi ember?"Ucap Nami.

"Aneh sekali."Ucapku sweatdrop.

"Selesai! Pembentukan kembali susunan tulang ajaib!"Ucap Wapol dari dalam ember itu.

Wapol lalu keluar dari ember besi itu dan kemudian tubuhnya berubah menjadi slim.

"Kalian berdua takkan bisa kabur."Ucap Wapol.

"TIDAK!"Teriakku dan Nami yang lalu langsung berlari pergi dari Wapol.

Wapol lalu melompat tinggi, dan kemudian berhasil menangkap tubuhku dan langsung menindih tubuhku, membuat topi jerami Luffy yang aku pakai menjadi terjatuh.

"Santapan pertamaku adalah kau, On'na! Perempuan yang selalu bersama Mugiwara!"Ucap Wapol.

"KETEMU!"

Teriakkan itu membuat kami menoleh, dan melihat Luffy yang sudah memanjangkan kakinya untuk menendang Wapol. Wapol pun terpental jauh sampai menabrak dinding.

"Kalian tak apa, (namamu), Nami?"Tanya Luffy sambil mengulurkan lengannya untuk membantuku berdiri.

"Ya. Arigatou."Tanggapku sambil menerima uluran tangan Luffy.

Luffy lalu memungut topi jeraminya dan kemudian memakaikan lagi topi jeraminya itu dikepalaku.

"Beraninya dia menindihmu, aku akan menghajarnya. Arra?! Aku tak ingat kalau dia langsing."Ucap Luffy yang baru menyadari kalau tubuh Wapol.

"Ya, tadi itu dia..."Ucapku sambil menoleh menatap Luffy.

Aku menjatuhkan rahangku saat melihat jaket-ku lengannya rusak, dan kemudian aku pun langsung mencekik leher Luffy.

"Kapten, kenapa sebelah lengan jaketku menghilang?"Ucapku sambil tersenyum dengan aura yang menyeramkan dan tangan yang terus menyekik leher Luffy.

"A-Ah, gomen! Itu gara-gara dia menembakkan meriam kearahku. Jadi mau gimana lagi?"Ucap Luffy dengan suara yang tercekik.

"Kenapa kau tidak menghindarnya, hah? Kau seharusnya bisa menghindari atau menangkis meriam itu, Kapten!"Ucapku sambil terus mencekik Luffy sampai wajah Luffy mulai mengungu.

"A-Aku melindungi bendera Bajak Laut punyanya Tonakai. Aku merobek lengan ini untuk mengikat tiang bendera itu supaya tidak terjatuh."Ucap Luffy dengan suara yang begitu terikat.

"Eh? Jadi kau melindungi lambang kehormatan Tonakai itu?"Tanggapku sambil melepas cekikanku pada Luffy.

"Ya. Sepertinya lambang itu sangat penting untuk Tonakai itu. Makanya aku melindunginya."Ucap Luffy.

"Souka. Yasudahlah, aku memaafkankanmu. Tapi kau tetap mempunyai hutang 50 ribu belly padaku, mengerti?"Ucapku.

"Ha'i. Aku mengerti."Ucap Luffy.

"Bagus."Tanggapku sambil mengangguk.

"Aku sudah capek, brengsek!"Ucap Wapol yang sudah bangkit berdiri.

"Eh? Dia benar-benar gigih."Ucap Luffy.

"Lihat! Disitu adalah gudang senjata dan aku juga punya kuncinya. Dan didalamnya pastinya banyak senjata yang sangat hebat. Dan jika aku memakan semuanya, dengan Baku Baku Shoku, semua akan menyatu denganku! Dan setelah itu kalian akan melihat seorang manusia dengan senjata yang paling menakutkan didunia! Bersiaplah untuk terkejut! Karena aku akan segera membuka pintunya."Ucap Wapol.

"NANI?! AKU BEGITU TERKEJUT!"Teriakku.

"Dia bahkan belum membuka gudangnya, bodoh!"Ucap Nami sambil memukul kepalaku.

"Ittai."Ringisku.

"NANI?!"Teriak Wapol tiba-tiba saat menyadari kunci miliknya menghilang.

"Kuncinya menghilang?"Ucapku sweatdrop.

"Ini belum berakhir!"Pekik Wapol yang lalu berlari pergi.

"Ah! Dia kabur! Matte!"Pekik Luffy yang lalu berlari mengejar Wapol.

"Apa? Ternyata hanya kunci gudang. Ku kira ini kunci peti harta karun. Membosankan!"Ucap Nami yang tiba-tiba saja sudah memegang sebuah kunci, membuat aku langsung menjatuhkan rahangku.

"Sejak kapan kau telah mencuri kunci itu?!"Pekikku.

"(NAMAMU)-CHWAN! NAMI-SWAN!"

Teriakkan itu membuat kami berdua menoleh ke arah sumber suara, lalu langsung sweatdrop melihat Sanji yang merangkak ke arah kami.

"YOKATTA! KALIAN BERDUA BAIK-BAIK SAJA!"Teriak Sanji.

"Kau kenapa, Sanji-kun?"Tanya Nami.

"Kenapa kau merangkak? Kau tidak papa, Sanji-kun?"Tanyaku.

"(Namamu)-chan, Nami-san, apa kalian berdua benar-benar mengkhawatirkanku?! Jika aku mendapat pelukan hangat dan lembut dari kalian berdua..."Ucap Sanji dengan mata yang berubah menjadi lope-lope.

"CUKUP!"Teriak Nami yang lalu memasukkan wajah Sanji ke dalam salju.

"Nami-san..."Ucap Sanji dengan wajah yang didalam salju.

"Nami, kau tak boleh begitu. Sanji-kun sedang terluka. Sini, Sanji-kun, kau menginginkan pelukan hangat dan lembut untuk menyembuhkanmu, bukan? Aku akan memelukmu."Ucapku lembut.

Aku lalu menarik kepala Sanji ke dada-ku yang besar tapi sudah dibaluti jaketnya Nami.

"Ah, hangatnya~ lembutnya~"Ucap Sanji dengan begitu bahagianya dengan mata yang lope-lope.

"Bagaimana? Apa kau sudah baikan, Sanji-kun?"Ucapku lembut sambil mengelus rambut Sanji.

"Ya, tentu saja aku sudah baikan. Aku merasa sangat baik. Aku sepertinya sudah sangat sembuh."Ucap Sanji yang mata lope-lopenya semakin membesar seakan mau meledak sambil semakin menekankan kepalanya didadaku ini.

"Souka. Kalau begitu, sudahi pengobatan ini."Ucapku yang lalu mendorong kencang tubuh Sanji sampai dia terjatuh ke belakang.

"Eh?! Tapi (namamu)-chan, aku masih membutuhkan pengobatanmu."Ucap Sanji dengan wajah yang mewek menatapku.

"Tidak! Kau sendiri yang mengatakannya kalau kau sudah sembuh, bodoh."Ucapku.

Aku lalu bangkit berdiri dan menatap ke arah luar istana.

"Sepertinya Kapten telah selesai bertarung. Aku keluar istana terlebih dahulu ya."Ucapku.

Aku pun lalu berlari keluar istana. Saat aku sudah berada diluar istana, aku melihat Zoro dan Usopp.

"ZORO! USOPP!"Teriakku senang sambil melambaikan tanganku dan berlari ke arah mereka berdua.

"(Namamu)."Ucap Zoro saat melihatku.

"GGGGRRRAAAAAAAA........"

Teriakan itu membuat aku, Zoro, dan Usopp melihat ke atas. Aku langsung melangkah mundur beberapa langkah menjauhi Zoro dan Usopp saat melihat Luffy terjun dengan bebas ke arah Zoro dan Usopp.

"Nani?!"Pekik Usopp ngeri.

"Luffy!"Pekik Zoro.

"Hah?! Zoro! Usopp!"Teriak Luffy yang baru menyadari kalau itu mereka berdua.

'BRUAK.'

Luffy pun lalu menabrak mereka berdua yang mengakibatkan mereka masuk ke dalam salju.

"Hahahaha."Tawa Luffy saat sudah keluar dari tumpukkan salju.

"APA YANG KAU LAKUKAN ITU, BRENGSEK?!"Teriak Zoro garang saat sudah keluar dari salju.

"Oh, ternyata itu kalian! Hahaha aku hanya ingat baju yang dipakai Zoro sebelumnya, jadi kukira kalian itu temannya mereka."Ucap Luffy dengan watadosnya.

"Apa kalian tidak apa?"Tanyaku sambil berjalan mendekati mereka.

"Ya, aku tak apa."Ucap Luffy sambil tersenyum.

"Apa kau sudah berhasil menghajar mulut kaleng itu, Kapten?"Tanyaku.

"Ya, aku berhasil!"Jawab Luffy.

"Hebat!"Pekikku.

"Oh ya, kalian mendaki gunung juga ya? Usopp, bukankah kau bilang tak bisa mendaki gunung?"Ucap Luffy.

"Jangan bercanda! Aku ini tipe orang yang berkata: 'jika disana ada gunung, maka panjatlah!'. Akan tetapi, jurang sedikit lebih banyak petualangannya."Ucap Usopp dengan bohongnya.

"Kita datang melalui jalan tali, Luffy-san. Nami-san dan Sanji-san baik-baik saja, kan?"Ucap Vivi.

"Ya! Mereka baik-baik saja!"Ucap Luffy.

"Yokata!"Tanggap Vivi dengan begitu senangnya.

"Nah, apa yang kalian lakukan dipuncak istana ini? Dan siapa yang kau hajar tadi?"Tanya Zoro sambil menatap Luffy.

"Aku telah mengalahkan Rajanya!"Jawab Luffy.

"Kapten kesal dengan Rajanya, maka dari itu dia menghajar seorang Raja."Ucapku.

"Jadi, orang yang terbang beberapa menit yang lalu adalah Wapol?! Kau mengalahkannya?!"Tanya Dalton yang baru saja sampai.

"Ya, memangnya kenapa?"Tanggap Luffy.

"Lalu kedua menterinya?"Tanya Dalton.

"Tonakai lah yang menghajar mereka."Jawab Luffy.

"Dikalahkan oleh tonakai?"Ucap Dalton dengan wajah yang terpaku.

"Oh ya, Usopp! Aku punya berita bagus. Kami telah menemukan seorang teman baru."Ucap Luffy sambil menatap Usopp.

"Huh? Nani?"Tanggap Usopp.

"Betul, dan dia begitu keren loh."Ucapku.

"Tonakai?"Gumam Dalton.

Lalu kami semua menyadari ada seseorang yang sedang bersembunyi tapi salah menempati tubuhnya dibalik pohon.

"Berhidung biru... Kau kan yang ada pada saat itu? Souka! Jadi kau terus berlatih sejak saat itu juga."Ucap Dalton dengan wajah yang terpaku.

Dalton lalu dia menjatuhkan dirinya dan kemudian dia bersujud.

"Arigatou. Drum benar-benar terlahir kembali!"Ucap Dalton.

"Hah?!"Pekik para warga yang baru datang.

"A-Apa itu?!"

"Itu makhluk aneh!"

"T-Tonakai?! Bukan!"

"I-Itu m-m-mons......"

"Oe, sudah hentikan!"Teriak Dalton.

"Kyyaaa.... MONSTER!"Teriak Usopp dengan begitu kencangnya.

Karena teriakkan Usopp begitu kecang, membuat Chopper takut dan berlari pergi.

'Pletak.'

"JANGAN MEMANGGILNYA MONSTER! Dia itu adalah teman kita yang baru."Ucap Luffy kesal sambil memukul kepala .

"Apa?! Jadi yang itu?!"Pekik Usopp terkejut.

"Gara-gara kau dia jadi kabur!"Omel Luffy.

Luffy pun lalu berlari untuk mengejar Chopper.

"Tunggu kau! Monster!"Teriak Luffy sambil berlari mengejar Chopper.

"OE!"Teriak Usopp sweatdrop.

"Dan dia sendiri juga memanggilnya monster."Ucapku sweatdrop.

Luffy pun terus berlari mengejar Chopper dan Chopper juga terus berlari untuk menghindari Luffy.

"Ah!"Ringus Dalton sambil terjatuh dan memegangi dadanya.

"Apa kau tidak papa, Dalton-san?"Tanya Vivi khawatir sambil berlari menghampiri Dalton.

"Ya, tidak papa. Kesadaranku tiba-tiba menghilang sejenak. Aku hanya perlu istirahat saja."Jawab Dalton.

"Memangnya dia kenapa?"Tanyaku pada Zoro yang berada di sampingku.

"Aku juga tidak tau."Ucap Zoro.

"Souka."Tanggapku.

"Oe, kalian semua."

Suara itu membuat kami semua menoleh ke arah sumber suara.

"Hiyyy.... D-Dokter Kureha!"Teriak para penduduk.

"Apa kau senang bocah? Bawalah orang yang sakit masuk ke dalam."Ucap Dokter Kureha.

"Kau kan nenek brengsek yang waktu itu!"Pekik Zoro.

'Pletak.' 'Bruak.'

Dokter Kureha langsung memukul dan menendang Zoro setelah mendengar Zoro memanggilnya 'nenek'.

"Jangan sampai ada yang tertinggal."Ucap Dokter Kureha pada para warga.

"H-Ha'i."Tanggap para warga.

"Cepat bawa masuk ke dalam. Kalian tidak mau mereka mati disini, kan?"Ucap Dokter Kureha sambil berjalan memasuki istana.

"Apa kau tidak apa, Zoro?"Tanyaku pada Zoro sambil duduk disamping Zoro.

"Aku tidak apa. Siapa sih nenek itu?"Ucap Zoro sambil mengelus kepalanya yang tadi dipukul Dokter Kureha.

"Jangan panggil dia 'nenek', dia tidak suka dan dia seorang dokter loh."Ucapku sambil menyentuh benjolan yang ada dikepala Zoro.

"Dia seorang dokter? Tidak meyakinkan."Tanggap Zoro

"Itu benar loh. Apa ini sakit, Zoro?"Tanyaku sambil menunjuk benjolan itu.

"Tidak."Jawab Zoro

"Begitu. Apa karna kau sering berlatih?"Tanggapku.

"Tentu saja."Jawab Zoro dengan nada sombong.

"Souka."Tanggapku.

Aku lalu menggosok-gosok tanganku yang terasa dingin dan meniupnya supaya terasa lumayan hangat.

"Kemana sarung tanganmu?"Tanya Zoro sambil menatapku.

"Ah, waktu manjat kesini, sarung tanganku rusak. Rasanya jelek memakai sarung tangan yang sudah bolong-bolong, jadi aku membuangnya."Ucapku.

Zoro terdiam sambil menatapku, lalu dia melepas satu sarung tangannya dan kemudian memakaikan disebelah tanganku.

"E-Eh? Z-Zoro?"Tanggapku bingung.

Zoro lalu menggenggam jemari tanganku yang tidak memakai sarung tangan dengan jemari tangannya yang juga tidak memakai sarung tangan, lalu dimasukkannya tangan kami ke dalam saku yang ada dipakaian miliknya.

'Hangat. Jemari tanganku jadi begitu hangat.'Pikirku.

"Sudah terasa hangat?"Tanya Zoro sambil menatapku.

"Uhm! Arigatou, Zoro."Ucapku sambil tersenyum.

"Aku ini adalah Usopp! Kapten Usopp!"Nyanyi Usopp sambil membuat boneka salju.

"OE, TONAKAI! Jadilah Bajak Laut bersamaku~"Teriak Luffy membuat kami menoleh ke arahnya.

"Oe, Luffy, hentikan saja. Dia tidak akan keluar walaupun kau berteriak seperti itu."Ucap Usopp.

"Sepertinya dia tidak mau menjadi Bajak Laut."Ucap Zoro.

"Kau salah! Pokoknya dia harus ikut!"Ucap Luffy dengan egoisnya.

"KAU SELALU SAJA MEMAKSA SEPERTI ITU!"Teriak Zoro garang.

"Oh ya, Zoro ikut dengan Kapten karna dipaksa oleh Kapten juga ya."Ucapku sambil terkekeh kecil.

"TONAKAI! KELUARLAH! TONAKAI~"Teriak Luffy lagi.

"Dia benar-benar orang yang egois dan keras kepala."Gerutu Zoro.

"Benar! Dan dia adalah Kapten kita."Ucapku.

"Haah! Fakta yang menyebalkan."Ucap Zoro.

"Hahaha."Tanggapku yang hanya tertawa kecil mendengar itu.

"Oh! Tonakai! Oe! Kau harus menjadi Bajak Laut denganku, ok?!"Pekik Luffy senang saat melihat Chopper akhirnya keluar dari persembunyiannya.

"Tidak bisa."Balas Chopper sambil menundukkan kepalanya.

"Tentu saja kau bisa, mengasyikkan lho~"Ucap Luffy.

"Apa kau tidak dengar jawabannya?!"Teriak Usopp garang.

"Karna aku adalah rusa kutub. Bertanduk, berkuku, dan..... Berhidung biru! Aku ingin menjadi Bajak Laut tetapi..... Aku tidak bisa berteman dengan manusia! Aku adalah monster! Orang sepertiku tidak bisa berteman dengan kalian! Jadi... Jadi aku disini... Aku disini ingin berterima kasih pada kalian. Terimakasih atas ajakannya. Aku akan tinggal disini tapi... Jika kalian mau datanglah lagi ke sini."Ucap Chopper.

"URUSAI! AYO PERGI!!!!!"Teriak Luffy dengan kerasnya.

Kami semua tersenyum mendengar itu.

"'Urusai' adalah kata untuk ajakan?"Cibir Zoro.

"Kapten kita memang selalu berbeda saat mengajak teman untuk bergabung."Ucapku sambil tersenyum.

Lalu Chopper pun menangis dan mau ikut bergabung dengan kami. Dia kemudian meminta izin untuk pergi karna dia ingin izin pada Dokter Kureha.

"Nami, apa kau sekarang benar-benar tidak papa?"Tanya Usopp.

"Tentu, aku sudah sembuh."Ucap Nami sambil mengacungkan jempolnya.

"Oe, sebaiknya kita juga mengucapkan salam perpisahan kepada nenek dan paman itu?"Tanya Luffy sambil memainkan bola salju.

"Jangan bodoh! Biarkan Dokterine berdua saja bersamanya. Mereka telah hidup bersama selama enam tahun. Jadi mungkin mereka akan menangis. Dokterine memang kelihatannya orangnya keras, tapi sebenarnya dia orang yang lembut."Ucap Nami.

"Souka?"Tanggap Luffy.

"Benarkah nenek itu orang yang lembut."Cibir Zoro.

"Tentu saja, dia orang yang menyelamatkan Kapten, Sanji, dan Nami loh."Ucapku.

"Bagaimana denganmu? Apa kau juga terluka?"Tanya Zoro.

"Tidak, aku hanya kedinginan."Jawabku.

"Souka. Dan kita pun mendapatkan teman yang lainnya."Tanggap Zoro.

"Ya. Aku terkejut melihat ada seekor tonakai yang bisa berbicara dan menjadi teman kita. Begitu lucu."Ucapku.

"Heh? Benarkah kau terkejut, (namamu)? Bukankah kau sudah tau segalanya karena bukan berasal dari dunia ini?"Ucap Usopp yang berada didekatku dan Zoro.

"Usopp!"Bentakku yang terkejut karena Usopp tiba-tiba memberitaukan tentangku pada Zoro.

"A-Ah! Aku lupa! Maaf, (namamu)! Lupakan apa yang aku katakan, Zoro."Ucap Usopp lalu berlari menjauh dan menghampiri Luffy.

Saat aku kembali menoleh memandang Zoro, aku langsung bertemu tatap dengan tatapan tajam Zoro, membuat aku langsung mengalihkan pandanganku ke arah yang lainnya.

"Apa maksudnya itu? Kau bukan dari dunia ini?"Tanya Zoro.

Aku rasanya mau bangkit berdiri lalu kabur ke tempat Luffy, tapi jemari tangan Zoro menggenggam jemari tanganku begitu erat.

"Apa hanya Usopp yang tau?"Tanya Zoro lagi karena pertanyaan sebelumnya tidak akan aku jawab.

"T-Tidak, Kapten juga mengetahuinya."Jawabku takut-takut.

"Apa aku tidak boleh mengetahuinya?"Tanya Zoro.

"B-Bukan begitu! Hanya saja... Maaf! Aku ke tempat Kapten dulu."Ucapku yang lalu dengan paksa melepas genggaman jemari Zoro dan kemudian berlari ke tempat Luffy.

"Nami, apa kita pergi sekarang?"Tanya Usopp.

"Tentu saja. Kalau Chopper sudah kembali, kita turun dari gunung ini. Terus ke Alabasta! Vivi, kau tidak keberatan, kan?"Ucap Nami.

"Ya, selama kita mempunyai dokter."Ucap Vivi.

"Dokter?"Tanggap Luffy.

"Yosh, kita akan siapkan dulu jalan talinya. Oe, Luffy! Ayo kesana!"Ucap Usopp lalu berjalan ke jalan tali.

"Aku tak tau kalau ada jalan tali. Itu pasti keren."Ucap Luffy sambil berjalan mengikuti Usopp.

Tak lama kemudian terdengar keributan dari dalam istana.

"Apa? Ada sesuatu terjadi didalam."Ucap Zoro.

"Didalam seperti ada berteriak-teriak dengan hebohnya."Ucapku.

"Ya ampun, benar-benar berisik. Apa mereka tidak bisa tenang sedikit di malam hari seperti ini?"Ucap Nami.

"Oe, bukankah itu dia?"Ucap Zoro saat melihat Chopper yang berubah jadi rusa dan sedang menarik kereta.

"Kenapa ada Dokter Kureha dibelakangnya?"Ucapku saat melihat Dokter Kuereha berada dibelakang Chopper.

"Eh? Apa-apaan dia?"Tanya Vivi.

"Dia mengejarnya!"Pekik Nami.

"Oe, jalan talinya sudah..."Ucapan Usopp berhenti saat melihat Chopper yang sedang dikejar oleh Dokter Kureha.

"Semuanya naiklah ke kereta! Kita akan menuruni gunung!"Teriak Chopper.

"NANI?!"Teriak kami panik saat melihat Dokter Kureha melempar bola berduri ke arah kami.

Kami semua pun lalu langsung dengan cepat menaiki kereta yang dibawa oleh Chopper dan Chopper pun berlari menuruni gunung melewati seutas tali.

"Yahooo! Tadi itu menyenangkan! Oe, ayo ulangi lagi."Ucap Luffy saat kita sudah menuruni gunung.

"Benar! Kita seperti terbang tadi! Aku mau kalau diulangi lagi!"Pekikku.

"Baka! Sekarang kita harus pergi!"Omel Nami.

"Ku pikir aku sudah mati."Ucap Usopp.

"Oh! Aku ada dimana?"Tanya Sanji yang baru sadar.

"Sanji-san, kau sudah bangun ya?"Ucap Vivi.

"Syukurlah. Aku senang kau sudah bangun, Sanji-kun."Ucapku sambil tersenyum.

"Aku juga senang melihatmu, (namamu)-chan~"Ucap Sanji dengan mata yang lope-lope menatapku.

"Dasar bodoh."Ucap Zoro.

"Apa kau bilang, Marimo?!"Tanggap Sanji.

"Hah?! Alis keriting!"Pekik Zoro

Mereka berdua pun lalu terus berdebat seperti itu.

'DUAR.'

Chopper langsung menghentikan larinya saat mendengar suara ledakkan itu. Dia lalu berubah jadi kecil lagi dan menatap kagum langit-langit.

"Luar biasa."Pekik Luffy.

"Ya."Tanggap Zoro.

"Indah."Ucap Nami.

"Indah sekali."Ucapku yang benar-benar sangat terkagum melihat langit pink diatas sana.

Kami semua menatap langit-langit yang dipenuhi cahaya warna pink bunga sakura dengan penuh kagum.

Chopper pun lalu kembali menangis kencang sambil menatap langit-langit itu.

Setelah Chopper puas menangis, kami pun kembali melanjutkan perjalanan kami menuju kapal Going Merry.

Saat sudah sampai kapal, kami langsung menurunkan layarnya dan menaikkan jangkar untuk pergi berlayar kembali.

"Cantiknya!"Pekik Vivi saat melihat cahaya sakura yang berada dari tebing tertinggi itu menjadi terlihat seperti pohon sakura kalau dilihat dari lautan.

"Uhm!"Tanggap Nami.

"Sakura, kah?"Tanggap Zoro sambil tersenyum miring.

"Indah ya, Zoro."Ucapku yang duduk disamping Zoro.

Zoro terdiam, tidak menanggapiku ataupun menoleh ke arahku. Membuatku menatapnya kesal karna diabaikan.

'Sepertinya Zoro marah.'Pikirku.

"Oi, apa Chopper akan baik-baik saja?"Bisik Usopp pada Nami.

"Sebaiknya sekarang biarkan dia sendiri."Ucap Nami.

"Saat ini dia sedang berusaha untuk memahami arti dari 'perjalanan seorang pria'."Ucap Sanji.

"Dia tidak pernah sekalipun meninggalkan kerajaan ini. Dan sekarang, dia telah meninggalkannya."Ucap Nami.

"Aku berangkat, Dokter, Dokterine. Akhirnya dimulai juga. Petualanganku ini."Ucap Chopper sambil menatap kerajaan drumnya.

Lalu saat kami sudah semakin menjauh dari pulau Drum. Kami semua pun berpesta dengan meriahnya.

Luffy pun bertingkah dengan konyol dengan memasukkan sumpit dikedua hidungnya.

"Kau lucu! Kau lucu! Hahaha!"Pekik Usopp sambil tertawa keras dan bertepuk tangan.

"Bulan bersinar disana dan sakura mekar! Hahaha."Pekik Zoro sambil tertawa keras.

Aku hanya ikut tertawa renyah melihat tingkah laku mereka.

"Chopper! Oe, Chopper! Sampai kapan kau akan duduk disana sendirian?! Minumlah."Ucap Usopp sambil menarik Chopper untuk ikut berpesta.

"Ah! Ayo kita bernyanyi!"Pekik Sanji sambil tersenyum dan mendorong Usopp sampai terjatuh.

"Ayo, cobalah sumpit-hidung!"Pekik Lufft sambil menyodorkan sepasang sumpit kepada Chopper.

"Ayo kita bersenang-senang, Chopper."Ucapku sambil tersenyum.

"Yeay~ sakura yang indah! Ini tidak asyik jika tanpa bernyanyi!"Pekik Sanji dengan bahagianya.

Chopper merangkak kabur dari mereka berempat dan aku hanya memerhatikan Chopper yang merangkak.

"Kau kaget ya? Kau baru saja berteman dengan sekumpulan orang-orang gila."Ucap Nami.

"Aku tidak termasuk orang-orang gila itu loh, Nami!"Ucapku.

"Bukankah kau sama seperti Luffy?"Ucap Nami.

"Tidak. Aku jauh lebih pintar dari Kapten."Ucapku.

"Nakama?"Tanggap Chopper membuatku dan Nami kembali menatapnya.

"Ya. Tingkah mereka memang konyol, tapi sekarang mereka adalah temanmu. Jadi kau harus membiasakannya ya."Ucap Nami

"Kita sekarang teman, Chopper. Kau teman kami."Ucapku sambil tersenyum.

"Karu! Bagaimana bisa kau membeku disungai?!"Tanya Vivi cemas sambil memeluk Karu.

Membuat kami semua menoleh ke arah mereka berdua.

"Hahaha, mungkin dia terpeleset kemudian terjatuh. Menyedihkan sekali."Ucap Zoro meledek.

'Padahal Karu seperti itu karna dirinya.'Pikirku sweatdrop.

"Diam kau, Mr. Bushido!"Pekik Vivi kesal.

"Dia bilang ketika Zoro sedang menyelam disungai dan karna dia tak kunjung terlihat, maka aku melompat untuk menolongnya."Ucap Chopper.

'Pletak.'

"Jadi itu karna kesalahanmu!"Bentak Nami garang sambil memukul kepala Zoro.

"Tony-kun, apa kau mengerti apa yang dikatakan Karu?"Tanya Vivi.

"Ya, karna aku ini memang asli hewan. Jadi, aku bisa berbicara dengan hewan."Ucap Chopper dengan polosnya.

"Kau bisa berbicara dengan hewan?"Tanya Vivi.

"Kau hebat, Chopper! Selain kau memiliki keahlian medis, kau memiliki kemampuan itu juga!"Puji Nami.

"Bakayaro! Walaupun kau memujiku aku tidak akan senang! Konoyaro!"Ucap Chopper dengan senyuman, berjoget, dan bertepuk tangan dengan senangnya.

"Jelas terlihat itu bohong."Ucapku, Luffy, dan Usopp sweatdrop.

'Kawaii!'Pikirku.

"Ngomong-ngomong Nami, apa maksudmu dengan 'keahlian medis'?"Tanya Zoro.

"Chopper itu seorang dokter. Dokter Kureha telah mengajarkan semua ilmu medisnya kepadanya. Jadi dia dokter nomor satu!"Jelas Nami.

"NANI?!"Pekik Zoro, Luffy, dan Usopp terkejut.

"Chopper, benarkah kau seorang dokter?!"Tanya Zoro.

"Keren!"Pekik Luffy.

"Bohong, kan?"Tanya Usopp.

"Kalau begitu, apa alasan kalian mengajak Chopper ikut bergabung?"Tanya Nami.

"Tujuh tingkat perubahan. Rusa yang keren."Ucap Luffy.

"Tonakai yang imut dan bisa bicara."Ucapku.

"Persediaan makanan."Ucap Sanji sambil menunjuk Chopper.

"Ehhh??!!!"Pekik Chopper setelah mendengar ucapan Sanji.

"Sanji-kun, Chopper itu teman kita, kau tidak boleh memasaknya."Omelku.

"Ha'i, (namamu)-chan."Ucap Sanji dengan mata yang lope-lope.

"Ah! Gawat! Aku terlalu terburu-buru pergi jadi aku lupa membawa persediaan obat!"Pekik Chopper.

"Bohong! Lalu ini apa?"Ucap Nami sambil menunjukkan tas kecil biru milik Chopper.

"Aku pikir tas kecil itu milikmu, Chopper."Ucapku.

"Eh? Itu ranselku!"Pekik Chopper.

"Ini ada dikereta luncurnya."Ucap Nami.

"Benar. Aku menemukannya di sana. Karena isinya obat-obatan, jadi aku pikir itu milikmu, makanya aku bawa."Ucapku.

"Kok bisa?"Tanggap Chopper bingung.

"Apa maksudmu? Apa kau tidak mempersiapkan ranselmu ini?"Ucap Nami.

"Kalau kau tidak mempersiapkan ransel ini, lalu siapa?"Ucapku.

Mata Chopper lalu berkaca-kaca karna tau itu yang melakukannya adalah Dokter Kuereha.

"Pasti Dokterine yang meletakkannya."Ucap Chopper dengan mata yang berkaca-kaca.

"Begitu ya. Aku yakin dia sudah tau apa yang ada dalam hati-mu. Dia orang yang hebat."Ucap Nami.

"Uhm."Tanggap Chopper sambil mengangguk.

"Dia pasti sangat menyayangimu, Chopper."Ucapku sambil tersenyum.

"Hey, (namamu), Chopper! Cobalah ini!"Pekik Luffy membuat kami menoleh ke arahnya.

"Tidak. Pasti aku jadi konyol sekali memasukkan sumpit ke hidungku."Ucapku.

"Ya ampun. Matahari sudah mulai nampak. Kau lihat kan, Chopper?"Ucap Nami.

Tapi ternyata Chopper juga memasukkan sepasang sumpit itu kehidungnya.

"Yosh! Pasukan brengsek! Mari bersulang! Aku akan memperkenalkan pada kalian teman baru kita, Tony Tony Chopper!"Pekik Usopp tapi tidak ada yang memerhatikannya.

"Sanji, niku!"Teriak Luffy.

"Didalam kapal ini, Chopper berperan sebagai dokter kapal. Hey brengsek, dengarkan aku yang sedang bicara!"Ucap Usopp.

"Aku... Aku belum pernah merasakan kebahagian seperti ini!"Pekik Chopper dengan bahagianya.

"Uhm!"Tanggap Nami sambil tersenyum.

"Syukurlah kalau kau bahagia, Chopper!"Ucapku sambil tersenyum juga.

"Untuk teman baru kita, ayo kita kanpai!"Teriak Usopp.

"YA! KANPAI~"Teriak kami semua sambil mengataskan gelas yang dipegangnya.

Selesai kami puas berpesta, kami menurunkan jangkar dan menaikkan layar untuk beristirahat.

Aku berjalan mendekati Zoro yang sedang tertidur dibagian belakang kapal.

Aku sedari tadi hanya duduk diam didepan Zoro sambil memerhatikan wajah Zoro yang memejamkan matanya, sampai akhirnya Zoro membuka matanya. Menatapku yang berada didepannya.

"Ada apa?"Tanya Zoro.

"Apa kau marah?"Tanya balik diriku.

"Tidak."Jawab Zoro.

"Lalu kenapa sedari tadi kau mendiamkan diriku?"Tanyaku lagi.

Zoro terdiam sesaat sambil menatapku, lalu dia menghela napasnya.

"Aku mengerti kalau hanya Luffy yang mengetahuinya karena dia seorang Kapten dan penting. Tapi kenapa Usopp juga mengetahuinya?"Ucap Zoro dengan wajah yang terlihat begitu tak senang.

"Saat aku memberitau Kapten, Usopp ternyata juga mendengarnya. Itu suatu ketidaksengajaan."Ucapku membela diri.

"Lalu aku tidak boleh mengetahuinya?"Tanya Zoro.

Aku terdiam sesaat sambil menatap Zoro yang berada didepanku, lalu aku mengalihkan pandanganku ke arah lain.

"Maaf."Ucapku.

"Lupakan."Ucap Zoro lalu kembali memejamkan matanya.

Aku kembali menatap sesaat, sebelum akhirnya bangkit berdiri untuk pergi ke tempat Luffy untuk tidur disampingnya.

"Hoi."Ucap Zoro tiba-tiba membuat aku langsung menoleh ke arahnya kembali.

"Nani?"Tanggapku.

"Kau mau tidur juga, kan? Dari pada jalan kembali ke depan, lebih baik disini saja."Ucap Zoro sambil menepuk-nepuk tempat kosong disampingnya.

Aku menatap Zoro dalam diam, lalu memiringkan kepalaku bingung.

"Aku pikir kau sedang marah padaku."Ucapku.

"Aku memang marah."Tanggap Zoro.

"Lalu kenapa..."

"Itu pilihanmu! Aku berkata itu bukan karena aku ingin kau tidur disini."Ucap Zoro sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Untuk sesaat, aku hanya terdiam sambil menatap Zoro, lalu aku menggigit bibirku untuk menahan tawaku.

'Lucu banget!'Pikirku.

Aku pun duduk disamping Zoro, dan kemudian menyenderkan kepalaku dibahunya.

"Oyasuminasai, Zoro."

"Ya."

* * *

Kebesokan harinya.

"Keren sekali! Lautan yang sangat besar!"Pekik Chopper sambil memandang lautan dengan kagum.

"Tentu saja! Berpetualangan dilautan bebas adalah Bajak Laut sesungguhnya!"Ucap Luffy.

"Benar itu! Karena dilautan ini, kita tidak tau apa yang akan muncul dihadapan kita, Chopper."Ucapku.

"Souka? Menjadi Bajak Laut sangatlah hebat!"Pekik Chopper.

Lalu tiba-tiba saja ada burung cukup besar yang terbang melewati kapal kami.

"Oe! Apa itu?"Pekik Chopper.

"Itu burung camar!"Pekik Luffy.

"Burung camar? Memang burung camar warnanya seperti itu?"Ucapku.

"Mana mungkin burung camar sebesar itu?"Ucap Nami.

"Itu pasti burung dara."Ucapku.

"Itu tambah tidak mungkin, baka!"Pekik Nami garang.

"Oe, burung camar!"Teriak Luffy.

Teriakan Luffy membuat burung camar berbalik terbang ke arah kapal kami.

"Lihatlah itu! Itu memang burung camar."Ucap Luffy.

"Tidak, tidak. Aku rasa itu elang, Kapten."Ucapku.

"Bukan saatnya untuk membicarakan itu. Gara-gara kau memanggilnya, dia jadi datang kemari!"Pekik Nami garang.

"Keren! Inikah petualangan yang sebenarnya?!"Pekik Chopper kagum.

"Benar! Sangat menantangkan, Chopper?"Ucapku.

Saat burung itu semakin dekat, Nami menarikku supaya merunduk.

"Chotto, dimana Luffy?"Ucap Nami saat burung itu sudah terbang pergi tapi Luffy juga ikut menghilang.

"Kapten dimakan burung itu. Lihat."Ucapku sambil menunjuk ke atas.

"Dengar! Jangan sampai kemakan ya!"Teriak Nami.

"Kapten, kita bisa jadikan burung itu makanan!"Teriakku.

"Gawat! Luffy dimakan burung!"Teriak Chopper sambil berlari pergi ke bagian belakang dengan begitu paniknya.

"Kenapa Chopper berlari panik begitu?"Ucapku.

"Karena dia baru pertama kali melihatnya. Ayo kita ke bagian belakang juga.

"Ha'i!"Tanggapku.

Tak lama kemudian, Luffy berhasil menjatuhkan burung besar itu ke atas kapal kami.

"Yatta! Hari kita akan makan besar dengan makan burung!"Ucapku dengan senangnya.

"Kau itu benar-benar sama seperti Luffy ya. Aku harus memberitau mereka untuk bersiap berhenti di Alabasta."Ucap Nami.

Aku dan Nami pun menaiki tangga untuk pergi ke tempat para laki-laki yang sedang berkumpul.

"Kalian semua! Sebentar lagi kapal akan mendarat dipantai Alabasta. Kita sudah tak punya waktu untuk bermain-main. Ayolah!"Ucap Nami.

"Ha'i."Tanggap kamu semua sambil mengikuti Nami berjalan ke bawah.

"Apa itu Alabasta?"Tanya Chopper.

"Negara yang dipimpin oleh ayahnya Vivi."Jawab Nami.

"Benar! Vivi itu seorang Ojousama."Ucapku.

"Di Alabasta, ada manusia jahat bernama Crocodile yang berniat untuk mengambil alih negaranya."Ucap Usopp.

"Crocodile jahat sekali ya, Chopper? Mau mengambil alih negara Ayahnya Vivi."Ucapku.

"Dan Crocodile adalah salah satu dari Shichibukai."Ucap Sanji.

"Shichibukai?"Tanggap Chopper.

"Shichibukai itu sekumpulan Bajak Laut kuat, Chopper."Ucapku.

"Mereka adalah Bajak Laut yang bekerja dengan Pemerintah Dunia."Ucap Nami.

"Bajak Laut yang bekerja untuk Pemerintah?"Tanggap Chopper.

"Ya, mereka sangat-sangatlah kuat. Mereka berlayar untuk mengalahkan Bajak Laut lain. Oleh karena itu, dia berada disebuah kerajaan karna sebagai imbalan telah menghancurkan Bajak Laut."Ucap Usopp.

"Payah banget, kan? Masa Bajak Laut bekerja menjadi anjing Pemerintah."Ucapku.

"Crocodile, kah? Aku ingin segera menemuinya."Ucap Luffy.

"Crocodile dianggap sebagai pahlawan di Alabasta. Karena dia telah menghancurkan Bajak Laut yang menyerang kota. Tapi, itu hanyalah alibi yang dibuat Crocodile saja. Dibalik tindakannya tersebut, dia menghasut pemberontakan yang terjadi di Alabasta. Dia berniat mengambil alih Alabasta. Tak seorangpun yang mengetahui hal ini. Para rakyat... Bahkan ayahku..."Ucap Vivi.

"Yosh! Yang aku lakukan hanya menghajar Crocodile, kan?"Ucap Luffy.

"Ya. Jika kita bisa menghentikan pemberontakan, maka kejahatan Baroque Works akan terbongkar."Ucap Vivi.

"Baroque Works?"Tanya Chopper.

"Ah, oh iya, kau belum tau apa-apa kok ya? Walaupun aku tidak tau banyak, tapi yang aku tau adalah Baroque Works mempunyai sistem yang sangat rumit."Ucap Usopp.

"Sistemnya itu sangat sederhana. Yang teratas adalah bosnya, Crocodile. Alias 'Mr 0'. Sebagai bos, dia memiliki 13 agen yang dibuatnya. Yang terdiri dari 12 pria dan 1 hewan. Mereka berpasangan dengan seorang agen wanita yang melengkapi kemampuan mereka. Mr 1 berpasangan dengan Miss Double Finger. Mr 2 satu-satunya agen yang tidak memiliki pasangan."Ucap Vivi.

"Mr 3 manusia lilin yang kita temui di Little Garden, kan?"Ucap Zoro.

"Dan pasangannya itu anak perempuan kecil yang dikuncir dua itu, kan? Yang memakai jurus aneh namanya Color Trap."Ucapku.

"Ya. Dia namanya Miss Golden Week. Mr 4 berpasangan dengan Miss Merry Christmas. Aku kurang begitu tau tentang mereka berdua."Ucap Vivi.

"Lalu pria yang penembak upil itu Mr 5, kan?"Ucap Usopp.

"Upil?"Tanggap Chopper.

"Ya, upilnya bisa berubah menjadi bom."Ucap Usopp.

"Bukan upil saja, tapi nafas dan seluruh tubuhnya bisa berubah menjadi bom. Dan pasangannya itu perempuan kuning lemon itu, kan? Yang meiliki kemampuan Kilo Kilo no Mi."Ucapku.

"Benar, namanya Miss Valentine. Seluruh agen dari Mr 5 ke atas disebut 'Kepala Agen'. Dan mereka semua memiliki kemampuan Akuma no Mi. Mereka tidak akan turun tangan kecuali misi yang sangat penting. Kemudian Mr 6 hingga Mr 13, tugas mereka adalah meningkatkan pendapatan dari orang-orang yang baru memasuki Grand Line."Ucap Vivi.

"Oh iya, bagaimana dengan monyet aneh dan ayam itu?"Ucap Sanji.

"Pasti itu adalah Mr 13 dan Miss Friday. Mereka adalah eksekutor. Mereka menangani agen yang gagal melaksanakan tugas. Selain itu, 'Kepala Agen' memiliki 200 bawahan yang disebut 'Billion'. Dan 'Agen' membawahi 1800 anggota yang disebut 'Milion'. Itulah informasi dari organisasi kriminal 'Baroque Works'."Ucap Vivi.

"Jadi, 1800 ditambah 200..."Ucap Usopp.

"Memiliki 2000 orang anggota?!"Pekik Chopper.

"2000?!"Pekik Usopp.

"Yosh! Aku mengerti sekarang. Yang aku lakukan hanyalah menghajar Crocodile itu, kan?"Ucap Luffy.

"Kau sama sekali tidak mengerti."Tanggapku dan Usopp sweatdrop.

"Jika tujuan utama Baroque Works adalah mengambil alih negara..."Ucap Zoro.

"Maka seluruh Kepala Agen itu pasti akan..."Ucap Sanji.

"Akan berkumpul di Alabasta."Ucap Nami.

"Ya."Tanggap Vivi.

"Souka? Yang aku lakukan hanyalah menghajar Crocodile itu, kan?"Ucap Luffy.

"Cukup. Kau lebih baik diam saja."Ucap Sanji.

"Kau sudah mengucapkan itu tiga kali loh, Kapten."Ucapku sweatdrop.

* * *

Beberapa hari kemudian.

"Tidak salah lagi. Kapal ini berlayar menuju Alabasta."Ucap Nami.

"Akhirnya kita akan sampai di Alabasta."Ucapku.

"Luffy! Jangan bohongi aku! Katakan apa yang kau tau. Oe, kenapa kau memalingkan wajahmu begitu?"Ucap Sanji membuat kami bertiga menoleh ke arah mereka.

"Tidak, tidak. Aku tidak mengerti apa yang kau katakan."Ucap Luffy.

"Baiklah, langsung ke intinya saja. Kenapa stock makanan di Alabasta yang aku hidangkan untuk sembilan orang, tiba-tiba menghilang saat tengah malam? Jangan bertingkah begitu! Brengsek, lihat saja kalau kau ketahuan nanti!"Ucap Sanji.

Tapi Luffy tetap terdiam, tidak mau mengakui kelakuan yang dia lakukan semalam.

"Oe, ada sesuatu disekitar mulutmu."Ucap Sanji.

"Ah, ketahuan! Ini sisa makanannya!"Teriak Luffy dengan paniknya.

'BRAK!'

"JADI MEMANG KAU!"Teriak Sanji sambil menendang kencang Luffy.

"Uhm... Sanji-kun, aku juga ikut makan bersama Kapten semalam. Gomen ne."Ucapku dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.

"Kalau untukmu, itu tidak masalah, (namamu)-chan!"Pekik Sanji dengan mata yang lope-lope menatapku.

"Arigatou."Ucapku sambil tersenyum.

"Tidak adil."Ucap Luffy.

"Ah, Nami-san, kau lihat, kan? Jebakan tikus raksasaku sudah tidak mempan lagi! Mungkin kau perlu membelikanku kulkas dengan kunci gembok!"Ucap Sanji memohon pada Nami untuk belanja sesuatu.

"Begitu ya. Akan aku pertimbangkan. Hidup kita mungkin akan bergantung pada ini."Ucap Nami sambil menoleh ke arah Karu, Chopper, dan Usopp yang pura-pura sedang mancing, padahal mereka juga sedang makan.

"Baiklah! Kita harus menangkap ikan untuk Sanji-kun!"Pekik Usopp.

"Oh, apa sudah dapat?"Tanya Sanji sambil berjalan menghampiri mereka bertiga membuat mereka semua langsung berjengit takut.

"B-Belum!"Jawab Usopp.

Sanji lalu menjedukkan kepala mereka bertiga dengan kencangnya.

"Ya ampun, kalian juga ikut-ikutan ya."Ucap Sanji kesal.

Lalu aku, Luffy, dan Usopp pun mulai memancing untuk mendapatkan makanan.

"Ah, aku lapar! Sepertinya kita tak bisa menangkap ikan satu pun."Keluh Luffy.

"Luffy! Alasan kita gagal menangkap ikan adalah kau memakan semua umpan ikan! Tanpa umpan itu, kita tak bisa memancing ikan satu pun!"Pekik Usopp garang.

"Kau juga ikut makan, kan?!"Tanggap Luffy.

"Itu aku cuman sedikit kok."Ucap Usopp.

"Yah, itu tidak masalah lah. Dengan umpan yang kita pakai sekarang, mungkin kita bisa mendapatkan monster laut."Ucapku.

"(Namamu)-san, Luffy-san, Usopp-san, kalian bertiga berhasil menangkap....."

Vivi menghentikan ucapannya saat melihat ternyata Karu yang kami bertiga jadikan sebagai umpan kami.

"Karu!"Teriak Vivi.

"Mungkin dengan ini, kita dapat hiu."Ucap Luffy.

"Tidak, kita harus dapat yang lebih besar lagi dari hiu, Kapten!"Ucapku.

"Mungkin lebih tepatnya Sea King!"Ucap Usopp.

"Kalian bertiga... KARU ITU BUKANLAH UMPAN!"Teriak Vivi garang lalu memukul kepala kami bertiga.

"Ittai!"Ringisku, Luffy, dan Usopp.

Lalu kami melihat ada uap tak jauh didepan kapal kami.

"Itu apa ya?"Ucap Vivi.

"Apa itu ya?"Ucap Usopp.

"Mungkin itu gulali."Ucap Luffy.

"Bukan, bodoh. Itu uap panas dari gunung berapi. Aku pernah mempelajari itu. Tidak berbahaya, hanya saja akan sangat bau belerang disana."Ucapku.

"Gunung berapi? Benarkah?"Tanggap Vivi.

"Benar. Kalau kau tidak percaya, tanya saja pada Nami, Vivi. Lagian, dia navigator kita."Ucapku.

"Baiklah, aku mau memberitau Nami-san terlebih dahulu."Ucap Vivi.

Vivi berlari pergi ke arah dapur dan kemudian membuka pintu dapur.

"Nami-san, ada yang aneh. Kemarilah!"Ucap Vivi.

Nami, Sanji, dan Chopper yang tadi ada didapur lalu berjalan keluar dari dapur.

"Ah, jangan khawatir. Itu bukan apa-apa. Itu hanya semacam uap panas."Ucap Nami.

"Uap panas muncul dari lautan?"Tanggap Vivi.

"Ya, itu adalah 'hotspot'."Ucap Nami.

"Apa itu?"Tanya Luffy.

"Itu adalah tempat dimana magma muncul. Disana ada gunung berapi bawah laut."Ucap Nami.

"Ada gunung berapi bahkan di dasar lautan?"Tanya Chopper.

"Benar. Sebenarnya, terdapat lebih banyak gunung berapi di dasar lautan daripada di daratan."Ucap Nami.

"Aku tak peduli. Lagian, tidak bisa dimakan."Ucap Luffy.

"Jika, seperti ini, dalam seribu atau sepuluh ribu tahun lagi, akan terbentuk pulau baru di tempat itu. (Namamu), bukankah kau bilang kau juga mempelajari dasar geografi? Kau seharusnya mengetahui semua itu."Ucap Nami lalu menoleh menatapku.

"Aku mengetahuinya dan aku sudah memberitaukan itu pada Vivi, tapi sepertinya Vivi tidak percaya, makanya aku menyuruhnya untuk pergi bertanya padamu."Ucapku.

"Ah, maaf, (namamu)-san."Ucap Vivi dengan wajah yang tidak enak.

"Tidak masalah, Vivi. Aku tidak seperti Nami yang benar-benar mempelajari geografi. Aku hanya mempelajari dasarnya. Jadi memang lebih bagus tanya yang lebih ahli."Ucapku.

"Ah, kalian berdua pintar sekali, (namamu)-chan, Nami-san."Ucap Sanji dengan mata yang lope-lope.

"10.000 tahun... Apa aku masih hidup ya?"Ucap Luffy.

"Kau pasti sudah mati. Kau kan manusia."Ucap Usopp.

"Raksasa Elbaf saja paling lama hidup 300-400 tahun. Jadi tak mungkin kau bisa hidup sampai 10.000 tahun, Kapten."Ucapku.

"Sudah dapat sesuatu belum?"Tanya Sanji sambil berjalan menghampiri kami bertiga yang sedang memancing.

"Oh, Sanji. Hara hetta. Buatkan aku sesuatu!"Ucap Luffy.

"Kau itu selalu saja lapar."Ucap Sanji dengan nada yang malas.

"Sanji-kun, aku juga lapar."Ucapku sambil menatap Sanji dengan tatapan memelas.

"Kalau begitu akan aku buatkan makanan spesial untukmu, (namamu)-chan!"Pekik Sanji dengan mata yang lope-lope menatapku lalu dia langsung berlari memasuki dapur dengan cepat.

Lalu saat kapal kami sudah mulai memasuki uap panas itu, kami semua langsung pada terbatuk-batuk karena bau belerang.

"Bau belerang!"Pekik Usopp.

"Tidak enak sekali!"Pekikku.

"Aku tak bisa melihat apapun selain uap panas!"Ucap Luffy.

"Tenanglah! Kita akan segera melewatinya."Ucap Nami.

Saat kapal kami sudah keluar dari uap panas itu, kami semua menjatuhkan rahang kami melihat ada manusia aneh yang memegangi Karu.

'Bon-chan.'Pikirku.

"Oh, tidak! Kenapa aku bisa memeluk bebek bintik bertampang mesum ini?!"Pekik Bon Clay.

Aku, Luffy, dan Usopp lalu saling tatap setelah dia berbicara.

"Putri Duyung?"Ucap Luffy.

"Bukan."Ucap Usopp.

"Bawahnya berbentuk kaki, bukan ekor. Jadi jelas dia bukan putri duyung, Kapten."Ucapku.

Tapi lalu tiba-tiba saja pegangan Bon Clay yang memegang Karu terlepas, membuat dia menjadi terjatuh dilautan.

"TOLONG AKU! Memalukan sekali, aku tak bisa bere..."

Belum selesai Bon Clay mengucapkan kalimatnya, dia sudah tenggelam. Lalu Usopp dan Zoro pun membantu dia dan kemudian menaikkannya di atas.

"Oh. Aku kira aku sudah mati! Ya, terimakasih! Swan, swan. Hidupku diselamatkan Bajak Laut yang tidak aku kenal. Aku tidak akan melupakan kebaikan kalian! Oh, tapi bolehkah aku minta semangkuk sup hangat?"Ucap Bon Clay.

"TIDAK BOLEH!"Teriak kami semua garang.

"KAMI JUGA KELAPARAN!"Teriak Zoro garang.

"Kau tak bisa berenang, kah?"Tanya Luffy.

"Kau benar sekali. Karna aku telah memakan Akuma no Mi."Ucap Bon Clay.

"Ah, kau makan yang mana?"Tanya Usopp.

"Baiklah. Sepertinya aku sedang tidak buru-buru sementara menunggu kapalku datang menjemput. Mungkin aku bisa memberikan sedikit pertunjukan! Bersiaplah terpukau dengan kemampuanku!"Ucap Bon Clay lalu memukul wajah Luffy kencang dengan telapak tangannya membuat kami semua terkejut.

"Apa yang kau..."Ucap Zoro yang langsung mengeluarkan kedua pedangnya.

"Matte! Matte! Matte yo! Ku bilang aku akan memberikan pertunjukan kan. Dan ini pertunjukannya."Ucap Bon Clay.

Tapi kami semua langsung menjatuhkan rahang kami saat Bon Clay berubah jadi Luffy.

"Ah! Itu aku!"Pekik Luffy.

"Mengejutkan! Mengejutkan! Mengejutkan! Ketika aku menyentuh diriku dengan tangan kiri... Lihat, aku kembali ke bentuk semula. Kemampuan ini didapat karna telah memakan Mane Mane no Mi!"Ucap Bon Clay yang berubah kembali menjadi dirinya.

"Suaranya..."Ucap Nami.

"Bahkan sikapnya sama persis!"Ucap Usopp.

"S-SUGOI!"Teriakku dan Luffy bersamaan.

Lalu dia menyentuh satu persatu wajahku, Usopp, Nami, Chopper, dan Zoro yang masih melongo.

"Ah, sebenarnya tidak perlu memukul orang yang akan ditiru. Hai! Lihat aku! Jika aku menyentuh wajahku dengan tangan kanan, aku dapat meniru siapa saja. Contohnya seperti ini."Ucap Bon Clay sambil terus merubah bentuknya menjadi Usopp, lalu Zoro, lalu Chopper, lalu Nami, dan terakhir aku.

"Bahkan tubuhnya."Ucap Bon Clay sambil memperlihatkan tubuhku pada Luffy, Chopper, dan Usopp.

"Wah, tubuhku ternyata bagus sekali."Ucapku begitu kagum melihat tubuhku sendiri, tidak memikirkan tubuh telanjangku sudah dipertontonkan pada Luffy, Usopp, dan Chopper.

'PLETAK!'

"KENAPA KAU MALAH KAGUM, BAKA!"Teriak Nami garang sambil memukul kepalaku kencang.

"Ittai!"Ringisku.

'BRAK!'

"BERANINYA KAU MEMPERLIHATKAN TUBUHNYA! HENTIKAN!"Teriak Zoro garang sambil memukul kencang Bon Clay sampai terjatuh.

"Oe, kau tidak apa?"Tanya Luffy pada Bon Clay.

"Baiklah. Seharusnya aku tidak menunjukkan kemampuanku berlebihan. Tapi aku heran kenapa yang marah malah bukan pemiliki tubuhnya."Ucap Bon Clay.

"Urusai."Ketus Zoro.

"Kau sangat hebat! Lakukan lagi!"Teriak Luffy bersama aku, Usopp, dan Chooper dengan begitu hebohnya.

"Ah! Aku tak punya pilihan lagi! Mau melihat yang lain?"Ucap Bon Clay.

"Tunjukkan pada kami! Tunjukkan pada kami!"Pekikku, Luffy, Usopp, dan Chopper.

"Mereka berempat senang sekali."Ucap Nami.

"Dengan senang hati akan aku tunjukkan. Kemampuan ingatanku!"Ucap Bon Clay.

Lalu Bom Clay merubah dirinya dengan berbagai wajah, termasuk ada wajahnya ayahnya Vivi yaitu Nefertari Cobra.

"Wajahnya aneh sekali!"Pekik Luffy.

"Keren banget!"Pekik Usopp.

"Mengagumkan!"Pekikku.

"Hebat!"Pekik Chopper.

Kami berempat lalu bertepuk tangan dengan begitu sangat hebohnya.

"Konyol sekali."Ucap Zoro.

"Jadi, bagaimana penampilanku tadi? Biasanya aku tak menunjukkan ini pada orang lain."Ucap Bon Clay.

"Hebat! Ayo kita bersenang-senang!"Teriakku, Luffy, Usopp, dan Chopper.

Lalu kami berlima mulai menari-nari bersama dengan heboh dan bahagianya.

"Lakukan semau kalian."Ucap Nami lalu menghela napasnya.

"Kapalku sudah datang! Oh, saat kita untuk berpisah. Menyedihkan sekali."Ucap Bon Clay saat melihat kapalnya yang sedang mendekat ke kapal kami.

"EH?!"Tanggap kami berempat.

"Aku mohon, jangan pergi."Ucap Usopp.

"Jangan bersedih begitu! Setiap ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Tapi, setidaknya ingatlah ini: Persahabatan sejati yaitu selama kita masih mengenal satu sama lain, itu adalah segalanya. KITA AKAN BERTEMU LAGI!"Ucap Bon Clay lalu melompat ke perahunya.

"Kami akan merindukanmu!"Teriak Luffy.

"Aku harap, kita bertemu lagi!"Teriakku.

"Nah, saatnya kita pergi!"Pekik Bon Clay pada para krunya.

"Ha'i, Mr 2, Bon Clay-sama!"Tanggap para krunya.

Lalu kapal Bon Clay berjalan berjalan pergi menjauh. Sementara kami yang mendengar itu langsung menjatuhkan rahang kami lebar karena terkejut mengetahui kalau dia adalah Mr 2.

"Mr 2?!"Pekikku dan Usopp.

"Jadi dia itu Mr 2, Bon Clay!"Pekik Vivi.

"Vivi! Apa kau mengenalnya?"Tanya Luffy.

"Tidak. Sebelumnya aku tidak pernah bertemu dengan Mr 2 atau pasangannya Mr 1. Kemampuannya juga tidak tau. Tapi aku mendengar gosip kalau Mr 2... Mereka bilang dia adalah balerina periang dengan suara cempreng. Selalu menggunakan mantel angsa. Dan ada tulisan 'Bon Clay' di punggungnya."Ucap Vivi.

"Kenapa tidak sadar?"Tanggapku, Luffy, Usopp, dan Zoro sweatdrop.

"Kau kenapa, Vivi?"Tanya Luffy saat melihat Vivi yang diam saja dengan wajah muram.

"Baru saja... Diantara wajah-wajah yang ditunjukkan olehnya, terdapat wajah ayahku dalam ingatannya! Wajah Raja Alabasta, Nefertari Cobra juga ada."Ucap Vivi.

"Jika dia dapat menirukan wajah Raja, pasti dia bisa melakukan sesuatu yang sangat licik."Ucap Zoro.

"Dia berbahaya sekali."Ucapku.

'Tapi aku tetap menyayangimu karna telah berkorban besar untuk Kapten, Bon-chan!'Pikirku.

"Dan kita baru saja membiarkan orang berbahaya pergi."Ucap Usopp.

"Jadi dia musuh kita?"Tanya Chopper.

"Dia pasti akan membuat masalah besar. Jika kita mengetahui kita adalah musuhnya, dia pasti menggunakan ingatannya untuk menirukan salah satu diantara kita. Dan itu bisa memecah belah pertemanan kita."Ucap Nami.

"Souka?"Tanggapku dan Luffy.

"Dengar dulu, (namamu), Luffy."Ucap Nami.

"Baiklah, tunggu sebentar. Selama dia belum mengetahuinya, kita tidak perlu takut terhadap orang itu. Aku pikir, dengan bertemu dengannya itu sangatlah menguntungkan. Karna kita bisa menyusun rencana."Ucap Zoro.

"Zoro bisa berpikir dan menyusun rencana?"Tanggapku.

"Urusai!"Pekik Zoro garang.

Lalu tiba-tiba saja kami berguncang dengan begitu hebatnya, dan kemudian tiba-tiba saja muncul kucing putih yang sangat besar dari laut.

"Itu besar sekali!"Teriak Luffy.

"Kucing itu terlihat kawaii!"Teriakku.

"Kucing laut!"Pekik Vivi.

"Monster laut!"Teriak Usopp dan Chopper ketakutan.

"AKHIRNYA KITA BISA MAKAN SETELAH EMPAT HARI!"Teriak Zoro sambil bersiap dengan ketiga pedangnya.

"YATTA! AKHIRNYA! KUCING ITU PASTI MEMILIKI DAGING YANG ENAK!"Teriakku.

"MAKANAN!"Teriak Luffy.

"Jarumnya sudah menetap! Kuharap kita akan segera tiba disana."Ucap Nami sambil memerhatikan Eternal Pose Alabasta.

"MAKANAN!"Teriak Luffy membuat kucing itu perlahan mundur ketakutan.

"Owh! Dia kabur!"Pekik Zoro.

"Nani?! Jangan kabur kau, neko!"Pekikku.

"Putar! Kembali! Kembali!"Teriak Luffy.

"Aku tak bisa melakukannya!"Pekik Usopp ketakutan.

"Jangan sampai dia lolos! Dia adalah stock makanan kita! Kita harus bisa untuk menangkap stok makanannya!"Teriak Sanji.

'BRAK!'

"YAMERO!"Teriak Vivi sambil memukul aku, Luffy, Sanji, dan Zoro pakai sapu.

Kucing laut putih kawaii itu pun menjadi berhasil pergi.

"Vivi! Brengsek! Apa yang kau lakukan?"Teriak Luffy garang.

"Vivi, kenapa kau tega melakukan itu?"Ucapku.

"K-Kenapa, Vivi-chan?"Tanya Sanji.

"Kalian tidak boleh memakannya! Bagi penduduk Alabasta, kucing laut adalah hewan keramat!"Pekik Vivi.

"Kenapa tak bilang-bilang!"Pekik Luffy.

"Hah! Aku sangat lapar."Ucapku.

"Banyak sekali hal menarik di lautan ini, ya?"Ucap Chopper.

"Kau masuk ke dek saja jika kau ketakutan."Ucap Usopp padahal dia sendiri yang gemetaran.

Chopper menoleh ke arah Usopp, lalu Usopp langsung bergaya sok berani.

"Yosh! Bagaimana jika aku menceritakan kisah perjuanganku melawan Sea King di Calm Belt?"Ucap Usopp.

"Melawan Sea King?!"Pekik Chopper yang langsung percaya.

"Yang paling besar dan mereka sebanyak ini!"Pekik Usopp sambil merentangkan tangannya.

"Sekarang makananku sudah pergi."Mewek Luffy.

"Hiks! Makananku!"Mewekku.

"Jangan khawatir. Kalian akan makan sebanyak yang kalian mau secepatnya."Ucap Vivi.

"HONTOU, KAH?!"Pekikku dan Luffy dengan berbinar-binar.

"Kucing seperti apa yang akan dihidangkan nanti?!"Pekik Luffy.

"Aku tak sabar!"Pekikku.

"Vivi, tampaknya awan dan cuaca telah stabil."Ucap Nami membuat Vivi menoleh ke arahnya.

"Ya. Kita telah memasuki kawasan iklim Alabasta. Kemunculan kucing laut itu sebagai buktinya."Ucap Vivi.

"Kalau ada sebanyak itu dibelakang kita, Alabatas pasti ada didekat sini."Ucap Zoro saat melihat kapal-kapal Baroque Works yang begitu banyak.

"Sejak kapal-kapal itu datang?"Ucap Luffy.

"Aku juga baru menyadarinya."Ucapku.

"Oe, lambang Baroque Works terdapat diseluruh kapalnya!"Ucap Usopp.

"Akhirnya semua anggota mulai berkumpul. Mungkin mereka itu adalah 'Billions'. Bawahan para 'Kepala Agen'."Ucap Vivi.

"Setidaknya mereka berjumlah 200 orang."Ucap Nami.

"Selain itu, mereka adalah anggota elit Baroque Works. Dibandingkan dengan di Whiskey Peak, mereka jauh lebih kuat."Ucap Vivi.

"Kita lakukan tembakan sekali ada kesempatan. Cepat hentikan mereka!"Ucap Usopp.

"Akan lebih cepat kalau dekati mereka, lalu dihajar!"Ucap Luffy.

"Benar."Ucapku sambil mengangguk.

"Tunggu dulu, aku harus makan dulu!"Pekik Luffy sambil memegangi perutnya berbunyi kembali.

"Ya! Makanan yang lebih penting!"Pekikku.

"Baka! Biarkan saja mereka! Mereka semuanya lemah."Ucap Zoro.

"Benar sekali. Kita tidak boleh melupakan apa tujuan kita. Dan ingat, kita disini hanya bersembilan."Ucap Sanji.

Lalu kami membuat apa yang Zoro rencanakan yaitu lambang X yang ada ditangan kanan, lalu membalutnya dengan perban.

"Pastikan kalian mengikatnya dengan kencang. Kita belum tau banyak soal musuh kita."Ucap Zoro.

"Aku mengerti."Ucap Vivi.

"Jika kita menggunakan tanda ini, kita tak perlu cemas untuk mempercayai teman kita."Ucap Nami.

"Apa dia benar-benar mirip kalian? Jika dia menggunakan kemampuannya Mane Mane no Mi."Tanya Sanji.

"Masalahnya, dia itu bukan hanya mirip dengan kita. Dia adalah kita! Sama persis. Seharusnya kau tadi melihatnya! Bahkan kita tadi menari bersamanya!"Ucap Usopp.

"Aku tak tertarik dengan balerina pria."Ucap Sanji.

"Karena kita mengetahui laki-laki itu ada diantara musuh kita, jadi kita tidak bisa bertindak gegabah."Ucap Zoro sambil membantu mengikatkan perbannya pada tanganku karena sedari tadi aku tak bisa mengikat kencang dengan sendiri.

"Nah, apa yang harus aku lakukan?"Tanya Chopper.

"Ya! Lakukan apa yang kau bisa! Tidak ada yang perlu dilakukan selain itu! Jika kau tidak bisa mengalahkannya, kabur saja, ok?"Ucap Usopp.

"Yang kau maksud kau sendiri, kan?"Ucap Sanji.

"Lakukan apa yang aku bisa. Wakata!"Ucap Chopper.

"Arigatou, Zoro."Ucapku sambil tersenyum setelah sudah selesai di ikatkan.

"Pulaunya sudah terlihat!"Teriak Luffy membuat kami semua menoleh ke arah depan.

"Kita akan mendarat di pelabuhan Nanohana. Kapalnya harus disembunyikan."Ucap Vivi.

"Yosh! Apapun yang terjadi setelah ini... Tanda dilengan kiri kita adalah lambang persahabatan!"Ucap Luffy lalu mengulurkan tangan kirinya ke depan.

Kami pun membuat lingkaran dengan tangan kiri kami yang diulurkan ke depan juga.

"Nah, ayo ke pulau pasir! UNTUK MAKAN! Ah, dan Alabasta..."Ucap Luffy.

"Yosh! Untuk makanan!"Ucapku.

"Tukar prioritas keinginan kalian berdua."Ucap merekasweatdrop.

"Kita akan segera melawan sekumpulan pembunuh bayaran, (namamu), Luffy."Ucap Nami.

"Ya, itu benar."Ucapku dan Luffy.

"Jadi, jangan bertindak mengikuti naluri! Mengerti?"Ucap Nami.

"Ya. Kami mengerti."Ucapku dan Luffy.

Aku lalu menoleh menatap Vivi yang sedang tersenyum sambil memandangi perban ditangannya. Aku pun juga memandangi perban yang ditanganku, dan kemudian tersenyum.

Continue Reading

You'll Also Like

153K 16.3K 50
[One Piece Fanfiction] Update: - Status : completed Luffy menemukan sesuatu di dasar laut yang sangat menarik perhatiannya, ia pun segera menyuruh te...
baby haikyuu By aninanin

General Fiction

21.6K 967 12
yamaguchi dan hinata menjadi bayi secara tiba tiba yang membikin semua terkejut bukan cuma hinata dan yamaguchi yang menjadi bayi ternyata sekolah la...
10.6K 480 17
cuman sekumpulan oneshoot fanfiction nya zorobin, mungkin ada beberapa couple dari one piece yang bakal terlibat di dalam nya, hope u like it guyss...
137K 9.8K 67
Bagaimana reaksi dari kru Topi Jerami saat mendapati seorang anak laki-laki misterius yang mengaku dari masa depan memberitahu mereka tentang rincian...
Wattpad App - Unlock exclusive features