Loker

2K 150 8
                                    

Happy Reading✨

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Happy Reading✨

Jam sudah menunjukan pukul 12.30 tapi seluruh siswa kelas XI IPS 4 harus mengikuti jam pelajaran olahraga karena jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah. Kini mereka sudah berbaris ditengah lapangan ditemani oleh terik matahari.  Sebagian dari mereka sudah mengeluh karena rasa panas yang mereka rasakan, ditambah keringat yang membanjiri tubuh mereka.

Sebelum pelajaran dimulai, mereka melakukan pemanasan terlebih dahulu. Dengan rasa malas, mereka melakukan pemanasan yang dipimpin oleh sang ketua kelas di depan sana. Lima belas menit telah berlalu, kini mereka sedang menunggu kehadiran pak Jojo yang tak lain adalah guru olahraga mereka.

"Pengumuman! Pak Jojo gak bisa hadir dalam pertemuan kali ini karena ada kepentingan mendesak. Beliau sudah mengirimkan tugas di grup kelas," ucap cowok dengan kacamata bulat yang melapisi matanya.

Desahan kecewa mulai terdengar, ada juga yang sudah menggerutu kesal. Sia-sia mereka mengganti pakaian dan melakukan pemanasan, ternyata sang guru justru tidak hadir dan hanya memberi tugas.

"Tau gitu tadi gue tidur aja di kelas atau gak gombalin neng Sari dikantin," ucap Tio dengan nada kesal.

"Yeh dasar, pikiran lo janda mulu!" cibir Adit menonyor kepala Tio.

"Sakit goblok!" Tio memegangi kepalanya yang berkedut akibat ulah Adit.

"Kantin kek, cacing diperut gue udah pada ngambek," ujar Cecep mengelus perutnya.

"Gas lah, tapi gue ke Naya dulu," sahut Bisma seraya menunjuk ke arah Naya dengan dagunya.

"Sip," ujar Cecep mengacungkan jempolnya.

"Bim, lo mau kemana?" tanya Tio ketika melihat Bimo berjalan mendahului mereka.

"Loker, ambil baju ganti," sahut Bimo tanpa menghentikan langkahnya.

"Emaknya ngidam es batu sekarung kali tuh, jadi anaknya begitu,"cibir Adit diangguki oleh Tio.

"Kalian ke kantin duluan, gue mau ajak mantan balikan," kata Bisma langsung ngacir menemui Naya.

Tio, Cecep dan Adit hanya menggelengkan kepalanya saja. Mereka sudah biasa melihat kelakuan Bisma seperti itu. Dari satu bulan lalu memang cowok itu selalu mengejar Naya dan memintanya agar balikan, tapi Naya sama sekali tidak menggubrisnya. Namun mendapat kabar jika kemarin Naya memberikan kesempatan lagi pada Bisma membuat mereka bernafas lega, setidaknya perjuangan Bisma tidak sia-sia.

Bisma semakin melebarkan langkahnya ketika melihat Naya bersama ketiga temannya sedang jalan dilorong sekolah.

"Naya."

Panggilan Bisma membuat sang empunya nama membalikan badannya. Sempat menghela nafas sebentar sampai akhirnya Naya menjawab panggilan dari Bisma.

"Kenapa?"

Hallo Mantan! [END]// TAHAP REVISITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang