Suasana pagi yang cerah di kota jakarta nampaknya tak secerah suasana hati gadis yang kini tengah memandang wajahnya di depan cermin.
Bukan tanpa sebab, ia hanya tak menyukai ada jam kuliah di pagi hari. Menurutnya sangat merepotkan, karena dirinya susah untuk bangun pagi.
Pagi ini saja ia hampir 10 kali dibangunkan bundanya, itu pun tidak mempan, dan akhirnya ia berrhasil bangun karena disiram air oleh bundanya.
"Zia!!"
"Iya bunda"
Zia pun bergegas turun kebawa sebelum dapat amukan lebih lanjut dari bundanya
"Halo bunda" sapa Zia dengan senyum tak berdosanya
"Anak gadis ko lelet"
"Maap ya Bun, besok besok enggak lagi deh" balas Zia
"Yaudah sarapan dulu sana"
-----
Zia berjalan gontai melewati koridor dengan sesekali meniupkan permen karet di mulutnya. Tak peduli dengan tatapan memuja pria di sepanjang koridor hingga kelasnya.
Ya, Zia adalah gadis cantik namun terkenal cuek.
Zia masuk ke dalam kelas dan mendapati suasana kelas yang cukup ramai membuat dirinya bingung.
Lalu ia menghampiri Alena, sahabatnya
"Na" panggil Zia
"Oy" jawab Alena yang masih sibuk dengan kegiatannya
"Kelas rame bener si, ada apa?" Tanya Zia
"Aduhh Zia diem deh, lagi gugup ni tugas gue belum selese" jawab Alena
"Tugas apa njir" tanya Zia yang sudah mulai panik
"Tugasnya pak Andi, ngeresume"
"Anjir gue belum" umpat Zia lalu langsung membuka laptopnya karena ia pun lupa belum menyelesaikan padahal semalam sudah berniat untuk mengerjakan.
------
"Eummm,, kenyang banget" ucap Zia sembari meletakkan sendoknya.
"Iyalah, 3 mangkok bakso lo makan, gimana ga kenyang" ucap Alena sembari menggelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya itu
"Siapa yang makan mangkok, orang gue makan baksonya wlee" balas Zia mengejek, diakahiri dengan kekehan renyah.
Kekehan yang menyebalkan di telinga Alena
"Serah Lo deh"
"Eh Lo tau ga zi? Tanya Alena
"Ga"
"Aduh kan gue belom ngomong"
"Nah itu tau"
"Lo tau ga, kalo kak Rey katanya lagi Deket sama kak Sabella tau, gempar banget beritanya, tapi gatau itu bener apa ga, semoga ga bener deh" ucap Alena dengan raut wajah berharap
"Rey sama Sabella siapa emng?"
"Anjirr Zia, kak Rey yang gantengnya Masya Allah, ngelewatin manurios, presiden mahasiswa masa Lo gatau si zi, dan kak Sabella tu sekretarisnya" ucap Alena bersemangat
"Oh" Zia menganggukkan kepala
"Oh doang nih, emng lo gabisa diajak ngerumpi"
Zia ketawa, dia memang suka membuat sahabatnya kesal
"Maaf, maaf. Terus apa yang buat Lo berharap berita itu ga bener? Tanya Zia serius
"Ga cocok, nanti kak Sabella jadi makin sombong. Mending sama siapa aja deh, asal jangan sama tu orang. Aishh.
"Terus cocoknya sama siapa? Elo gitu? Haha" Zia tertawa
"Nah, harusnya si "
Mereka berdua tertawa
"Zi, zi, liat deh" ucapnya sambil menepuk nepuk tangan Zia yang sedang menengguk juz jeruknya menjadi tersedag.
"Uhuk, uhuk. Anjir , apasi Len. Hampir gue mati tersedak" ucap zia kesal dengan kelakuan sahabatnya. Namun , Alena tidak menggubris Zia, ia justru sedang senyum2 tidak jelas
"Lo kenapa anjir, kesambet ya Lo"
"Duh zi, noh liat bangku pojok kanan. Ah gantengnya suami gue" ucapnya memberi tau
"Siapa sih?" Tanya Zia bingung
"Kak Rey zi, kak Rey. aduduh gantengnya"
"Yang mana, gue gatau"
"Yang rambutnya paling klimis, rapih, tinggi, ah"
"Oh itu, biasa aja" ucap Zia ketika matanya menemukan orang yang bernama Rey yang membuat sahabatnya seperti orang linglung dan membuat dirinya hampir mati tersedak
"Ah Lo mah gitu, gabisa diliatin orang ganteng"
"Zi zi, ih dia keluar kantin" ucap Lena sedih
"Hadeh , makin parah ni orang. Lo mau ikut gue ke kelas ga? Bentar lagi ada kuliah." Ajak Zia sembari menyampirkan totbag nya ke bahu lalu beranjak dari kursinya
"Eh , eh bentar zi, woy cepet banget jalannya" Lena mengambil tasnya dan mengejar Zia yang sudah jalan duluan
Zia menengok kebelakang, melihat sahabatnya yang sangat kesulitan mengejarnya Karena menggunakan hills yang cukup tinggi.
Alena berlari ke arah Zia, namun tiba-tiba Lena terjatuh karena bertabrakan dengan laki - laki. Zia dengan cepat menghampiri sahabatnya.
"Eh, Lo kalo jalan hati-hati dong. Liat sahabat gue jatoh kan" ucap Zia memarahi orang yang sudah menabrak sahabatnya itu sembari membantu Lena berdiri.
"Teman kamu yang lari- lari. Kenapa jadi saya yang salah?" Ucap laki2 itu membela
"Tetep Lo yang salah, kenapa Lo tidak menghindar"
"Saya juga kaget tadi. Permisi." Ucapnya lalu berlalu
"He Lo, jangan pergi. Udah salah gamau tanggung jawab lagi."
Punggung yang sudah berlalu, kini membeku di tempatnya ketika suara Zia menggema. Bukannya melanjutkan langkahnya ia malah berbalik badan melangkah mendekat ke arah Zia.
Entah mengapa Zia merasa tenggorokannya kering tatkala melihat lelaki itu melangkah ke arahnya. Terlihat begitu menawan dan tampan. Seharusnya Zia memasang wajah marah saat ini dan tidak memujinya. namun ,semuanya mendadak beku ketika lelaki itu malah berdiri di depannya lalu membungkukkan tubuh dengan sekilas menatap mata Zia. Lalu dengan deru nafas yang dapat Zia rasakan "Saya akan selalu bertanggung jawab untukmu Zaikira Anindita, tetapi tadi sahabatmu yang salah"
Setelah mengucapkan kata dan memberikan seulas senyum yang membuat mata Zia membelalakkan tak percaya , lelaki itu berlalu begitu saja.
"Zi, Lo gapapa" Lena memastikan sahabatnya baik - baik saja karena sedari tadi belum bergeming sepeninggalnya presiden mahasiswa itu.
Ya, lelaki itu adalah Aradean Rey Atmaja, seorang presiden mahasiswa yang begitu sangat disegani di kampus, selain parasnya yang menawan dengan hidung mancung, rahang yang tegas,
"Tadi itu kak Rey zi, kak Rey. Ya ampun gue ko bisa tabrakan sama presma. Kak Rey kenapa balik kantin lagi ya. Wangi banget gila" ucapnya girang
"Ah Lo kenapa tadi marah-marah , kan tadi gaenak di liatin satu kantin , kamu marahin seorang presiden mahasiswa Zia"
"Gila Lo ya, Lo tu sakit jatoh , ga peduli mau dia Presma, dia presiden Indonesia ga peduli gue. Dah ah kesel gue sama Lo. Udah dibelain juga" ucap kesal Zia dengan sahabatnya yang cinta buta dengan presiden mahasiswa
"Utututu, makasih ya ziaa, tpi aku ga tega kak Rey dimarahin kamu" ucap Lena memelas
"Bodo amat Len," ucap Zia kesal lalu berlalu meninggalkan Lena
"Jangan marah Zia cantikku, tunggu Lena dong xixi" Lena berjalan dengan melepas hillsnya mengejar Zia yang sudah berada jauh di depannya.
Jangan lupa vote and comment😇
ŞİMDİ OKUDUĞUN
REYZIA
Genç Kurgu"Aduh papah, Zia ga mau dijodohin!!!! " tolak Zia "Kalo ga mau, papah keluarin dari KK" jawabnya memperingati Zaikira Anindita yang akrab di sapa Zia, gadis cantik berumur 21 tahun yang kini sedang menempuh pendidikannya di universitas ternama Indon...
