Chapter 6

105 43 20
                                    

Happy reading..

jangan lupa vote ya teman-teman

Pada pukul 07.15 malam, ia turun ke bawah ke arah dapur yang ternyata sudah ada ayah dan bundanya sedang duduk di meja makan. Ia lalu menghampiri keduanya.

Ia menarik kursi " Selamat malam yah, bun." Sapa Aleesya

Kedua orang tuanya pun menoleh
" malam, eh anak ayah makin cantik aja." Ucap Arish

Dan bundanya pun menjawab " iya lah anaknya cantik, siapa dulu dong bundanya." Ucap nadin sambil tertawa kecil.

" iya dong bunda mu itu emang paling cantik dari yang lain." Sahut ayah dengan narsisnya

Aleesya yang melihatnya pun hanya bisa pasrah.

Lalu ia mengambil piring dan mengambil makanan yang sudah di masak oleh bundanya.

" Sya kata bunda, tadi kamu di anter teman ya" ucap Arish yang sudah selesai makan

" iya ayah" Jawab Aleesya singkat

" Emang yang anter kamu cewe atau cowo?" tanya Arish dengan penasaran

" cowo yah, teman kelas Sya." Jawab Aleesya yang telah menyelesaikan makanannya.

" ganteng ga Sya? ajak dong kesini ayah pengen liat orangnya" ucap Arish dengan godaanya

" emang kalau sya ajak kesini, mau diapain sama ayah?" tanya Aleesya kepada ayahnya yang terlihat sedang menahan tawa

" mau ayah tanya, sejak kapan jadian sama kamu." Sahut Arish dengan serius

" hah kok jadian sih, Sya kan ga jadian sama Aqsan." ucap Aleesya dengan panik

" Oh jadi namanya Aqsan ya" Ucap Nadin

" cuman teman kok bun, aku mau cuci piringnya dulu bun." Ucap Aleesya lalu ia pergi membawa piring bekas makan mereka ke arah wastafel.

Alessya yang sedang membersihkan piring pun kembali mengingat obrolan mereka tadi yang di meja makan.

" Haduh kenapa bisa keceplosan tadi pulang sama Aqsan sih." Gerutuku dalam hati

" gimana kalau ayah nanti tanya lagi tentang Aqsan" lanjutku dalam hati

Nadin yang melihat Aleesya melamun pun langsung menegurnya.

" Sya kamu ngelamunin apa? Itu airnya awas meleber kemana-mana" ucap bunda sambil menunjuk ke arah keran wastafel

" Eh, iya bun maaf hehe." ucapku sambil tertawa kecil lalu menjutkan sisa piring yang belum di cuci.

Setelah selesai gue langsung pergi ke atas, dan membuka handphone melihat notif yang tertera disana.

" baru di tinggalin sebentar udah banyak notif." Lirih gue dengan pelan

"GRUP MUSIK MERDEKA"

Kak viona: halo, selamat malam teman-teman

087*******56 : malam juga kak

0819******41 : malam kak

0896******72: halo, malam juga kak vio

Nara : malam kak viona

0857******87 : halo, selamat malam juga kak viona

Kak viona : maaf ya mengganggu waktu istirahat kalian, sehubungan dengan informasi yang sudah disampaikan, kakak mau ngasih tau siapa aja yang dipilih untuk berpartisipasi dalam event ini.

Kak viona : untuk yang dipilih, diharapkan untuk selalu hadir dalam latihan nanti ya

Kak viona : nama yang terpilih terdiri dari Aleesya, Aqsan, Monara, zain, melati dan gibran. Untuk nama yang disebut nanti kakak siapkan jadwal latihan ya. Ada yang mau ditanyakan?

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 07, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ALEESYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang