11~Terluka~

3.6K 286 141
                                    

Julian tidak pernah menyangka Mauza akan kembali secepat ini. Pria yang telah melanjutkan sekolah di Finlandia sejak kelas tiga SMP, tepatnya saat kenaikan semester. Sekarang ia berada di Indonesia yang Julian ketahui, ia kembali karena kondisi Ibu nya yang semakin lemah karena sakit yang diderita.

"Oh iya, Julian. Gue perhatiin lo natap taman terus. Lo ngelamun ya?"

Pria itu tetap bergeming dengan sorot mata tertuju pada taman terbuka, yang mengarah langsung di kamar paviliun ini.

"Gak kok. Gue cuma mikir hari ini mendung banget. Jadi keinget jemuran di rumah."

Mauza tertawa pelan mendengar ucapan Julian. Ia sedikit melirik pria yang duduk tepat di sampingnya.

Padahal gue lagi sedih kenapa lo ada di sini.

"Selera humor lo masih seperti dulu ya?"

Pria itu hanya mengangguk dengan sedikit senyum dipaksakan.

Mauza berdeham pelan, "Julian?"

"Kenapa, Za?"

Julian berusaha tidak terlihat aneh di depannya, "Gue.. bakal tinggal di Jakarta."

Napas Julian tercekat. Untuk sesaat ia tidak bisa berkata apa-apa. "Be-rapa la-ma?" Tanyanya ragu. Ia menahan napas khawatir.

"Selamanya. Gue bakal menetap dan sekolah di sini." Ucapnya. "Tepatnya di sekolah kalian,"

"Lo tau darimana gue sekolah di sana?"

"Gak sengaja gue buka akun resmi sekolah. Terus ngeliat aktivitas yang di unggah, dan nemuin foto kalian di sana." Jelasnya.

"Bagaimana dengan Ayah lo?"

Satu lagi. Mauza pindah ke Finlandia juga mengikuti Ayahnya. Hak asuh jatuh pada nya. Oleh karena itu, Mauza harus mengikuti kemana pun Ayahnya pergi.

Mauza menghela napas, "Gue lebih milih Ibu. Dia sakit, dan gue harus selalu ada di dekatnya." Ucapnya tersenyum manis. Memperlihatkan kedua lesung pipinya.

Bagaimana Julian bisa menggantikan nama Mauza di hati Olyn. Gadis itu sudah terlalu jatuh cinta pada sikap tulus Mauza, apalagi sangat menyayangi orangtua, terutama Ibu.

Suara knop pintu menarik perhatian mereka. Olyn keluar dari kamar pasien diikuti Julian dan Mauza berdiri di depannya.

"Alhamdulillah Za.. Tante Melisa makannya banyak," Ia tersenyum senang.

Giliran dengan Mauza aja lembut banget.

"Makasih ya kamu udah bujuk Ibu biar mau makan." Mauza mengelus puncak kepala Olyn. Gadis itu bersemu menahan malu dan mengangguk.

"Aku gak masalah kok,"

Udah dua tahun lost contact. Tapi aku-kamu nya masih dipake sampe sekarang. Dasar!

"Duh Oli.. lengan gue masih nyeri nih," Keluhnya berpura-pura. Terlalu kesal melihat adegan sok romantis di depannya.

Gadis itu berdecak kesal lalu mendekat. "Makanya jangan banyak gerak." Ucapnya dengan mata tajam. "Duduk aja ntar lagi sopir lo datang." Lanjutnya yang membuat Julian cemberut.

"Lo dengan Mauza pelan banget. Lah? Gue lo marah-marahin. Pilih kasih," Ucapnya tidak terima.

"Gue jadi berasa kayak emak lo," balasnya

"Iya. Emak yang pilih kasih sama anaknya." Sahutnya.

"Sejak kapan gue kawin sama Bapak lo?"

"Sejak negara air menyerang," Balasnya asal.

SOMPLAK PLUS GESREK (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang