40. Disappear

1.7K 361 80
                                    

Lupa jalan cerita? Baca part sebelumnya ya yeorobun😗😗😗
jangan lupa voment dan tulis pendapat kalian tentang part ini ya!!😙😙😙

Happy reading💙💛❤

***












"Kami sudah berpisah."

Park Chanyeol berujar kepada ibunya, Jessica Park, yang sedang duduk di kursi kerjanya sembari membaca beberapa berkas. Wanita paruh baya itu mendongak dan mengernyit ke arah Chanyeol, menandakan jika ia sama sekali tidak mengerti maksud dari ucapan putera semata wayangnya.

"Aku dan Seolhyun... sudah berpisah," ulang Chanyeol dengan nada tegas.

Jessica Park hanya bisa menatap Chanyeol dengan kernyitan dalam di keningnya.

"Jadi ibu, tolong batalkan proses perceraianku dengan Bae Irene."

Jessica menautkan kedua tangannya di atas meja, berucap dengan heran. "Bukankah bercerai dengan Bae Irene adalah hal yang kau inginkan?" Baru saja Chanyeol berniat membalas ucapan ibunya, Jessica segera mengangkat tangan kanannya, pertanda jika wanita itu ingin Chanyeol menunggu sampai ia selesai berbicara. "Lagipula, aku tidak yakin kau benar-benar sudah berakhir dengan wanita gila itu," lanjut Jessica sinis.

Chanyeol menghela napas berat. "Seolhyun tidak gila, dia baik."

"Park Chanyeol ..."

"Yang terpenting adalah, aku dan Seolhyun sudah berpisah," ujarnya memotong ucapan Jessica. "Tidak ada lagi yang harus ibu khawatirkan. Jadi tolong, batalkan proses perceraianku, ibu."

"Jika ibu tidak mau?"

"Maka aku yang akan melakukannya sendiri."

Jessica Park terdiam, namun detik berikutnya, ia tertawa. Membuat Park Chanyeol yang tadinya menatap Jessica dengan datar, menjadi menatap Jessica dengan heran.

"Jadi kau sudah sadar, ya?"

"Sadar...?"

"Well, sadar jika Bae Irene berharga untukmu," balas Jessica cepat.

Park Chanyeol menatap ibunya sejenak, kemudian ia tersenyum tipis. "Dia memang sangat berharga," ujarnya. "Sayangnya, aku yang brengsek ini terlambat untuk menyadari seberapa berharganya dia."

Jessica menatap puteranya teduh. "Lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, 'kan?"

"Ibu, aku bahkan tidak yakin kali ini bisa menggapai Irene atau tidak." Chanyeol berkata dengan nada putus asa, diiringi senyuman menyedihkan yang terukir di wajah tampannya. "Bae Irene terlalu... jauh."

"Do you love her?"

"I do. Always."

"Kalau begitu, apa yang membuatmu ragu?"

"Perasaan Bae Irene padaku."

Jessica menatap puteranya dengan tatapan tidak percaya. Selama dua puluh enam tahun Jessica hidup bersama Park Chanyeol, baru hari ini ia sadar jika ternyata puteranya benar-benar bodoh dalam hal perasaan dan juga wanita. "You know what? Orang buta saja pasti tau jika Bae Irene mencintaimu- ralat! Sangat mencintaimu."

"But she said that she didn't love me."

"If she doesn't love you, she won't let your baby grow inside her body."

Park Chanyeol menatap Jessica terkejut, tidak percaya dengan kalimat yang baru saja keluar dari bibir ibunya.

"Kenapa? Kau terkejut karena ibu tau Irene sedang hamil?" Jessica tersenyum lembut, lalu melanjutkan. "Dari awal ketika melihat Irene pingsan, ibu sudah tau jika dia hamil." Jeda sebentar, Jessica memajukan tubuhnya sedikit, dan berbisik, "...kau akan menjadi seorang ayah, Park Chanyeol."

Venire [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang