40. Ayo Jalan!

994 122 16
                                    

Happy Reading!!!!

Selamat menebak!!!!
______________________________________


Hari minggu.
Sebuah hari yang paling disukai oleh hampir seluruh orang yang memiliki pekerjaan ataupun anak sekolah. Pasalnya hari ini mereka tidak perlu melakukan rutinitas melelahkan itu dan bisa bersantai seharian atau menikmatinya bersama keluarga.

Sama seperti chaeyoung. Hari ini dia dan haruto akan pergi ke beberapa tempat yang selama ini belum pernah haruto kunjungi.

Jujur sebenarnya chaeyoung sangat malas dan takut untuk keluar minggu ini, tapi demi haruto dia rela memotong waktu tidurnya untuk menemani adiknya pergi. Ya anggap saja chaeyoung tengah membayar hutang atas banyaknya waktu yang hilang akibat kesibukannya.

Lagipun dia tak mungkin membiarkan haruto pergi sendirian bukan? Akan sangat berbahaya jika dia bertemu dengan orang yang dikenalnya.

"Haruto~ah! Ayo sarapan dulu!" teriak chaeyoung dari dapur.

Gadis itu segera menuangkan sup panas yang baru saja matang ke sebuah mangkuk besar kemudian membawanya perlahan menuju meja makan.

Tap! Tap! Tap!

Gadis itu menoleh kearah tangga ketika sebuah suara sepatu yang bergesekan dengan lantai tangga sukses mengusik telinganya.

Pria dengan jaket jeans dengan kaos putih yang dipadukan dengan jeans hitam dan sepatu putih terlihat turun dan berjalan ke arahnya. Oh astaga! Haruto benar-benar terlihat lebih tampan.

"Morning nunna!" sapa haruto senang.

Gadis itu tersenyum simpul. Menatap penuh kasih sayang adik semata wayangnya yang paling berharga itu.

"Morning! Ayo sarapan dulu." ajak chaeyoung sembari menggeser kursinya.

Pria itu menggeser kursi yang berhadapan langsung dengan chaeyoung. Menatap berbinar kearah berbagai jenis makanan kesukaannya yang sudah tertata rapi diatas meja. Ada kimchi, sup daging sapi, telur gulung dan masih banyak lagi. Semuanya kesukaan haruto.

"Woah nunna memasak ini semua?" tanya haruto tidak percaya.

Chaeyoung yang tengah sibuk membalik piringnya hanya tersenyum bangga.

"Tentu saja! Nunna sengaja memasak banyak makanan untukmu. Kau pasti rindu masakan nunnakan?" tanya chaeyoung sembari terkekeh kecil.

Haruto tersenyum hingga matanya membentuk lengkungan garis yang sangat cantik jika dilihat. Rindu? Ah jangan ditanya lagi. Jelas haruto sangat merindukan masakan nunnanya.

Akhir-akhir ini dia sangat sibuk dan jarang membuatkan makan siang dan makan malam untuknya. Dia selalu membeli makanan cepat saji atau mampir ke kedai ayam saat pulang ke rumah.

Sarapan pagipun, dia sudah tidak bisa memasakan haruto setiap hari. Dia selalu terburu-buru dan hampir semua masakan yang dibuatnya tidak tepat bumbu. Kadang keasinan, hambar atau bahkan kemanisan. Tapi haruto masih bisa memakluminya karena dia pikir chaeyoung juga terburu-buru juga semata-mata untuk membahagiakan haruto.

Terkadang haruto merasa kasihan pada kakaknya yang selalu bekerja keras tanpa istirahat. Jujur, dia ingin sekali menggantikan posisi kakaknya untuk bekerja, supaya nunna kesayangannya itu tak harus bekerja keras seperti ini.

Tapi setiap haruto membicarakan hal tersebut, chaeyoung selalu mengatakan bahwa sebenarnya mereka sudah memiliki banyak uang jika chaeyoung tega padanya.

Namun sayangnya haruto tidak pernah mengerti dengan semua ucapan kakaknya. Ucapan chaeyoung selalu berbelit dan tak mau menjelaskan secara detail pada haruto.

POWER of DESTINYUnde poveștirile trăiesc. Descoperă acum