Chapter 66 - First Dance

3K 130 71
                                    

Berharap kalian menyukainya..
Happy reading guys...

***
"Zio, kita harus kembali!" kata Reyna, karena mereka sudah pergi terlalu lama dari waktu yang mereka perlukan.

"Tapi aku masih tidak ingin melepaskanmu, sayang." Ziovan semakin mengeratkan pelukannya.

"Tapi sampai kapan kita akan seperti ini? Mom tadi bilang kita harus cepat kembali, bukan?"

"Ya, tapi aku masih ingin memelukmu seperti ini."

"Kau masih punya banyak waktu untuk itu. Jadi lepaskan, kita harus segera kembali!" Reyna berusaha melepaskan diri tapi pria itu tidak juga melepaskan pelukannya.

"Benarkah aku bisa melakukannya lagi, Rey?"

"Tidak ada yang melarangmu, Zio. Dan sebelumnya kau juga tidak perlu izinku untuk melakukannya," balas Reyna yang membuat Ziovan tersenyum.

"Bukan itu, sayang. Aku memang tidak perlu izin darimu atau dari siapapun untuk memelukmu. Aku hanya tidak yakin kalo kau akan membalas pelukanku seperti ini lagi nanti. Karena itu, aku tidak ingin melepaskanmu sekarang."

Wajah Reyna langsung memerah, untung dia masih dalam pelukan Ziovan. Jika tidak, maka pria itu akan melihat wajahnya yang memerah sekarang.

"Bisakah kau janji akan melakukan ini lagi nanti? Dan aku akan melepaskanmu setelah itu."

"Emm... aku bisa melakukannya lagi tapi jika sikapmu tidak menyebalkan."

"Memangnya aku pernah melakukan itu?"

"Dengan menahanku seperti ini, padahal tahu kita sudah harus kembali, kau sudah bersikap menyebalkan sekarang," kata Reyna sedikit kesal yang membuat Ziovan tersenyum geli.

"Baiklah sayang, kujanjikan itu untukmu," kata Ziovan dan melepaskan pelukannya.

Mengulurkan tangannya pada gadis itu. "Aku tidak bersikap menyebalkan kan dengan melakukan ini?" selidik Ziovan dengan sorot mata penuh humor.

Reyna tersenyum, menggeleng dan menyambut uluran tangan Ziovan. Pria itu ikut tersenyum, menggenggam tangannya dan membawanya kembali menuju tempat pesta.

Baru saja mereka menuruni tangga di depan ballroom, saat Jason berkoar-koar dengan microphone di tangan menyambut kedatangan mereka. Membuat semua orang melihat ke arah mereka sedangkan mereka hanya bertukar pandang, tak mengerti apa maksud Jason melakukan ini.

"Hey kalian! Apa kalian berniat membuat kami semua iri dengan hanya saling pandang seperti itu? Kemarilah!" tegur Jason yang membuat semua orang tertawa.

Sedangkan yang bersangkutan mengalihkan pandangan satu sama lain. Ziovan menghela napas dan memutar matanya malas dengan kelakuan sahabat yang sekarang jadi kakak iparnya itu.

Reyna, tidak jauh berbeda dengan Ziovan. Gadis itu sedang memutar matanya jengah dan menggerutu dengan sikap kakaknya itu. "Kenapa juga aku punya kakak yang usilnya nggak ketulungan seperti itu?"

"Jason adalah kakak terbaik dari yang terbaik, sayang," balas Ziovan yang sempat mendengar gerutuan gadis itu. Sekarang Reynalah yang memutar matanya malas dengan sikap Ziovan yang membela kakaknya.

Tersenyum sekilas, Ziovan membawa Reyna ke tempat Jason. Tahu benar sahabatnya itu tidak akan berhenti sebelum mereka menuruti keinginannya dan Ziovan tidak ingin suasana hati Reyna yang sedang baik menjadi buruk seketika dengan apa yang akan dikatakan Jason selanjutnya.

"Hahhh... akhirnya pasangan pengantin baru ini telah bergabung dengan kita lagi. Dan rasanya tidak akan lengkap bukan, jika malam ini kita belum melihat first dance mereka?" kata Jason yang disambut antusias oleh semua orang, menyuruh Ziovan dan Reyna agar melakukannya.

My Destiny With You [Completed] TERSEDIA DI GOOGLE PLAYSTORETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang