l. luka dan obat

485 126 40
                                    

Om Henry pernah bilang, kalau hidup itu kadang dilingkupi awan kelabu. Atau dalam bahasa gampangnya, hidup itu tidak selalu bahagia. Ada pasang ada surut, ada senang ada juga yang namanya susah. Tuhan itu membuat suatu sebab pasti dengan akibat.

Meskipun Suzy bodoh, ia paham dengan hal-hal yang seperti itu. Mengingat Papanya yang sangat jeli dan spiritual ketika membicarakan tentang nasib, dan jalan hidup.

Saat ini Suzy melihat kenyataannya, kenyataan yang lebih besar dari yang pernah ia alami.

Ia melihat Dikta yang terus menangis di pelukannya. Tubuh cowok itu bergetar hebat dengan air mata layaknya air mancur yang tak kunjung mereda. Sedangkan Suzy, dirinya hanya bisa mengelus punggung Dikta dan sesekali menyeka pelipis Dikta yang berkeringat.

Cowok yang terkenal dengan senyum 24/7 itu, kini berubah. Senyum itu lenyap, senyum itu menghilang ketika air mata datang menyapa.

"Udah, gak apa-apa. Ada gue." ucap Suzy berusaha membuat Dikta sedikit merasa lebih baik.

Dikta tidak menjawab, cowok itu masih asik menangis. Namun, bedanya saat ini cowok itu tengah duduk meringkuk di lantai depan ruang operasi.

***

Suzy membeli beberapa potong roti. Ia yakin, saat ini Dikta belum sarapan dari pagi.

Setelah tiga jam berlalu, dan operasi berhasil dengan sempurna. Dikta masih terus mendampingi anak yang tadi. Menemani anak kecil itu dan mempersiapkan segala hal yang berhubungan dengan anak itu.

Dikta bertanggung jawab penuh disini. Untung, pihak dari kepolisian dapat memastikan kalau yang salah disini anak anak itu. Karena menyebrang mendadak, dan membuat dirinya tertabrak oleh Dikta.

"Makan ya, dik?" tanya Suzy kepada Dikta yang saat ini tengah duduk di sofa yang ada di kamar rawat.

Kepala Dikta menggeleng.

"Dia namanya putra." gumam Dikta. "Masih SMP kelas satu." lanjutnya.

Suzy tidak membalas, gadis itu malah menatap iba kearah muka Dikta yang bengkak efek menangis tiada henti tadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Suzy tidak membalas, gadis itu malah menatap iba kearah muka Dikta yang bengkak efek menangis tiada henti tadi. Cowok itu benar-benar merasa bersalah, pikir Suzy.

"Lo tau? Tuhan itu ciptain cewek sama cowok untuk berdampingan. Maka dari itu, setiap luka pasti ada obat. Jadi, lo jangan kayak gini, Dikta. Ini bukan elo." jelas Suzy yang sepertinya sudah tidak tahan dengan perilaku Dikta.

"Gue tau dan gue paham. Tapi, setiap luka belum tentu ada obatnya Zy." eyel Dikta.

"Ada! Kalo gak ada, nanti gue cari'in!!" eyel Suzy yang tidak mau kalah dengan Dikta. "Mending sekarang lo makan dan minum vitamin! Biar jaga Putranya semangat! Gak lesu kayak gini!!!" lanjut Suzy yang langsung menyuapkan sepotong kue ke mulut Dikta.

Dikta menurut meskipun sedikit merasa enggan dengan perintah Suzy.

"Jangan lemes dong!!! Banci aja semangat kalo deket cowok ganteng! Lo disuapin cewek cantik yang semangat juga dong, ah!!!" ketus Suzy yang sudah sebal dengan Dikta yang tak bertenaga itu.

Sebenernya Suzy sebel karena dia juga sudah capek. Ia yang harus ini itu. Ya, meskipun Dikta memberikan sebuah black card -yang sukses membuat Suzy kaget tentunya- untuk membayar administrasi dan semua kebutuhan Putra.

Dan saat ini Dikta membalas omelan Suzy dengan senyum setipis kertas dan serapuh tulang orang tua. Setidaknya, senyum yang dilihat Suzy barusan bisa menandakan kalau cowok yang duduk di sebelahnya saat ini masihlah Dikta yang biasanya.

"Maaf, gue emang selalu begini kalau dapet masalah. Apalagi kalau berhubungan dengan darah." ucapnya.

"Lo takut sama darah?"

Dikta tersenyum miring. "Sayangnya iya, dan gue gak suka itu."

"Kenapa?"

"Karena suatu saat nanti, gua gak bisa bersihin luka di jari istri gue ketika keiris pisau ataupun ngobatin luka anak-anak gue saat mereka jatuh gak sengaja."

Suzy diam dan mengamati Dikta. Cowok itu berbeda 180 derajat dari yang biasanya.

"Gue pengen ngelakuan itu semua." lanjut Dikta.

"Lo pasti bisa berubah."

"Emang, lo mau jadi istri gue dengan keadaan gue yang seperti ini?"

"Emang, lo mau jadi istri gue dengan keadaan gue yang seperti ini?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Iya masss aku purun. Wes aku ndang di pinanggggggg

Suzy (kembaranqu) putus dengan liminho, bagaimana perasaan kalian? •.•

Kalau aku biasa. Gak segalau pas putusnya yoona liseunggi dulu T-T

RecallTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang