Rumah besar keluarga Pirapat malam ini tampak hingar bingar, Hari ini hari ulang tahun Phuwintang, ini yang pertama setelah insiden di ulang tahunnya yang ke 5. biasanya Phuwin hanya merayakan bersama keluarga dan orang-orang terdekat saja. tidak pernah lagi mengadakan pesta besar seperti ini. tapi kali ini berbeda. Ini permintaan Phuwin entah atas dasar apa. tentu saja orang tuanya mengabulkannya dengan senang hati.
"Berhenti disitu Pond."
"Tolong ijinkan saya masuk, saya ingin bertemu tuan besar" Pond berdiri di depan gerbang berhadapan dengan beberapa penjaga disana.
"Kau sudah buat janji, kau tidak bisa lagi seenaknya datang dan pergi di rumah ini. Kau bukan lagi sebagain dari kami." Jawab salah satunya, Pond jelas kenal orang-orang ini mereka adalah mantan rekan-rekan kerjanya.
"Tolonglah Phi, paling tidak tolong katakan pada tuan besar, bahwa saya ingin bertemu." kata Pond, benar dia bukan lagi sebagian dari keluarga ini tentu saja dia akan sulit untuk bertemu dengan tuannya sesuka hati.
"Pergilah, jangan mempersulit kami Pond."
"Tolong lah Phi." Pond maju mendekat tapi sebuah pukulan tepat di perutnya menghentikan langkahnya, Pond meringis sakit, tapi dia tidak akan menyerah begitu saja.
"Ada keributan apa itu?" Kaothung melihat keributan itu dari arah agak jauh.
"Pond datang, dia memaksa untuk masuk dan bertemu tuan besar, kami tidak bisa membiarkannya masuk begitu saja tanpa perintah tuan besar." kata salah satu penjaga.
"Tahan dia aku akan bicara pada Phi Earth." perintah Kaothung lalu kembali ke tengah pesta.
"Phi Earth, ada Pond didepan gerbang dia ingin bicara pada anda." kata Kaothung sedikit berbisik di telinga bosnya Earth Pirapat yang sedang menyapa salah satu tamu di dalam pesta bersama Mix. Senyum tidak luntur dari keduanya.
Earth mengerutkan keningnya tampak tidak begitu suka mendengar kabar itu. Tidak ingin ada hal yang merusak pesta ulang tahun putranya.
"Aku akan urus pestanya lalu menyusulmu, bicaralah dulu padanya sayang." Mix mengelus lengan suaminya.
"Kao, bawa dia ke ruang kerjaku." kata Earth kemudian meninggalkan pesta menuju ke ruang kerjanya.
.
.
"Tuan besar."
"Ada perlu apa?" tanya Earth tanpa basa basi lalu duduk di kursi kebesarannya.
"Saya tau saya tidak pantas meminta ini tapi saya mohon." Pond berlutut di depan Earth "Saya mohon biarkan saya menjaga tuan muda lagi." Pond mengatupkan kedua tangannya memohon. Tidak ada cara lain untuk bersama Phuwin selain memohon pada tuan besarnya ini kan.
"Kau sendiri yang ingin pergi dari sini, lalu dengan seenaknya kau ingin kembali."
"Saya tau saya bersalah tuan, tapi saya mohon, saya akan menuruti semua perintah tuan besar, cidera tangan kanan saya sudah sembuh, bahkan tangan kiri saya bisa digunakan dengan sangat baik, saya tidak akan membiarkan tuan muda terluka lagi."
"Kau tau benar bukan itu masalahnya Pond."
"Saya mengerti tuan, saya akan tau diri, saya tidak akan ikut campur urusan pribadi tuan muda, saya tidak akan serakah dan mengharapkan kasih sayangnya, saya tidak akan melakukan apa pun, saya hanya akan jadi bayangan, tolong tuan besar ijinkan saya berada disisi tuan muda untuk selamanya"
"Bagaimana aku harus percaya padamu, bagaimana kalau kau ternyata dikirim oleh saingan bisnisku untuk menjatuhkan keluarga kami dengan cara melukai Phuwin?" Pond sudah pergi cukup lama, Earth harus selalu waspada, siapa pun bisa saja menyakiti keluarganya.
"Saya bisa menjaminnya dengan nyawa saya, tuan besar bisa langsung menghabisi nyawa saya kalau saya berkhianat." jawab Pond mantap, biar saja apa pun akan diberikan Pond termasuk nyawanya, hidup jauh dari Phuwin juga sama saja dengan mati perlahan kan. Lalu apa lagi pentingnya nyawanya yang sebenarnya sudah jadi milik Phuwin sejak ulang tahun Phuwin yang ke 5.
"Apa kau bisa berjanji?" Tanya Earth.
"Ya saya berjanji tuan."
"Kalau begitu kembalilah kepada pemilikmu Pond." kata Earth tegas.
"Jadilah hadiah ulang tahun yang paling berharga bagi anakku Phuwintang" Mix yang sedari tadi mendengarkan percakapan itu menolong Pond berdiri. Tersenyum lembut berharap Pond akan membuat anaknya lebih bahagia.
"Jaga Phuwintang baik-baik, atau kau akan tau akibatnya." ancam Earth.
"Terima Kasih tuan besar, triamaksih tuan Mix" Pond sangat bahagia, jantungnya berdebar sangat keras, ini sudah lama sekali dia tidak bertemu Phuwin. Terserah saja bagaimana pun posisinya nanti, paling tidak dia akan selalu berada dekat dengan Phuwinnya.
"Kau bahagia sekarang?" Earth memeluk Mixnya
"Tentu saja, kebahagiaan anak-anak adalah kebahagiaanku juga." Mix membalas pelukan Earth sambil tersenyum bahagia.
.
.
Phuwin bersandar pada dinding di lorong rumahnya, pestanya belum berakhir semua berjalan dengan sempurna sesuai keinginannya, tapi kenapa hatinya berasa tetap ada yang kurang. Hatinya penat, lelah berpura-pura semua baik-baik saja, tapi dia tidak bisa melarikan diri seperti dulu saat ulang tahunnya yang ke 5, Pesta ini keinginannya sendiri, Phuwin sudah dewasa dulu mungkin dia tidak paham apa fungsi pergaulan bisnis tapi sekarang berbeda, dia adalah calon penerus bisnis keluarga Pirapat dia punya tanggung jawab besar tidak bisa lagi melakukan hal kekanak-kanakan seperti dulu. Dia harus menjadi calon pemimpin yang baik dan kompeten.
"Phu"
"Ya pa." Phuwin terperanjat saat Mix menghampirinya.
"Lelah ya?"
"Tidak pa, hanya sedikit butuh udara segar."
"Anak papa sudah jadi pria dewasa yang hebat sekarang." Mix mengelus kepala Phuwin.
"Papa berlebihan, Phu belum bisa menghasilkan apapun yang buat papa bangga."
"Akhir-akhir ini Phuwin sudah melakukan banyak pekerjaan dengan sangat baik, Jangan memaksakan diri sayang, walau kau melelahkan tubuh dan terus menyibukkan otak, hatimu akan tetap merindukan hal yang sama."
"Maksud papa apa?"
"Phu merindukan seseorang kan? kalau rindu kenapa tidak menemuinya?" Mix menggenggam lembut tangan anaknya.
"Karena dia tidak ingin bertemu Phuwin, Phu ingin dia hidup bebas seperti yang dia inginkan, bukan hidup terus mengikuti Phu kemana-mana, Phu harus melupakannya dia pa." terpancar kesedihan di wajah Phuwin yang semakin tirus.
"Kalau begitu istirahatlah, tidak usah memikirkan apa pun, biar papa dan ayah yang urus sisa pestanya. Dan kami punya hadiah ulang tahun untukmu Phu. Ada di kamarmu, semoga kau menyukainya sayang." Mix memeluk putranya dengan penuh sayang mencoba memberi kekuatan.
"Trimakasih papa."