Gadis Kacamata #24

2 2 0
                                    

Setelah aku matikan telefonnya, seketika air mataku jatuh ke pipi tanpa aku undang bahwasanya aku sungguh tidak menerima keputusan pedih darinya barusan kalau ia ingin mengakhiri persahabatan denganku 9 tahun yang lalu begitu saja. Namun sambil aku berusaha mengerjakan tugas bahasa Indonesia kedalam pengetikan, tidak kunjung juga air mata ini berhenti menetes malah semakin deras mengalir air mata ini. Seketika itu juga aku menghentikan pengetikanku.
"Persahabatanku selama 9 tahun yang lalu telah diukir bersamanya, berakhir begitu saja?"
Semakin deras air mataku mengalir hingga sulit terbendungi, lalu aku mengambil bingkai foto yang tidak jauh jaraknya dengan jangkauan aku di meja belajarku, kemudian melihat foto itu lebih jelasnya kearah foto Reza yang sedang merangkulku kedalam pelukannya pada waktu itu.
"Tidak terbayangkan olehku Rez kalau persahabatan kita berakhir begitu saja," air mataku mengucur ke bingkai foto tersebut lebih tepatnya ke wajah Reza didalam bingkai foto itu.
Lalu aku meletakkan kembali bingkai foto itu ke semula, kemudian aku terus berusaha sambil mengerjakan tugas bahasa Indonesia meskipun air mataku terus mengalir tanpa henti namun akhirnya aku bisa menyelesaikan tugas bahasa Indonesia sampai larut malam pukul 2 pagi. Sedangkan mataku sudah lebam dengan tangisanku malam ini. Tidak lama kemudian aku matikan lampu kamar lalu aku mencoba memejamkan mata agar esok hari mami tidak bertanya-tanya dengan mataku yang terlihat jelas lebamnya bekas air mataku tadi.
Tepat alarmku berbunyi pukul 5 subuh, aku pun terbangun lalu aku bercermin sebentar melihat keadaan mataku walaupun sudah lumayan berkurang lebam bekas air mataku semalam namun aku khawatir jika mami menanyakan keadaan mataku sekarang. Pukul 5 lewat 5 pagi aku pun segera mengambil wudhu untuk shalat subuh agar lebam di mataku semakin berkurang dan aku bisa menemukan jawaban kalau ditanya mami dengan keadaan mataku sekarang. Setelah selesai, aku kembali bercermin untuk melihat keadaan mataku lumayan terus semakin berkurang lebamnya walaupun masih terlihat bekas air mataku semalam.
          "Hufft .... ya sudahlah mau gimana lagi, kalau mami nanya tinggal jawab saja."
Aku pun pergi mandi untuk bersiap-siap hari ini ke sekolah, selesai aku memakai Lip tint dan contour makeup untuk dibawah mataku agar lebamku yang tersisa tidak terlihat sama mami. Tidak lama kemudian mami pun membuka pintu kamarku.
         "Sayang kamu sudah siap? Yuk serapan lagi."
         "Eh mami, udah siap mi. Okey nanti Gadis ke meja makan."
Mami pun melangkah mendekatiku lalu sepertinya beliau memperhatikan mataku walaupun lebamnya sudah berkurang tetapi kayaknya beliau sedikit bertanya-tanya terhadap mataku yang berbeda dari hari kemarin.
          "Mata kamu kenapa sayang? Kok kayaknya kamu abis nangis ya? Kenapa Gadis?"
Aku pun terkejut mami tiba-tiba tahu kalau aku abis nangis semalam dan aku bingung mau menjawab apa.
          "Kenapa nangis kamu sayang? Siapa yang buat kamu nangis?"
          "Hm, h...m, h....m mata Gadis kelilipan saja mami."
Mami pun melihat aku dengan fokus.
          "H..m enggak, mami yakin kamu abis nangis ini kenapa kamu sayang?"
Aku semakin bingung ingin menjawab apa.
           "H...m semalam Gadis bergadang kerjakan tugas bahasa Indonesia sampai jam 2 mi jadi Gadis kurang tidur," aku memberikan senyuman ke mami.
           "Enggak mami yakin kamu abis nangis, karena mami tahu mata bengkak kamu karena nangis sama karena kurang tidur, naluri mami itu kuat sayang kalau ada sensitif dengan yang dirasakan anaknya, jadi kamu jujur kamu kenapa?"
Aku tetap terus mengalihkan pertanyaan beliau agar mami tidak kecewa dengan Reza yang mengakhiri persahabatan aku dengannya selama 9 tahun yang lalu, jadi aku terus berusaha mengalihkan pertanyaan beliau dengan aku melihat jam di tangan.
          "Astaghfirullah mami sudah mau jam 7, Gadis belum serapan. Gadis lapar," aku memberikan senyumanku yang lebar ke mami.
Mami pun melihat jam dinding kamarku.
          "Astaghfirullah iyaiya, ya sudah ayo kita serapan dulu nanti terlambat kamu ke sekolah."
          "Okey mami ayo kita turun."

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: May 20 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

Gadis Kacamata (On GOING)Donde viven las historias. Descúbrelo ahora