PROLOG

43 3 0
                                        

Semoga suka dengan cerita ini yaa, maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan, silahkan ditandai yaa

Happy Reading Everyone

.
.
.

Tring Tring Tring

Terdengar suara alarm handphone di seluruh sudut kamar bernuansa abu-abu tersebut.

Seorang remaja perempuan mengerang kecil karena terganggu oleh suara alarm, ia segera meraba meja nakas di samping kasur yang ia tiduri dengan mata yang masih tertutup, setelah mendapatkan handphone yang terus berbunyi tersebut ia langsung mematikan alarm itu dan meletakkan handphone tersebut di samping dirinya.

Tring Tring Tring

"Apa si? Gue kan ga masang alarm 2 kali!" teriak perempuan itu dan merubah posisinya menjadi duduk.

Dia Amora, perempuan sederhana yang hanya hidup sendiri di satu rumah besar yang di berikan oleh kedua orang tuanya yang sudah berpisah. Ya, dia korban broken home. Remaja dengan sejuta kejutan di hidupnya, remaja yang riang, gembira, cantik dan pintar, mempunyai hobi berpetualang dan melukis. Menyukai bunga, greentea, mie dan juga kucing, suka mencoba hal-hal baru, suka tantangan. Tidak suka di atur, di paksa, di remehkan dan di bentak.

"Handphone gue ga bunyi, terus itu alarm dari mana?" ucap nya kesal bercampur bingung.

"Eh bentar-bentar … bunyinya dari kolong kasur bukan si?" Amora segera menurunkan kepala nya perlahan untuk melihat ke bawah kasur.

Satu..
Dua..
Ti...

"DOOORRR"

"AAAAAAAA!!!"

"BHAHAHA!! NGAKAK BANGET GUEE!!" tawa seorang laki-laki ber-jas rapi menggema di kamar itu.

"Ihhh, nyebelin banget si loo!" umpat Amora yang sudah sangat jengkel.

Laki-laki itu bernama Haikal, sahabat Amora, Haikal adalah anak dari keluarga kaya dan berpengaruh di kota itu. Keluarganya sangat harmonis, berbanding terbalik dengan Amora. Di kelilingi kebahagiaan dan kehangatan. Haikal sekarang bekerja di perusahaan milik papanya. Mempunyai hobi mendaki, balapan, dan memanah. Sangat suka dengan susu, bakso dan mie. Ia sangat jahil dan manja dengan orang terdekat nya. Tidak suka di bantah, di atur dan di remehkan.

"Udah siang Raaa, bangun," Haikal mencubit kedua pipi Amora dengan gemas.

"Ihh sakitt!" teriak Amora kesal.

"Makanya bangun, mandi, sarapan, siap-siap ke sekolah, terus berangkat deh bareng gue." Ucap Haikal.

"Berisik! Lo ngapain si pagi-pagi udah di sini? Ganggu tau ga! Biasanya juga lo ga jemput gue!"

"Ya udah si, ga usah ngegas ngomongnya, gue kan hari ini mau beda," ucap Haikal sembari menunjukkan wajah tengilnya.

"Bedanya lo hari ini bikin gue naik darah!"

"Ga usah marah-marah gitu dong, nanti cantiknya ilang, udah sana mandi."

"Iya!" Amora berjalan menuju kamar mandi dengan wajah menahan kesal.

"Cepet! Gue tunggu di bawah."

.
.
.

Jangan lupa vote dan komen
Sampai jumpa di chapter selanjutnya

Queen AmoraWhere stories live. Discover now