Prolog

101K 1.8K 8
                                        

Happy Reading💕
Ini cerita pertama saya, jika kurang berkenan mohon di maklumi.

Aku hanyalah gadis yang belum mengerti cinta. Jadi biarkan aku mengerti sejenak

—Jessy—

Playlist :

CoffeBeabadoobee

_________________________________

Author POV

Senin, Manhattan

     Matahari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur. Seorang gadis baru saja membuka matanya karena cahaya silau yang menyorot ke arah dirinya. Gadis itu perlahan mulai terjaga dan langsung saja melihat ke arah jam yang ada dinakasnya. Sekarang adalah waktunya gadis itu untuk bersiap.

Gadis itu mulai melakukan ritual mandi paginya.

Selang beberapa menit,

Gadis itu telah siap dengan seragam lengkap dan sepatu putihnya. Rambutnya ia kuncir agar tidak terlihat berantakan. Ia segera turun dari kamarnya dan menuju ke arah ruang makan yang ada di samping ruang tamu. Disana terdapat ibu, ayah, dan abangnya yang paling menyebalkan.

Gadis itu menyapa mereka dan langsung duduk di samping abangnya itu, ia segera menghabiskan sarapan dan susu paginya.

Kini ia tengah berjalan ke arah halte, tempat dimana ia harus menunggu bus yang ingin di tujunya, yaitu sekolahnya.

Ketika bus yang mengarah ke sekolahnya datang, ia pun segera menaikinya agar tidak terlambat sampai sekolah.

⚫⚪⚫

Saat ia tiba di gerbang sekolah, ada seorang perempuan yang meneriakkan namanya.

“ Jessy ” dengan lantang perempuan itu berteriak.

Akhirnya ia yang merasa terpanggil pun segera menoleh ke arah orang yang memanggilnya.

Oh yaa, nama gadis itu adalah Jessy Anastasya Smith yang sekarang berumur 18 tahun dan baru saja menaiki kelas-12 di Manhattan High School.

Ternyata yang memanggil gadis itu adalah sahabatnya Karen Williams . Karen adalah sahabat Jessy dari kelas menengah pertama sampai saat ini.

Setelah menoleh ke arah sahabatnya itu. Jessy pun memberikan senyum manisnya kepada Karen. Ternyata Karen baru saja turun dari bus yang berbeda dengannya. Karna memang mereka tidak berangkat bersama.

Karen pun segera mendekat ke arah Jessy. Dengan berlari pelan ia mendekati Jessy,

“ Tumben kau dateng siangan, biasanya pagi banget ” ucap Karen dengan menaikkan satu alisnya.

Jessy yang merasa diejek karena dateng siang pun hanya tertawa ringan.

“ Ren kan ga selamanya aku akan dateng pagi. Bisa pusing jika aku harus dateng pagi terus” balas Jessy dengan melengoskan wajahnya.

Yang dibalas hanya menatapnya aneh sambil menggelengkan kepalanya. Dan langsung saja menarik tangan Jessy untuk menariknya ke arah kantin.

Karena Karen merasa tidak biasanya Jessy akan datang 5 menit sebelum bel masuk maka ia pun akan mengajaknya menuju kantin. Sungguh sejarah.

Jessy yang tahu kebiasaan Karen, langsung saja mencegahnya dan menarik Karen ke arah tangga untu menuju ke lantai atas.

“Sudahlah ayo masuk, nanti keburu bel masuk berbunyi. Bisa-bisa kita diomelin guru" tambah Jessy

Yang di ajak bicara hanya menganggukkan kepalanya saja dengan muka cemberut. Jika sudah Jessy yang mengucapkan, maka sulit untuk dielakkan.

Akhirnya mereka berdua pun masuk ke sekolah dan segera menuju kelas mereka yaitu 12 A dimana kelas itu adalah kelas kalangan anak pintar dan bisa dibilang kelas yang paling banyak manusia ber-uang.

⚫⚪⚫

J

essy POV

One time...

Saat aku berjalan di koridor arah ke parkiran aku merasa sepi, akhirnya aku mengeluarkan Handphoneku berniat untuk membuka instagram untuk menghilangkan rasa suntuk ini.

Saat ada satu belokan lagi yang mengarah ke parkiran sekolahku. Tiba tiba ada seseorang yang menabrakku.

Bukk

Aku langsung terjatuh tanpa sempat menemukan tempat untuk menopang berat tubuhku,

Oohh tidak! bokong cantikku ini harus mencium lantai -ringisku dalam hati.

Aku segera mendongakkan kepalaku berniatan untuk melihat siapa yang menabrakku. Jika yang menabrakku seorang murid maka aku akan menegurnya. Jika ia seorang guru? Yahh! Aku hanya mampu diam.

Namun, saat aku mendongakkan kepalaku yang ku lihat hanyalah seorang pria yang memakai jas. Sekarang juga rasanya aku ingin berteriak, karena pria yang ada dihadapan ku ini sungguh tampan bak dewa Yunani. Ia hanya memasang tampang coolnya itu sambil menatapku.

Memang awalnya aku mengaguminya, saat aku melihat handphone ku yang sudah retak rasa kagum ku hilang, yang ada hanya rasa marahku yang membuatku ingin mencakar-cakar wajah tampannya itu.

Sungguh handphone ku itu sangat berarti bagi ku. Karna itu kado dari bundaku.

Aku pun segera membangunkan tubuhku sendiri setelah mengambil handphone milikku. Sungguh bokongku saat ini sakit sekali,

" Apa kau tidak berniat minta maaf nona?" tanya pria yang tidak ku kenal itu, siapakah ia?

_________________________________

TBC.

HELLO! Maaf ya kalo ceritanya kurang seru. Tenang Hyo bakal coba lebih baik ko.

Yang udah baca jangan lupa vomment ya.

My Possesive CEOStories to obsess over. Discover now