32. Fake Friend

1.1K 39 7
                                    

Bukan tentang menang atau kalah
Sekali pengkhianat tetaplah pengkhianat.

*****

Suara bel pertanda jam pelajaran telah usai pun berbunyi dengan nyaring, semua anak berjalan keluar kelas dan merapihkan semua barang bawaan mereka lalu bersiap pulang.

Terkecuali anya.

Dia melihat sebuah amplop biru di kolong bangkunya dengan banyak kertas-kertas lainnya. Anya mendapat firasat buruk ketika baru saja membuka lem amplop itu, seolah ada sesuatu yang menahannya untuk tidak membuka amplop itu. Tapi karena rasa keingintahuannya yang lebih besar dia lebih memilih untuk membukanya. Sungguh menjadi penakut bukanlah jati dirinya.

Anya menahan nafasnya sebentar ketika membuka sebuah lembaran yang tertera di bagian atas kertas yang ada di bagian atas ampolop biru itu.

Dear bitch !
    Kalau lo udah baca ini, artinya lo udah menyetujui isi surat ini!, sehabis pulang sekolah temuin gue di kolam renang lantai 3 gedung 2, gue tunggu lo disana. Dateng atau jadilah pengecut selamanya.!

Anya meremas geram kertas itu, sungguh emosinya sudah berada diatas puncak mendengar ancaman surat itu. Baru saja dia hendak berjalan keluar kelasnya dan naik ke atas sebuah gerombolan datang memasuki kelasnya dengan tergesa-gesa.

Anya mengernyit heran melihat kumpulan gadis yang dia rasa merupakan siswi kelas 10. Terlihat dari jumlah garis di dasi yang mereka kenakan. "Kalian ngapain disini? pertukaran gelombang pagi dan siang udah dimulai?" tanya anya heran.

"Kak maaf ya kak! Kami disini mungkin emang terkesan lancang sama kakak. Tapi kami bener-bener gak terima kalau kakak menduakan kak agas kayak gini! Apalagi keadaannya kak agas sekarang lagi jauh sama kakak!" ujar salah satunya membuat anya langsung paham akan kedatangan mereka kesini.

"Dek kalau kalian gak tau apa yang sebenernya terjadi, mending diem aja karena dengan omongan dadakan gak bermutu kayak gini cuma akan memperkeruh suasana" ujar anya berusaha bersikap lembut pada mereka

"Tapi kami tetep aja gak terima kalau kak agas di duakan kayak gini!"

"Kalau kakak gak bisa setia, ngapain kakak mau tunangan dulu sama kak agas?"

"Kak dandi itu temen baiknya kak agas, jadi kakak mau menyakiti keduanya?"

.......

"Keep silent!!" teriak seseorang di ambang pintu yang sukses menghentikan ocehan para penggemar agas ini.

"Berhenti ngurusin hidup orang, ini hidup dia dan lo semua bukan tuhan yang maha tau, yang lo fikirin itu bukan berarti sesuai dengan kenyataan!" ujar pemuda yang kini sudah berjalan masuk dan berdiri tepat di samping anya.

"Liat aja, kak dandi bahkan gak rela kalau kak anya di bully"

"Terus menurut kalian bully itu bermanfaat?" tanya dandi ketus

"Kalau kak anya gak mau di bully, ya seharusnya dia gak selingkuh kayak gini."

"Tolong kalian filter apa yang kalian ucapin itu. Apa yang kalian lihat dengan mata kalian bukan berarti kebenarannya seperti itu!" ujar anya yang kini mulai kesal

"Hidup lo semua aja belum bener, jadi jangan sok-sokan ngurusin hidup orang. Sekarang lo semua pergi atau gue laporin lo semua ke BK" ancam dandi yang sukses membuat gerombolan siswi itu melenggang pergi dengan menghentak-hentakan kakinya pertanda bahwa mereka begitu kesal.

"Ada-ada aja kelakuan anak milenial" ujar dandi menggeleng-gelengkan kepalanya membuat anya terkekeh karenanya.

"Ngomong gitu kayak lo bukan anak milenial aja" cibir anya membuat dandi menyentil dahi gadis itu dengan kesal "Udah diem, yuk pulang" ajak dandi namun anya hanya berdiri mematung ketika mengingat sesuatu.

AYGAS (END✔️)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang