q. mutilasi panca

400 113 14
                                    

Karena Dikta yang sibuk ngurusin si Putra. Yang ternyata saat itu si Putra memang sengaja menabrakkan diri ke mobil Dikta. Masalahnya karena Putra sudah tidak kuat di bully oleh teman satu SMPnya yang mengolok-olok dirinya yang anak panti.

Ya ampun, Suzy beneran gak menyangka hal pembullyan masih ada di dunia yang semuanya hampir memandang sederajat.

Dan karena Dikta yang sibuk ngurusin masalah psikologisnya Putra, akhirnya tugas diserahkan kepada Suzy sepenuhnya. Ya, meskipun cowok itu tidak pernah sekalipun bilang kalau tugasnya Suzy aja yang ngerjain.

Tapi, cowok itu pasti lupa. Dan jadilah, Suzy yang harus turun tangan.

Sekarang, Suzy sedang sibuk membolak balik beberapa buku paket yang sudah ia kumpulan dari beberapa rak buku yang ada di perpustakaan. Ah~ matanya benar-benar lelah ketika harus mengetikkan beberapa kata dari buku ke laptopnya.

Tapi, ia tidak boleh menyerah begitu saja. Tugasnya harus diselesaikan secepat mungkin.

"Lo ngerjain apa?"

Tiba-tiba Panca datang dan duduk disebelah Suzy dengan cowok itu yang langsung menidurkan kepalanya di meja.

"Tugasnya, Bu Erna. Lo udah?"

"Udah. Di kerjain sama Hani."

"Enak dong lo!!!!" Suzy menghentikan acara mengetikkan dan langsung menyenderkan punggungnya yang kebas ke kursi sambil menatap Panca malas.

"Enak apanya?! Gue harus beliin dia tas sama baju dulu." Panca menghela napas.

"Kerjain punya gue deh."

"Ogah."

"Pan, gue mau tanya dong." Suzy langsung menegakkan badannya dan mencondongkan tubuhnya mendekat kearah Panca.

Suzy sedikit teringat sesuatu. Dan sesuatu itu, Suzy yakin kalau Panca tahu dan cowok itu bisa sedikit menutupi lubang penasaran Suzy yang di gali oleh seseorang.

"Apwhaaaa???" jawab Panca sambil menguap lebar-lebar.

"Seola sakit apa?"

Mata Panca langsung terbuka pada bukaan terlebar. Bahkan cowok itu terlihat tidak mengantuk sama sekali, sangat segar dengan mata yang melotot keduanya.

"Lo udah tau seola???"

"Udah."

Mendapat jawaban singkat dari Suzy, Panca malah memejamkan matanya kembali.

"Lo tanya Sehun sendiri aja. Gue gak mau di bilang ember sama cowok lo."

Suzy menghela napas. "Sehun bukan cowok gue. Dia pacarnya Seola, dan tolong bilangin ke dia buat gak usah ganjen sama cewek lain kalau udah punya pacar!!!" ketus Suzy se ketus-ketusnya yang langsung menutup laptopnya secara paksa.

Dia mendadak sebal. Iya, sebal dengan apa yang barusan Panca ucapkan.

"Lo marah ya, Zy?"

"Enggak!"

"Ehey! Cemburu!!!" sorak Panca dengan mukanya yang berubah menjadi super menyebalkan.

Sumpah, Suzy tidak berbohong.

"Ahahaha gue bilangin Sehun aja!!"

Suzy sedang mencari sukarelawan yang siap memutilasi mulutnya Panca saat ini juga

Suzy sedang mencari sukarelawan yang siap memutilasi mulutnya Panca saat ini juga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ehe, pendek dulu eaaaa

RecallTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang