n. suzy juga patah hati

454 115 16
                                    

Sore ini, menurut perhitungan orang jawa harinya sudah berganti. Artinya sudah hari sabtu. Tapi, yang di ketahui Suzy hanyalah jum'at sore atau sabtu malam. Sama saja.

Tiba-tiba Suzy diajak ketemuan oleh Kaizel. Tidak, tidak. Cowok itu tidak mengajak ke tempat bagus seperti cafe ataupun mall. Kaizel hanya menyuruh Suzy datang ke kampus.

Katanya, ke kampus itu gak perlu banyak ongkos. Suzy cuma ganti bensin, dan Kaizel cuma jalan kaki, karena jarak kos dengan kampus tidak terlalu jauh.

Meskipun Suzy terhitung rugi, demi temannya itu ia rela datang. Mengingat kalau Kaizel baru saja putus cinta. Takutnya, cowok itu bisa bunuh diri karena Krystal yang tidak mau di ajak balikan. Gawat. Meskipun, Kaizel tidak bisa di banggakan, cowok itu masih ada gunanya juga.

Contoh = jadi pesuruh

Suzy sudah memarkirkan mobilnya di depan gedung D. Area kampus sudah sepi, mengingat saat ini sudah pukul lima sore dan menjelang adzan magrib.

Matanya menemukan Kaizel yang tengah terduduk lesu di gazebo yang ada di sisi sebelah selatan dari gedung D. Suzy langsung berjalan dan menghampiri cowok yang sepertinya sudah tidak bernyawa itu.

"Ada apa?" tanya Suzy saat dirinya sudah duduk persis di sebelah Kaizel.

"Eh, zy. Gue mau minta pendapat."

"Apa?"

Sebelum mengutarakan apa yang ada dipikirannya, Kaizel sempat berfikir untuk sesaat. "Kalau gue pake semar mesem, kira-kira Krystal mau balikan lagi sama gue gak ya?" tanya Kaizel dengan volume suara lirih dan mata yang melotot seperti meminta jawaban dari Suzy yang paling bisa membuatnya bahagia.

"GILA!! Dapet jurus kayak gitu dari mana lo?!"

Pastilah Suzy kaget mendengar pernyataan Kaizel. Setahu dia, semar mesem itu semacam aji-aji dari dukun atau apalah itu, untuk dapat memikat seseorang yang kita suka agar nyantol juga. Suzy juga yakin, kalau Semar Mesem itu salah satu hal mistis dan bakalan ngeri kalau dilakukan.

Bukannya menjawab, Kaizel malah memutar sebuah lagu dari ponselnya.

"Gue dapet inspirasi dari lagu ini."

"Eh, lagunya enak. Dangdut ya. Siapa yang nyanyi? Nurbayan?" ucap Suzy yang menikmati lagu yang terputar itu.

"Gimana, zy? Gue pake semar mesem apa jaran goyang sekalian?"

"Hop hop hop!!" Suzy mematikan musik dan beralih menatap Kaizel dengan tajam. "Musyrik lo. Udah, kalau lo beneran jodoh sama si Krystal. Lo bakalan nikah sama dia. Gak tau nanti ketemuannya di milan atau cuma di malang. Ketika Tuhan sudah berkehendak, lo bisa apa?"

Kaizel menghela napas mendengar penuturan Suzy. "Iya deh iya."

"Nah gitu dong."

"Tapi, lagunya enak, Zy?"

Kepala Suzy manggut-manggut. "Enak-enak."

"Kalau gitu gua pake semar me-

"DEKIL!!!!!"

***

Setelah mentraktir makan Kaizel yang tengah patah hatinya, Suzy pergi ke rumah sakit dimana Putra dirawat.

Sebenarnya ia tidak terlalu khawatir dengan Putra, ia lebih khawatir terhadap Dikta. Cowok itu pasti saat ini masih mengenakan pakaian yang sama seperti tadi pagi, mungkin juga beberapa bungkus roti yang dibeli oleh Suzy Tidak dimakan oleh cowok itu. Menurut Suzy begitu, mengingat kalau Dikta itu sepertinya orang yang terlalu banyak memikirkan sesuatu.

Dan benar saja, ketika Suzy masuk ke dalam kamar rawat Putra. Ia melihat Dikta yang tengah tertidur pulas di sofa yang ada di sebelah kasur Putra. Seperti prediksi Suzy pula, cowok itu masih memakai pakaian yang sama, dan juga sekresek berisi beberapa bungkus roti itu belum terbuka.

Akhirnya, Suzy memilih keluar dari kamar dan pergi keluar rumah sakit untuk membeli makanan yang kiranya di sukai oleh Dikta.

Seingat Suzy, ia pernah lihat kalau Dikta pernah memposting beberapa foto nasi goreng dengan toping yang berbeda-beda. Dari pada bingung berkelanjutan, akhirnya Suzy memilih membeli sebungkus nasi goreng.

Sembari menunggu pesananya kelar, Suzy bermain ponselnya. Ia hanya membuka line, dan membaca isi pesan dari beberapa grup, seperti grup temen-temen sd, smp, sma, kuliah, sampai temen-temen yang menjadi satu kelompoknya saat ini. Suzy memang begini ketika sudah bosan dan tidak tahu apa yang harusnya ia lakukan.

"Suzy?"

"Sehun?!" suzy kaget. Ia tidak menyangka kalau harus bertemu dengan Sehun disaat pesan makanan seperti sekarang ini.

"Lo kok disini?"

"Nganterin temen."

"Siapa? Dikta?"

Wah, Suzy harus memberikan tepukan begitu meriah ketika tebakan Sehun benar. Dan Suzy memilih diam dari pada harus menjawab, namun saat dirinya diam, ia teringat dengan sesuatu.

"Tadi siang, gua liat lo dorong cewek di kursi roda. Itu siapa?"

"Cewek gue." jawab Sehun dengan lemas.

Suzy diam saja. Ia cukup kaget.

Sehun menatap Suzy dengan mata yang berkaca. Entah kenapa, rasanya hati Suzy tiba-tiba tertusuk ribuan duri. Ia tidak menyangka kalau rasanya bisa sesakit ini, melihat Sehun yang membicarakan pacarnya dengan mata yang berkaca-kaca.

"Namanya, Seola. Cantikkan?"

 Cantikkan?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Masih cantik aku hun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Masih cantik aku hun

Yhaaaa aku sebenernya masih menyayangkan dengan mama kemarin malem :)

RecallTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang